IHSG Pijak Rekor Baru di 2.971

IHSG Pijak Rekor Baru di 2.971

- detikFinance
Jumat, 30 Apr 2010 16:10 WIB
IHSG Pijak Rekor Baru di 2.971
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menutup perdagangan akhir pekan ini dengan mencetak rekor tertinggi baru di level 2.971. Aksi beli asing sebesar Rp 550 miliar memicu kenaikan tajam harga-harga saham unggulan.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.927,261 dan kemudian melesat ke level 2.972,917, naik 46 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.926,860.

Tren penguatan IHSG terjadi sejak awal perdagangan seiring dengan aksi beli pada saham-saham unggulan di segala sektor. Arus dana asing yang melakukan pembelian cukup besar memicu aksi beli massif investor-investor domestik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya sedikit saham unggulan yang mengalami koreksi, terutama saham Indo Tambang (ITMG) yang hari ini memasuki periode ex-dividen, serta saham Bukit Asam (PTBA) yang turun 3% lebih lantaran kinerja keuangannya yang merosot.

Saham Astra Otoparts (AUTO) masih menguat tinggi, meskipun Bursa Efek Indonesia (BEI) sudah memasukkan saham ini dalam kategori UMA (unsual market activity) lantaran naik berhari-hari tanpa alasan yang jelas.

Penguatan saham Telkom (TLKM) yang cukup tinggi juga ikut menggiring penguatan IHSG. Kabarnya, saham yang sudah terpuruk beberapa pekan ini akan digiring ke level Rp 10.000 dalam waktu dekat.

Saham perbankan, terutama BRI yang baru saja melaporkan kinerja memukau juga menjadi pendorong utama kenaikan IHSG hari ini. Namun saham-saham lapis dua banyak yang mengalami koreksi sehingga sedikit menahan laju kenaikan IHSG.

Hampir seluruh indeks saham sektoral mengalami penguatan dipimpin oleh indeks saham sektor perkebunan, pertambangan, aneka industri, keuangan dan infrastruktur. Hanya indeks saham properti dan perdagangan yang terjebak di zona merah.

IHSG lagi-lagi mencetak rekor terbarunya pada perdagangan hari ini dan semakin mendekati level 3.000. Posisi IHSG saat ini hampir membalap indeks Strait Times di bursa saham Singapura.

Sebelum perdagangan hari ini, posisi tertinggi IHSG terjadi pada perdagangan 26 April 2010 yang ditutup di level 2.944,709 dengan level tertinggi intraday di level 2.954,829.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi beli sebesar Rp 1,989 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 1,439 triliun. Nilai transaksi pembelian bersih asing (foreign net buy) mencapai Rp 550,183 miliar.

Pada perdagangan Jumat (30/4/2010), IHSG ditutup melesat 44,392 poin (1,51%) ke level 2.971,252. Indeks LQ 45 juga menguat 9,543 poin (1,69%) ke level 573,365.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup menguat tipis ke level 9.012 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.018 per dolar AS.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 121.852 kali pada volume 6,014 miliar lembar saham senilai Rp 5,407 triliun. Sebanyak 129 saham naik, 86 saham turun dan 86 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya mengalami penguatan
  • Indeks Shanghai naik tipis 2,18 poin (0,08%) ke level 2.870,61.
  • Indeks Hang Seng melesat 329,67 poin (1,59%) ke level 21.108,59.
  • Indeks Nikkei 225 melesat 132,61 poin (1,21%) ke level 11.057,40.
  • Indeks Straits Times naik 16,39 poin (0,55%) ke level 2.975,40.


Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 1.050 ke Rp 47.150, SMART (SMAR) naik Rp 650 ke Rp 4.025, Astra Otoparts (AUTO) naik Rp 600 ke Rp 14.450, Indocement (INTP) naik Rp 600 ke Rp 15.800, BRI (BBRI) naik Rp 300 ke Rp 8.950.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang 9ITMG) turun Rp 850 ke Rp 39.050, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 ke Rp 18.600, Bank Mega (MEGA) turun Rp 150 ke Rp 2.300, Jembo Cable (JECC) turun Rp 120 ke Rp 860, First Media (KBLV) turun Rp 110 ke Rp 600.

(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads