Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Adaro Garibaldi Thohir dalam siaran pers yang dikutip, Sabtu (1/5/2010).
"Laba bersih Adaro menurun terutama karena beban utang yang lebih tinggi, dan setelah dilakukan penjabaran mata uang, laba bersih menurun 25% menjadi Rp 861 miliar," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun meskipun produksi dan penjualan naik, namun pendapatan usaha bersih perseroan turun 3,9% menjadi Rp 6,279 triliun, dari Rp 6,533 triliun di kuartal I-2009. Ini disebabkan karena meningkatan beban pokok pendapatan sebesar 8,9% menjadi Rp 4,033 triliun. Laba kotor pun menurun 20,6% menjadi Rp 2,246 triliun, dari 2,829 triliun.
Beberapa faktor ini menyebabkan penurunan laba bersih Adaro sebesar 25% menjadi Rp 861 miliar. Laba per saham tercatat ikut turun menjadi Rp 26,9 per saham, dari Rp 35,8 per saham di kuartal I-2009.
(dnl/dnl)











































