Indeks Dow Jones mengalami kejatuhan terburuknya dengan kemerosotan terbesar sepanjang sejarah mencapai 998,5 poin. Namun kejatuhan indeks Dow Jones itu diduga karena terkait kesalahan sistem yang menyebabkan saham-saham tiba-tiba terjadi ke angka nol.
Situasi kekisruhan berlangsung cukup lama usai penutupan perdagangan setelah Nasdaq dan bursa lainnya mengatakan mereka akan membatalkan sejumlah perdagangan berganda yang salah. Sejumlah bursa juga akan mempelajari sejumlah order beli dan jualnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Indeks mengalami pemulihan dari kejatuhan tersebut sebelum akhirnya ditutup merosot 3%, yang merupakan kejatuhan terburuk sejak April 2009.
Pada perdagangan Kamis (6/5/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 347,80 poin (3,20%) ke level 10.520,32. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 37,75 poin (3,24%) ke level 1.128,15 dan Nasdaq anjlok 82,65 poin (3,44%) ke level 2.319,64.
Kekisruhan terjadi pada sekitar 14.47 waktu setempat ketika aksi jual memunjak, dengan indeks di seluruh sektor anjlok bahkan sebagian mendekati nol. Saham-saham itu termasuk Boston Beer, Radian Group, Exelon Corp dan Centerpoint. Indeks volatilitas CBOE ditutup lebih dari 30% atau tertinggi sejak Mei 2009.
Aksi jual hebat terutama terjadi pada 10 sektor Indeks S&P 500 antara 2% hingga 4%. Indeks Sektor Finansial ambles hingga 4,1%. Saham-saham unggulan mengalami tekanan jual hebat termasuk Bank of America yang anjlok hingga 7,1%.
Nasdaq dan ARCA Trading NYSE menyatakan mereka akan membatalkan perdagangan yang dieksekusi antara pukul 14.40 hingga 15.00 waktu setempat, atau waktu ketika terjadi kejatuhan harga saham hingga 60 persen.
Sebuah rumor mengatakan, kejatuhan indeks Dow Jones diduga karena ada seorang pialang Citigroup yang salah memasukkan order saham Procter and Gamble dari yang seharusnya 16 juta ditulisnya 16 miliar.
"Pada titik ini, kita belum memiliki bukti bahwa Citi terlibat dalam kesalahan transaksi," ujar juru bicara perusahaan, Stephen Cohen seperti dikutip dari AFP.
Seorang juru bicara New York Stock Exchange mengatakan tidak ada masalah teknis di bursa.
"Kita tidak ada masalah teknis," ujar Eric Ryan.
Perdagangan tercatat sangat besar dengan transaksi di seluruh New York Stock Exchange mencapai 19,13 miliar, atau hampir 2 kali lipat dari tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)










































