Bunga Utang Tinggi, Laba Adaro Turun 25%

Bunga Utang Tinggi, Laba Adaro Turun 25%

- detikFinance
Sabtu, 01 Mei 2010 10:52 WIB
Jakarta - PT Adaro Energy Tbk (ADRO) mencatat penurunan laba bersih sebesar 24,8% di kuartal I-2010 menjadi Rp 861 miliar, dari pencapaian laba bersih di kuartal I-2009 yang mencapai Rp 1,145 triliun. Penurunan laba bersih ini disebabkan karena meningkatnya beban bunga utang perseroan.

Demikian disampaikan oleh Direktur Utama Adaro Garibaldi Thohir dalam siaran pers yang dikutip, Sabtu (1/5/2010).

"Laba bersih Adaro menurun terutama karena beban utang yang lebih tinggi, dan setelah dilakukan penjabaran mata uang, laba bersih menurun 25% menjadi Rp 861 miliar," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sepanjang kuartal I-2010, volume produksi Adaro mengalami peningkatan 25,8% menjadi 11,36 juta ton, dari produksi di kuartal I-2009 yang sebesar 9,03 juta ton. Volume penjualan juga tercatat naik 31,3% menjadi 11,46 juta ton, dari 8,73 juta ton di kuartal I-2009.

Namun meskipun produksi dan penjualan naik, namun pendapatan usaha bersih perseroan turun 3,9% menjadi Rp 6,279 triliun, dari Rp 6,533 triliun di kuartal I-2009. Ini disebabkan karena meningkatan beban pokok pendapatan sebesar 8,9% menjadi Rp 4,033 triliun. Laba kotor pun menurun 20,6% menjadi Rp 2,246 triliun, dari 2,829 triliun.

Beberapa faktor ini menyebabkan penurunan laba bersih Adaro sebesar 25% menjadi Rp 861 miliar. Laba per saham tercatat ikut turun menjadi Rp 26,9 per saham, dari Rp 35,8 per saham di kuartal I-2009.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads