IHSG dibuka naik tipis ke level 2.971,747 dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.971,252. Namun seiring dengan pelemahan sebagian besar saham-saham unggulan, IHSG langsung jatuh 14 poin ke level 2.957,980.
Sejak awal perdagangan, sebagian besar indeks-indeks saham sektoral mengalami pelemahan dipimpin oleh indeks saham sektor pertambangan. Di tengah perdagangan, aksi beli selektif pada saham-saham sektor infrastruktur dan konsumsi berhasil mengangkat IHSG ke zona positif hingga sempat menyentuh level 2.982,358, naik 11 poin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Koreksi saham-saham lapis dua juga ikut mempengaruhi penurunan IHSG hari ini. Hal itu terlihat dari rasio penurunan IHSG yang lebih besar ketimbang penurunan indeks LQ 45 yang menunjukkan adanya tekanan jual saham-saham lapis dua.
Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi beli sebesar Rp 1,261 triliun, sedangkan transaksi jual asing sebesar Rp 1,038 triliun. Nilai pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 222,184 miliar.
Pada perdagangan Senin (3/5/2010), IHSG ditutup turun 10,357 poin (0,34%) ke level 2.960,895. Indeks LQ 45 juga 0,833 poin (0,14%) ke level 572,532.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 103.145 kali pada volume 4,704 miliar lembar saham senilai Rp 4,231 triliun. Sebanyak 74 saham naik, 150 saham turun dan 81 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia seluruhnya mengalami koreksi berkisar di angka 0,5% hingga 1%. Bursa China, Jepang, Thailand dan Filipina libur.
- Indeks Hang Seng anjlok 297,23 poin (1,41%) ke level 20.811,36.
- Indeks Straits Times turun 28,73 poin (0,97%) ke level 2.945,88.
- Indeks KOSPI turun 20,35 poin (1,17%) ke level 1.721,21.
- Indeks Taiwan turun 52,08 poin (0,65%) ke level 7.952,17.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Unilever (UNVR) naik Rp 600 ke Rp 14.450, Indocement 9INTP) naik Rp 550 ke Rp 16.350, Petrosea (PTRO) naik Rp 500 ke Rp 9.500, Telkom (TLKM) naik Rp 150 ke Rp 8.000, First Media (KBLV) naik Rp 150 ke Rp 750.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 750 ke Rp 46.400, Astra Otoarts 9AUTO) turun Rp 600 ke Rp 13.850, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 21.800, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 250 ke Rp 38.800, United Tractors (UNTR) turun Rp 200 ke Rp 19.300.
(dro/qom)











































