Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 06 Mei 2010 09:31 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones : Pasar saham US kembali mengalami penurunan, membuat indeks Standard & Poor's 500 jatuh pada titik terendah dalam 6 minggu setelah kekhawatiran utang negara Eropa yang akhirnya menutupi pertumbuhan industri servis dan tingkat pekerjaan di US. Walt Disney Co., American Express Co. and General Electric Co. memimpin penurunan pada Dow Jones Industrial Average. Conoco Phillips turun 2.2% setelah minyak jatuh di bawah $ 80/barrel untuk pertama kalinya sejak 26 Maret. Indeks Standarad & Poor's 500 (-0.7%) ke 1,165.87. Dow Jones Industrial Average (-0.5%) ke 10,866.83.

Regional Pagi: Saham-saham Jepang anjlok pada perdagangan Kamis pagi di Tokyo, dengan Nikkei 225 menyentuh level intraday terendahnya sejak pertengahan Maret seiring kembalinya market dari liburan. Saham perbankan memimpin pelemahan setelah harian Nikkei melaporkan bahwa Shinsei Bank Ltd diekspektasikan akan mengalami kerugian besar untuk tahun yang berakhir pada 31 Maret dan perusahaan akan mengumumkan rencananya terkait penghentian pembicaraan merger dengan Aozora Bank Ltd.

Saham Shinsei Bank (-4.1%), Aozora (-2.2%), dan Citigroup Inc (-64%). Nikkei 225 (-3.2%) 10,704 S&P/ASX 200 (-1.1%) 4,622 KOSPI (-2.09%) 1,682 Straits Times Index (-0.56%) 2,844

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Commodity: Minyak mentah melemah selama tiga hari setelah dolar menguat terhadap euro, membatasi kenaikkan harga komoditas di mata investor, dan persediaan minyak mentah di US meningkat lebih dari yang diperkirakan. Minyak mentah turun sebanyak 3.3% kemarin bersamaan dengan menguatnya dollar AS dikarenakan oleh kekhawatiran bailout Yunani harus diperluas ke Negara-negara terhutang lainnya sejak Maret 2009.

Laporan Departemen Energi menunjukan, stok minyak mentah AS meningkat 2,76 juta barel pekan lalu ke level tertinggi sejak bulan Juni. Persediaan minyak mentah diperkirakan akan naik 1 juta barel, menurut survey Bloomberg. WTI Crude (+0.2%) $ 80.1/barrel Gold (-0.0%) USD 1,175/t oz CPO (-0.5%) RM 2,555/MT Nickel (-11.1%) USD 21,925/MT Tin (-1.5%) USD 17,575/MT.

Economic & Industrial News

General: Sri Mulyani Mundur Program Ekonomi 5 Tahun Tetap

Mundurnya Sri Mulyani sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) tidak akan mengganggu program-program ekonomi yang sudah disusun selama lima tahun ke depan. Bapak Wapres memastikan program-program ekonomi Indonesia sampai lima tahun tidak akan berubah hanya karena mundurnya Sri Mulyani.

Economic: Cadangan Devisa Naik

Cadangan devisa dalam 1 bulan terakhir naik sebesar US$6,8 M atau sekitar Rp61,2 T, karena pengaruh dari meningkatnya aliran dana asing. Hingga akhir bulan lalu cadangan devisa mencapai US$78,6 M, naik 9,4% dibandingkan dengan posisi cadangan devisa pada akhir tahun lalu sebesar US$71,8 M. Direktur Direktorat Perencanaan dan Humas BI mengatakan cadangan devisa sebesar itu setara dengan 6,2 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Menurut dia, perbaikan kinerja sektor eksternal berdampak positif pada neraca pembayaran Indonesia karena kinerja ekspor yang tumbuh tinggi sehingga mendorong surplus transaksi berjalan.

Banking: BI Rate Stagnan

Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI kemrin memutuskan untuk mempertahankan BI Rate pada level 6,5%. Dengan keputusan itu bank sudah mempertahankan BI Rate ke-10 kalinya. Keputusan tersebut ditetapkan setelah mempertimbangkan tingkat BI Rate tersebut dipandang masih konsisten dengan pencapaian sasaran inflasi pada 2010 sebesar 5% plus minus 1%.

