"Merupakan tugas berat bagi Presiden SBY untuk memilih menteri keuangan baru dengan kapabilitas seperti Sri Mulyani," jelas analis dari Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, Rabu (5/5/2010).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah pada hari ini memang memasuki masa kelam. Selain sentimen negatif dari masalah krisis utang Yunani, IHSG dan rupiah juga ikut tertekan oleh kabar pengunduran diri Sri Mulyani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara nilai tukar rupiah ditutup merosot ke level 9.110 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.020 per dolar AS.
"Pasar jatuh awalnya memang karena anjloknya bursa Eropa (kasus utang Yunani). Tersiarnya kabar penunjukkan Sri Mulyani menjadi Managing Director di Bank Dunia menambah sentimen negatif terhadap bursa," jelas Purwoko.
Di luar kasus hukum yang tengah membelitnya, lanjut Purwoko, Sri Mulyani merupakan figur yang disukai oleh investor, tidak terkecuali di mata investor asing.
"Mereka sangat respek sekali dengan kepiawaian beliau dalam melakukan reformasi di Depkeu dan juga mengawal Indonesia 'selamat' dari krisis moneter Global. Setidaknya kenaikan pasar modal kita dalam 9-10 bulan terakhir merupakan indikasi bagaimana kepercayaan pasar akan prospek perekonomian Indonesia," urai Purwoko.
Kinerja pasar finansial Indonesia memang terus membaik, setelah sempat terkena hempasan badai krisis finansial sepanjang 2008 dan 2009 lalu. Perekonomian Indonesia yang semakin baik membuat aliran modal terus masuk ke Indonesia. Hal itu membuat IHSG bisa menembus rekor tertinggi barunya, sementara nilai tukar rupiah ikut menguat tajam.
Berdasarkan data Bank Indonesia, nilai tukar rupiah menguat sebesar 2,2% ke level 9.254 per dolar AS. Sedangkan IHSG tercatat menguat hingga 10,2% dan ditutup pada level 2.777,3 selama triwulan I-2010. (qom/qom)











































