IHSG dibuka turun tipis ke level 2.846,041 dan kemudian merosot tajam hingga sempat menyentuh ke level 2.768,027, turun 78 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.846,239.
Sejak awal perdagangan, tidak tampak adanya daya beli yang memadai pada antrian transaksi, sehingga aksi jual dengan cepat menjatuhkan harga saham-saham unggulan di segala sektor. Tidak saham unggulan yang selamat dari aksi jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penarikan dana secara bersamaan ini bahkan ikutan mempengaruhi nilai tukar rupiah merosot tajam hingga sempat ke level 9.200 per dolar AS tadi pagi.
Seluruh indeks saham sektoral mengalami koreksi, dipimpin oleh penurunan indeks saham sektor Aneka Industri lantaran koreksi tajam saham Astra International (ASII), diikuti dengan koreksi indeks saham sektor pertambangan, perkebunan, konsumsi, infrastruktur dan keuangan.
Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual dengan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 303 miliar.
Pada perdagangan Kamis (6/5/2010), IHSG ditutup anjlok 60,146 poin (2,11%) ke level 2.786,093. Indeks LQ 45 juga turun 12,448 poin (2,27%) ke level 535,847.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 61.123 kali pada volume 2,623 miliar lembar saham senilai Rp 2,621 triliun. Sebanyak 32 saham naik, 189 saham turun dan 50 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia seluruhnya mengalami koreksi cukup tajam. Indeks Nikkei 225 merosot tajam setelah libur 4 hari.
- Indeks Shanghai turun 48,81 poin (1,71%) ke level 2.808,34.
- Indeks Hang Seng turun 221,47 poin (1,09%) ke level 20.106,07.
- Indeks Nikkei 225 merosot 342,07 poin (3,09%) ke level 10.715,33.
- Indeks Strait Times turun 24,53 poin (0,86%) ke level 2.835,78.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 450 ke Rp 13.450, Inovisi (INVS) naik Rp 370 ke Rp 1.170, Jembo Cable (JECC) naik Rp 90 ke Rp 880, Fisrt Media (KBLV) naik Rp 60 ke Rp 900, SCTV (SCMA) naik Rp 30 ke Rp 1.200.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.700 ke Rp 41.750, United Tractors (UNTR) turun Rp 1.050 ke Rp 16.950, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 36.000, Unilever (UNVR) turun Rp 550 ke Rp 15.650, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 350 ke Rp 12.950, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 20.400.
(dro/qom)











































