Pada perdagangan Kamis (6/5/2010), IHSG dibuka turun tipis ke level 2.846,041 dan langsung merosot ke level 2.819,817, turun 27 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.846,239.
Hampir seluruh saham-saham unggulan didera tekanan jual yang sebenarnya tidak dalam jumlah besar. Namun karena volume penawaran beli sangat tipis, kubu penjual dapat dengan mudah menurunkan harga-harga saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sepertinya investor masih memantau keadaan posisi jual terlebih dahulu, sehingga belum memasang posisi beli dalam jumlah besar guna menahan potensi penurunan. Sentimen negatif bursa-bursa regional yang masih mengalami koreksi cukup dalam juga diperkirakan menjadi pertimbangan investor.
Namun jika tidak ada sentimen negatif yang lebih kuat, koreksi IHSG berpeluang menipis pada perdagangan siang nanti, terutama mengingat harga-harga saham unggulan sudah mengalami koreksi cukup dalam pada perdagangan kemarin dan pagi ini.
Hingga pukul 09.35 JATS, IHSG bertengger di level 2.835,326, turun 10,913 poin (0,38%).
Sementara nilai tukar rupiah merosot ke level 9.200 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.115 per dolar AS.
Bursa-bursa regional Asia seluruhnya mengalami koreksi cukup tajam. Indeks Nikkei 225 merosot tajam setelah libur 4 hari.
- Indeks Shanghai turun 39,69 poin (1,39%) ke level 2.817,46.
- Indeks Hang Seng turun 143,57 poin (0,71%) ke level 20.183,97.
- Indeks Nikkei 225 merosot 348,25 poin (3,15%) ke level 10.709,15.
- Indeks Strait Times turun 26,46 poin (0,93%) ke level 2.833,85.
Β
(dro/qom)











































