Perseroan harus memenuhi pendanaan 40% dari total modal awal sebesar Rp 500 miliar. Sisanya ditanggung oleh PT Pertamina (Persero) dan akan disetor ke PT Nusantara Regas, anak usaha hasil Joint Venture Company antara kedua BUMN ini.
"PGN kan 40% dan modal setoran awal Rp 500 miliar. Dana akan didapat bisa dari obligasi. Bisa juga pinjaman, namun belum dibahas pendanaan eksternalnya," ujar Corporate Secretary PGAS Wahid Sutoppo di sela-sela acara Musyawarah Anggota Tahun 2010 AEI di Grand Hyatt, Jakarta, Kamis (6/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Operator terminal di Jawa Barat ini akan dilakukan oleh PT Nusantara Regas, Joint Venture Company antara PGN dan Pertamina yang akta pendiriannya ditandatangani 14 April 2010 yang lalu di Jakarta.
Sedangkan untuk FSRT di Sumatera Utara, dilakukan sendiri oleh PGAS. Total investasi diperkirakan mencapai Rp 2 triliun, dengan kapasitas produksi mencapai 1,5-2 juta ton kaki kubik.
"Kalau dari pemerintah, diharapkan bisa komersial di triwulan IV-2010," tambahnya.
(wep/dro)











































