PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berharap pemegang 448,416 juta waran perseroan akan mengeksekusi waran tersebut menjadi saham saat jatuh tempo 18 Juni 2010. Dana yang akan diperoleh perseroan sekitar Rp 246,628 miliar.
“Akan ada waran jatuh tempo pada 18 Juni 2010, sehingga akan ada tambahan dana untuk perseroan sebesar Rp 247 miliar,” ujar Direktur Utama SMRA, Johanes Mardjuki usai RUPS Tahunan di Kelapa Gading Club, Jakarta, Rabu (5/5/2010).
Pada saat melaksanakan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue tahun lalu, perseroan juga menerbitkan 448.416.160 lembar waran dengan harga Rp 550 per waran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya kira pemegang waran akan eksekusi, karena harga warannya Rp 550, sedangkan harga saham kami saat ini di level Rp 900-an. Jadi mereka akan dapat keuntungan cukup tinggi,” ujarnya.
Harga pasar saham SMRA saat ini sebesar Rp 900 per saham. Maka itu, pemegang saham yang mengeksekusi warannya yang dibeli di harga Rp 550 per waran menjadi saham, akan memperoleh keuntungan Rp 350 per saham.
Dananya akan digunakan untuk mendanai belanja modal (capital expenditure/capex) perseroan.
Belanja Modal Rp 460 miliar
Tahun ini, perseroan menganggarkan capex sebesar Rp 460 miliar. Dananya akan digunakan untuk pengembangan proyek-proyek terkini perseroan.
“Dana tersebut akan dipergunakan untuk membiayai pembangunan hotel Harris Kelapa Gading senilai Rp 100 miliar, Lalu sebesar Rp 150 miliar akan dipergunakan perseroan untuk pengembangan awal Summarecon Mall Serpong tahap IIl,” jelasnya.
Hotel Harris Kelapa Gading akan beroperasi pada 12 Mei 2010, sedangkan Summarecon Mall Serpong Tahap II akan mulai dibangun Juni 2010 dan beroperasi Juni 2011.
Perseroan juga menganggarkan dana sebesar Rp 80 miliar untuk pengembangan infraktruktur di Bekasi. Dimana akan dibangun flyover, jalan baru, pintu gerbang, sistem drainese, penerangan jalan, serta taman.
Pengembangan kawasan terintegrasi di Bekasi ini nantinya akan bernilai Rp 25 triliun. Secara keseluruhan, ia mengatakan jika proyek ini akan dikerjakan selama 10 tahun.
"Total biaya (nilai proyek) Bekasi ini sekitar 70 persen dari nilai asset itu sendiri (yang nilainya Rp 25 triliun)," ungkapnya.
Selanjutnya, perseroan menyiapkan sebesar Rp 80 miliar untuk pembangunan office, Menara I. "Jadi total capex kita sebesar Rp 460 miliar," tegasnya.
Dananya akan dipenuhi dari kombinasi kas internal dan opsi pendanaan eksternal seperti dari perbankan atau aksi korporasi lainnya. Sekarang ini perseroan tengah memproses pinjaman perbankan sebesar Rp 400 miliar.
Perseroan juga tengah mengincar akuisisi lahan di kawasan selatan Jakarta. Namun ia belum dapat membeberkan detilnya.
“Untuk dana akuisisi bisa dari aksi korporasi seperti rights issue atau obligasi,” ujarnya.
(dro/ang)











