Energy: Program Pembatasan BBM Dimulai Tahun ini

Pemerintah akan memulai program pembatasan pemakaian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pada tahun ini, dengan target penghematan empat juta kiloliter (kl). Berdasarkan estimasi BPH Migas, konsumsi BBM bersubsidi pada 2010 akan membengkak mencapai 40,1 juta-40,5 juta kl, padahal pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2010, kuota BBM bersubsidi ditetapkan sebanyak 36,5 juta kl. Sejumlah opsi yang tengah dibahas untuk membatasi konsumsi BBM bersubsidi yaitu melarang kendaraan tahun produksi 2005 atau 2007 ke atas memakai BBM bersubsidi, melarang semua kendaraan sedan menggunakan BBM bersubsidi, dan hanya kendaran berpelat kuning yang diperbolehkan membeli BBM bersubsidi.

Opsi lain yaitu membatasi konsumsi BBM bersubsidi berdasarkan kapasitas mesin (cc). Kendaraan berkapasitas mesin 2.000 cc ke atas, sempat diwacanakan akan terkena pembatasan. Selain itu opsi lain yang dibahas yakni, PT Pertamina mengurangi dispenser BBM bersubsidi, dan menambah dispenser nonsubsidi di stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), pembuatan premium dengan angka oktan antara 88 sampai 92.

Economic: Suku Bunga ECB Diprediksi Stabil

Bank Sentral Eropa (ECB) diprediksi mempertahankan suku bunga sebesar satu persen sepanjang 2010. ECB akan fokus menavigasi krisis utang Yunani untuk menjaga stabilitas Eropa. Analis meramalkan suku bunga ECB akan dipertahankan hingga awal 2011 karena Zona Euro sedang mengalami tantangan terbesar.

Corporate News

BBCA: Bagikan Dividen 39% dari Laba Bersih 2009

Bank Central Asia (BCA) akan membagikan dividen tunai sebesar 39% atau Rp 110 per saham dari laba tahun 2009. Tahun lalu, BCA berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 6,81 triliun. Dalam rilis yang diterbitkan BCA, atas deviden tunai tersebut akan diperhitungkan dividen sementara (interim dividen) tahun 2009 sebesar Rp 40 per lembar saham yang telah dibagikan pada tanggal 2 Desember 2009.

LSIP : Produksi crude palm oil Lonsum naik 10%

PT PP London Sumatra Indonesia Tbk, yang berdiri sejak 1906, meningkatkan produksi crude palm oil (CPO) sebanyak 10% dari produksi 2008 atau dari 341.600 ton menjadi 377.500 ton. Hal itu terungkap dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST). Peningkatan itu sejalan dengan peningkatan produksi tandan buah segar (TBS) inti yang didorong oleh peningkatan hasil produktivitas dan penambahan areal menghasilkan.

PTBA: Tetap Dapat Upgrade Saham Hingga 30% di BTR

Walau Rajawali resmi menguasai Trans Pasific Railway, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mengungkapkan porsi kepemilikan sahamnya dalam proyek kereta Bukit Asam Trans Railway (BTR) tetap dapat ditingkatkan menjadi 30 persen dari sekarang yang 10 persen.

CPRO: Belum Pertimbangkan Investor Baru

PT Central Proteinaprima Tbk (CP Prima) belum memikirkan adanya potensi masuknya investor baru ke dalam emiten eksportir tambak udang itu. Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad belum lama ini menyatakan telah siap dua investor baru asal Malaysia dan dari dalam negeri yang sudah memiliki fresh money yang akan digunakan untuk mengakuisisi tambak eks Dipasena itu.

HITS: Penjualan Anjlok, Rugi Usaha Rp27,35 Miliar

PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) mencetak rugi usaha Rp27,35 miliar, anjlok 164,98% dibandingkan dengan laba usaha Rp42,09 miliar pada kuartal I tahun lalu. Dalam laporan keuangan yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia hari ini disebutkan rugi usaha itu disebabkan oleh anjloknya pendapatan Humpuss, sedangkan beban usaha membengkak. Pendapatan emiten berkode perdagangan HITS itu mencetak penurunan pendapatan 61,88% dari Rp311,12 miliar pada kuartal I tahun lalu menjadi Rp118,61 miliar.

LPKR: Peminat Obligasi Global Naik

PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melalui anak usahanya menerbitkan obligasi sebesar US$250 juta. Surat berharga yang dicatatkan di SGX (Bursa Efek Singapura) pertama kali pada awal tahun 2006 itu akan jatuh tempo pada 2011. LPKR memutuskan mengeluarkan obligasi baru sejumlah US$270,6 juta yang akan jatuh tempo pada tahun 2015, di mana pihak Citigroup Global Markets Singapore Pte. Ltd. dan Deutche Bank AG, cabang Singapore sebagai joint lead managers, Ciptadana sebagai financial advisor, pihak penasihat hukum Indonesia Makes & Partners, Melli Darsa & Co, penasihat hukum internasional Milbank, Tweed, Hadley & McCloy LLP dan Shearman & Sterling (London) LLP.

