Mengawali perdagangan, IHSG langsung melemah akibat sentimen negatif pelemahan bursa-bursa regional. Hal itu terjadi seiring meningkatnya kekhawatiran krisis utang Yunani akan semakin melebar ke negara-negara Uni Eropa lainnya.
Pelemahan IHSG semakin dalam setelah munculnya kabar pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani karena mendapatkan tawaran posisi sebagai Managing Director Bank Dunia. Namun kejatuhan IHSG sempat dipersempit pada penutupan sesi I, dengan penutunan 'hanya' 82,172 poin (2,78%) ke level 2.876,843.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada perdagangan Rabu (5/5/2010), IHSG akhirnya ditutup merosot hingga 112,776 poin (3,81%) ke level 2.846,239. Indeks LQ 45 juga merosot 23,920 poin (4,18%) ke level 548,295. IHSG hari ini menyentuh titik terendahnya di 2834,963.
Menurut analis Samuel Sekuritas, Muhammad Alfatih, mundurnya Sri Mulyani jelas berkontribusi besar bagi penurunan IHSG hari ini, meskipun faktor regional juga ikut member pengaruh.
"Regional tentu berpengaruh secara langsung ke IHSG. Namun kalau kita lihat, indeks-indeks Asia turunnya juga di kisaran 1%, malah ada yang positif. Jadi ada faktor lain yang lebih mempengaruhi, yakni faktor dalam negeri seperti mundurnya Sri Mulyani," ujarnya saat dihubungi detikFinance.
Alfatih menjelaskan, Sri Mulyani dikenal sebagai sosok yang dipandang oleh pelaku pasar memiliki karakter dan kebijakan yang berani dan tegas. Menurutnya, ini memberikan konfidens pada pelaku pasar.
"Pelaku pasar sudah cukup konfidens dengan Sri Mulyani, sehingga ketika SBY meresmikan kemunduran Sri Mulyani,IHSG jatuh semakin dalam. Sebab, mereka akan menunggu siapa yang akan menjadi penggantinya, kompeten atau tidak. Sembari menunggu, pelaku pasar memutuskan keluar dulu dari pasar," ujarnya.
Alfatih mengimbau agar istana jangan berlarut-larut mengumumkan nama pengganti Sri Mulyani, agar konfidens pasar tidak bergejolak.
Bursa-bursa Asia Pasifik pada hari ini juga mengalami koreksi yang cukup besar.
- Indeks Hang Seng melemah 435,51 poin (2,10%) ke level 20.327,54.
- Indeks Straits Times melemah 42,02 poin (1,45%) ke level 2.859,16.
- Indeks S&P/ASX melemah 1,33% ke level 4.674.
Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 146.023 kali pada volume 13.304 juta lembar saham senilai Rp 7,774 triliun. Sebanyak 29 saham naik, 210 saham turun dan 30 saham stagnan.
Saham-saham yang turun harganya antara lain Astra International (ASII) turun Rp 2.100 menjadi Rp 43.450, United Tractor (UNTR) turun Rp 1.200 menjadi Rp 18.000, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 400 menjadi Rp 5.300, BRI (BBRI) turun Rp 500 menjadi Rp 8.550, Telkom (TLKM) turun Rp 200 menjadi Rp 7.650.
Sedangkan saham-saham yang naik harganya antara lain Bhakti Investama (BHIT) naik Rp 50 menjadi Rp 315, Unilever (UNVR) naik Rp 400 menjadi Rp 16.200, WOM Finance (WOMF) naik Rp 40 menjadi Rp 365.
(qom/dnl)











































