Direktur Utama BPD Riau Erzonusai menghadiri acara penandatanganan pembentukan lembaga APEX bagi BPR di wilayah Jabodetabek dan Riau, di Gedung Bank Indonesia, Jalan MH Thamrin, Jakarta, Senin (3/4/2010).
"Saat ini kami masih menyeleksi penjamin emisi (underwriter). Mudah-mudahan kuartal 3 tahun ini sudah bisa diterbitkan," ujar Erzon.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dengan adanya obligasi, pendanaan jangka panjang bisa terpenuhi," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Erzon menyatakan kinerja perseroan mengalami peningkatan pada kuartal I-2010. Perseroan mencatat perolehan dana pihak ketiga (DPK) dalam waktu 3 bulan naik sebesar Rp 3 triliun menjadi Rp 10 triliun.
Namun laju kredit saat ini tercatat menurun menjadi sebesar Rp 6,6 triliun, dibandingkan jumlah di akhir tahun 2009 yang tercatat sebesar Rp 6,7 triliun. "Penurunan angka kredit ini terjadi karena ada pelunasan pembayaran dari para debitur," kata dia.
Namun meskipun realisasi kredit pada kuartal I-2010 lebih rendah dibandingkan akhir tahun lalu, Erzon optimistis target kredit tahun ini yang sebesar Rp 8,3 triliun bisa tercapai.
BPD RIau menargetkan perolehan laba di tahun ini mencapai Rp 340 miliar, atau naik tipis Rp 10 miliar dibandingkan laba di 2009 yang mencapai 330 miliar.
Target laba ini tidak tinggi karena perseroan tengah melakukan investasi yang cukup besar melalui penambahan kantor cabang dari 87 kantor cabang menjadi 110 kantor cabang.
Kemudian perseroan juga berencana untuk menambah jumlah mesin ATM sebanyak 35 buah dari jumlah sebelumnya sebanyak 84 buah.
(epi/dnl)











