SMGR: Akan Bangun 4 Pabrik Kemasan

PT Semen Gresik (Persero) Tbk akan membangun 4 unit packing plant atau pabrik pengemasan semen senilai Rp600 miliar.Selain itu, perusahaan ini juga menjajaki untuk mengakuisisi PT Semen Baturaja (Persero) untuk memperkuat segmen bisnisnya.Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto menuturkan dana akan dipenuhi dari kas internal. Menurut Sutjipto, khusus untuk pabrik pengemasan di Papua, perseroan berencana akan mengembangkannya menjadi pabrik semen apabila pangsa pasar berkembang secara signifikan. Sepanjang tahun ini Semen Gresik mengalokasikan belanja modal sebesar US$402 juta. Dari jumlah tersebut sebesar US$264 juta akan digunakan untuk membangun pabrik baru.

SMRA: Kantongi Pinjaman Bank Rp 400 Miliar

PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berniat mengembangkan usahanya. Demi membiayai ekspansi tersebut, emiten pengembang kawasan Kelapa Gading ini telah mendapatkan komitmen pinjaman perbankan. Sebagian dana pinjaman itu untuk menutup belanja modal (capex) mereka tahun ini yang senilai Rp 460 miliar. Saat ini, SMRA tengah fokus pada pembangunan empat proyek utamanya. Yaitu: Haris Hotel senilai Rp 100 miliar, Menara Satu Kelapa Gading Rp 80 miliar, Summarecon Bekasi Infrastructure sebesar Rp 80 miliar dan Summarecon Mal Serpong Tahap Dua yang mencapai Rp 150 miliar.

NISP: Perkirakan Aset Naik 25% Jadi Rp46 Triliun

PT OCBC NISP Tbk (NISP) memperkirakan aset tahun ini naik 25% menjadi Rp46,31 triliun. Proyek tersebut ditopang perkiraan pertumbuhan di segmen yang menjadi andalan bisnis perseroan. Laba bersih NISP melambung 73% pada 1Q10 menjadi Rp126,3 miliar dibanding periode yang sama tahun lalu Rp73,2 miliar. Kenaikan laba terutama di dorong naiknya pendapatan bunga bersih menjadi Rp444,93 miliar atau tumbuh 12%.

KOIN: Penjualan Naik 38,5%

PT Kokoh Inti Arebama Tbk (KOIN) membukukan penjualan bersih sebesar Rp198,26 miliar pada 1Q10. Penjualan tersebut naik 38,59% dibandingkan periode sama 2009 senilia Rp143,05 miliar. Peningkatan penjualan per 1Q10 dipicu oleh pemulihan sektor proeprti pascakrisis ekonomi global tahun 2008-2009. Adapun laba usaha KOIN per 1Q10 mencapai Rp4,96 miliar, naik 62% dibandingkan periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp3,06 miliar.
 
Corporate News

  • BBCA: Bagikan Dividen 39% dari Laba Bersih 2009
  • LSIP : Produksi crude palm oil Lonsum naik 10%
  • PTBA: Tetap Dapat Upgrade Saham Hingga 30% di BTR
  • CPRO: Belum Pertimbangkan Investor Baru
  • HITS: Penjualan Anjlok, Rugi Usaha Rp27,35 Miliar
  • LPKR: Peminat Obligasi Global Naik
  • SMGR: Akan Bangun 4 Pabrik Kemasan
  • SMRA: Kantongi Pinjaman Bank Rp 400 Miliar
  • NISP: Perkirakan Aset Naik 25% Jadi Rp46 Triliun
  • KOIN: Penjualan Naik 38,5%

Rumor

AA Land Pte Singapura dikabarkan bakal menggandeng bank lokal guna menopang minat PT Modernlan Realty Tbk (MDLN) untuk mengembangkan rumah di Bekasi dan Tangerang. Menurut kabar, aksi pengembang tersebut karena tertarik pada saham perseroan. Saham MDLN konon ditawar pada harga buku (book value) Rp335 per saham.

PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) dikabarkan sukses menjual 62% unit apartement di satu menara yang diluncurkan Maret 2010 dan berniat meluncurkan menara baru bulan Mei ini. Kedua proyek itu akan meningkatkan penjualan 17% jadi Rp1,6 triliu pada 2010, dan sampai April telah mencapai Rp617 miliar. Nilai wajar sahamnya di kisaran Rp310-486.

Technical Picks

  • TINS (2425) – Spec Buy
  • ADRO (1980) – Spec Buy
  • BBCA (5200) – Spec Buy
  • INCO (4575) – Spec Buy.
 

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads