FREN Alami Kerugian Rp 200 Miliar

FREN Alami Kerugian Rp 200 Miliar

- detikFinance
Kamis, 29 Apr 2010 18:55 WIB
Jakarta - PT Mobile-8 Telecom Tbk (FREN) masih mencatat rugi bersih sebesar Rp 200 miliar pada triwulan I-2010. Demi mencegah penambahan beban, perseroan berharap seluruh utang mereka yang masih tercatat sebesar Rp 531,153 miliar dikonversikan menjadi saham.

Menurut CEO PT Mobile-8 Tbk, Merza Fachys, perseroan mengharapkan seluruh utang usaha mereka yang saat ini berjumlah Rp 531,153 miliar dapat dikonversi menjadi saham, sehingga dapat mengurangi beban perseroan dalam neraca keuangannya.

"Langkah yang paling baik menurut kami adalah seluruh utang yang ada bisa dikonversi menjadi saham 100%," ungkapnya seusai RUPS FREN di MNC Tower, Kebun Sirih, Jakarta, Kamis (29/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hari ini perseroan telah mendapat persetujuan dari pemegang saham untuk melakukan rightz issue sebanyak 4.147.836.803 lembar saham, untuk melunasi utang kepada sembilan kreditur FREN dengan nilaiΒ  Rp 209.060.974.564. Harganya masih sama Rp 50,40 per lembar saham.

Dari 9 kreditur ini, perseroan masih memiliki utang senilai Rp 58,71 miliar. Di luar itu, manajemen FREN terus melakukan komunikasi dengan 4 kreditur lain untuk mengkonversikan utang ke saham. Total utang dari keempat kreditur tersebut sebesar Rp 472,443 miliar. Hingga secara keseluruhan perseroan masih memiliki beban sebesar Rp 531,153 miliar.

"Kalau sisa dari sembilan itu, tidak mungkin dibayar tunai. Kita tidak punya dana yang cukup. Makanya kita tawarkan terus ke mereka. Termasuk kreditur yang lain. Mereka ini partner kita kok, vendor, tower provider," jelasnya.

Empat kreditur yang sedang dijajaki perseroan di antaranya adalah PT Huawei Tech Invesment dengan nilai Rp 114,507 miliar, PT NEC Indonesia senilai Rp 6,703 miliar, bunga Guaranted Senior Notes Rp 162,360 miliar, dan terakhir adalah bunga hak penggunaan konversi jasa telekomunikasi dan USO sebesar Rp 188,873 miliar.

Pelaksanaan rights issue ditargetkan tuntas pada Juni 2010. "Kalau mulai diurus Senin depan, berarti awal Juni bisa terbit," paparnya.

FREN juga telah menyiapkan dana sekitar US$ 11 juta untuk belanja modal (capex) mereka di tahun 2010. Karena laba bersih yang tercatat masih defisit, menyebabkan perseroan tidak mengambil capex dari kas internal. Perseroan akan mencari pendanaan lain dalam bentuk surat utang komersial (rising fund).

"Sumber capex bisa dari raihan revenue kita, juga penerbitan surat utang komersial lagi. Hingga kini perseroan telah menerbitkan sebanyak Rp 200 miliar. Nanti akan diterbitkan sesuai kebutuhan saja, dengan dibantu oleh Sinar Mas Sekuritas sebagai arrenger," jelas Direktur FREN Anthony C. Kartawiria.

(wep/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads