Regional Pagi: Bursa saham Asia melemah, menyusul koreksi pada saham-saham AS di tengah kekhwatiran akan meluasnya krisis utang Eropa dan terhambatnya pemulihan ekonomi global. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc, bank dengan market value terbesar Jepang, merosot 3.4%, sekaligus memimpin pelemahan pada perusahaan keuangan. Canon In (-4.4%). BHP Billiton Ltd (-1.5%) di Sydney seiring merosotnya harga komoditas. Nikkei 225 (-3.2%) 10,520 KOSPI (-2.97%)1,634 S&P/ASX 200 (-2.8%) 4,445 STI (-2.1%) 2779
Commodity: Minyak mentah di New York melanjutkan penurunan terbesar sejak Januari 2009 seiring dengan pelemahan euro terhadap dolar AS pada kekhawatiran krisis utang Yunani akan menyebar, membatasi pertumbuhan ekonomi. Saham US melemah atau anjlok kemarin karena kekhawatiran krisis yang akan menghalang pemulihan global, sedangkan euro anjlok terbesar sejak jatuhnya pasar kredit di 2008. WTI Crude (+0.0%) $ 77.1/barrel Gold (-0.2%) USD 1,206/t oz CPO (-0.4%) RM 2,545/MT Coal (+7.3%) USD 106.1/MT Nickel (+0.6%) USD 22,050/MT Tin (+0.7%) USD 17,700/MT.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic: Rating Utang RI Terancam
Pemerintah akan mengubah strategi penerbitan utang, termasuk menunda emisi samurai bond. Peluang Indonesia menembus level investment grade dalam tempo setahun ke depan terancam. Pasalnya, lembaga pemeringkat internasional mulai mewaspadai kondisi politik di tanah air. Ia berharap agar para politikus di Tanah Air dapat mengantisipasi agar langkah atau kebijakan politik yang dilakukan tidak memicu kekhawatiran pelaku pasar. Terkait pengunduran diri Sri Mulyani dari posisi Menteri Keuangan, Rahmat mengakui hal itu juga bisa berpengaruh terhadap penilaian lembaga rating.
Kepergian Sri Mulyani untuk menjadi Managing Director World Bank berpengaruh terhadap surat utang negara (SUN). Tingkat imbal hasil (yield) SUN naik 30 basis poin (bps) hari Rabu (5/5). Selain itu, credit default swap (CDS) Indonesia naik ke level 200-206 bps dari 153 bps pekan lalu. Menurutnya, peningkatan CDS mencerminkan persepsi investor, terutama akan risiko investasi di Indonesia, pasca pengunduran diri Sri Mulyani.
Economic: Likuiditas Luber, Samurai Bond Ditunda
Rencana pemerintah menerbitkan obligasi global dalam mata uang yen Jepang alias samurai bond, mundur lagi. Kabar yang beredar di pasar, pemerintah terpaksa menunda penerbitan surat utang itu terkait dengan pengunduran diri Menteri Keuangan Sri Mulyani pada pekan ini. Sejatinya, jika sesuai dengan rencana awal, samurai bond senilai US$ 1,1 miliar diterbitkan April lalu. Tetapi, pemerintah memutuskan penundaan penerbitan surat utang tersebut hingga semester kedua 2010. Japan Bank for International Cooperation (JBIC) bertindak sebagai penerbitnya. Tahun lalu, pemerintah menarik pinjaman siaga dari JBIC melalui penerbitan samurai bond senilai ¥ 35 miliar atau US$ 350 juta.
Economic: Pemerintah Bidik Rp8 T
Pemerintah menargetkan penyerapan pembiayaan dari penerbitan obligasi ritel Indonesia (ORI)-007 pada 3 Agustus mendatang mencapai lebih dari Rp8 T. Jumlah agen penjual ORI juga ditambah dari sebelumnya 20 menjadi 23 agen. Direktur Surat Berharga Negara Direktorat Pengelolaan Utang, menuturkan target indikatif penerbitan ORI-007 pada tahun ini sama dengan hasil penerbitan sukuk ritel seri 002 yang terbit Februari lalu yakni Rp8,03 T. Namun target tersebut masih bersifat sementara karena masih menunggu masukan dari agen penjual.
Economic: BI: Ekonomi Rentan Overheating
BI menilai struktur ekonomi nasional masih rentan terlalu panas (overheating) jika pertumbuhan ekonomi mendekati level 7%, disebabkan oleh tingginya impor kebutuhan barang modal. Pjs Gubernur BI menyebutkan industri nasional yang bisa menghasilkan bahan baku sangat minim, sehingga apabila terjadi percepatan pertumbuhan ekonomi, maka impor bahan baku akan meningkat.
Europe: Sistem Perbankan Eropa Terkena Dampak Krisis Yunani
Lembaga rating Moody's kembali mengingatkan bahwa dampak dari krisis utang Yunani berisiko menular ke penurunan peringkat kredit bank di Inggris, Irlandia, Italia, Portugal, dan Spanyol. Laporan ini mengacu pada risiko utang pemerintah di Eropa pada sistem perbankan nasional. Risiko tersebut memang lebih lemah jika dibandingkan dengan risiko pengaruh langsung dari utang pemerintah Yunani yang terlihat nyata karena terkonsentrasi di bank-bank Prancis dan Jerman. Sebelumhya, lembaga Standard & Poor's pekan lalu juga menurunkan peringkat utang Yunani, Portugal, dan Spanyol.
Kemarin, ECB mempertahankan suku bunga pada rekor rendah 1%. Pekan lalu menurunkan persyaratan utang Yunani untuk digunakan sebagai jaminan atas pinjaman ECB. Beberapa analis menyarankan Presiden ECB Jean Claude Trichet mengumumkan langkah alternatif seperti pembelian obligasi untuk mendukung pasar dan mempertahankan yield obligasi negara.
Corporate News
ADHI: Adhi Realty Bukukan Penjualan 20%
PT Adhi Realty, anak usaha PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang fokus dalam bidang pengelolaan properti dan real estate, membukukan hasil penjualan 1Q10 sebesar 20% dan laba 10%, dari total target perolehan penjualan dan laba sepanjang tahun ini. Perusahaan optimistis dapat membukukan pertumbuhan penjualan rata-rata 30% per tahun dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.
ELSA: Incar Kontrak Baru Senilai US$186 Juta
PT Elnusa Tbk (ELSA) tengah mengincar kontrak bioscince, drilling, dan oilfield senilai US$186 juta atau sekitar Rp1,67 triliun. Salah satu kontraktor migas di Indonesia saat ini menender kontrak tersebut untuk salah satu ladang migas yang dikelolanya. Dari kontrak tahun ini senilai US$140 juta, sebanyak US$76 juta akan dikerjakan tahun ini. Sisanya US$64 juta menurut rencana dikembangkan pada tahun berikutnya.
PJAA: Bagi Dividen Rp 63,99 Miliar
PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) akan membagikan dividen tahun 2009 yang totalnya mencapai Rp 63,99 miliar. Dividen yang dibagikan merupakan 46,6% dari total laba bersih yang diraih PJAA pada tahun lalu. Pemegang saham akan memperoleh dividen Rp 40 per saham pada tanggal 17 Juni 2010.
UNTR: Incar 5.500 Alat Berat
PT United Tractors Tbk (UNTR) menargetkan penjualan alat berat merek Komatsu tahun ini mencapai 5.500 unit. Sementara itu, pendapatan perusahaan ditaksir bisa mencapai Rp 20 triliun. Target tersebut lebih tinggi dari pencapaian perusahaan tahun lalu yang mampu menjual alat berat komatsu sebanyak 3.400 unit. Pendapatan yang diperoleh sebesar Rp 12-13 triliun.
MEGA: Bank Mega Syariah Targetkan Laba Rp65,7 M
PT Bank Mega Syariah (BMS) menargetkan laba pada tahun ini sebesar Rp65,7 miliar. Laba tersebut naik 9,6 persen dibandingkan pencapaian tahun lalu sebesar Rp59,9 miliar. Optimisme tersebut disebabkan karena perseroan akan bermain di segmen mikro. Pada tahun lalu saja, pembiayaan segmen mikro naik dua kali lipat.
TURI: Bagi Dividen Rp 88 Per Saham
Rapat umum pemegang saham (RUPS) PT Tunas Ridean Tbk menyetujui pembagian total dividen sebesar Rp 88 per saham atau senilai Rp 122, 7 miliar dari laba bersih tahun buku 2009 sebesar Rp 310,4 miliar. Dari jumlah tersebut, sebesar Rp 72 per saham atau Rp 100,4 miliar telah dibagikan sebagai dividen interim pada Desember 2009. Sisa dividen sebesar Rp 22 miliar atau Rp 16 per saham akan dibayarkan pada Juni. Rapat juga menyetujui pengunduran diri Anton Setiawan sebagai direktur utama dan Lim Eng Poh sebagai direktur. Posisi Anton digantikan Rico Adisurja Setiawan. Adapun rapat juga menerima pengunduran diri komisaris independen Cosmas Batubara dan Debby Katharina Setiawan sebagai komisaris perseroan.
BHIT: Cetak Laba Rp153 Miliar
PT Bhakti Investama Tbk (BHIT) mencetak laba bersih Rp153 miliar pada kuartal I tahun ini dari posisi rugi bersih Rp124 miliar pada periode yang sama tahun lalu. Dalam siaran pers Bhakti Investama yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia siang ini disebutkan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisask (EBITDA) melonjak 91% pada kuartal I tahun ini menjadi Rp544 miliar dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp285 miliar. Pendapatan Bhakti pada kuartal I tahun ini meningkat 17% menjadi Rp1,5 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu Rp1,3 triliun.
BBNI: Gandeng United Tractors Salurkan Kredit
Bank BNI semakin gencar mencari peluang pasar untuk menyalurkan kredit. Bank pelat merah beraset ketiga terbesar di tanah air ini bekerjasama dengan perusahaan penyedia alat berat, PT United Tractors Tbk, untuk membuka fasilitas penyediaan kredit pembelian alat berat kepada pelaku industri sektor pertambangan. BNI menargetka penyaluran kredit alat berat ini bisa mencapai Rp 800 miliar sampai Rp 1 triliun. Jenis kreditnya nanti termasuk kategori kredit investasi menengah dengan tenor maksimal lima tahun.
SMAR: Keberatan Dianggap Kartel Minyak Goreng
PT Smart Tbk (SMAR) sedang menyiapkan pengajuan keberatan sesuai dengan ketentuan yang berlaku terkait dengan putusan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) yang menyatakan perseroan terlibat kartel minyak goreng. Perseroan berharap bisa mendapatkan keadilan dan kepastian hukum dengan pengajuan keberatan ini.
BMTR: Global Mediacom Akusisi MNC Sky Vision
PT Global Mediacom Tbk (BMTR) segera mengakuisisi 100% saham PT MNC Sky Vision (Indovision) setelah induk usaha Global Mediacom, yaitu PT Bhakti Investama Tbk berencana melepas 20% saham MNC Sky Vision. Global Mediacom akan membeli saham tersebut guna meningkatkan nilai kepemilikan saham kelompok usaha media itu pada perusahaan televisi berbayar.
ELTY: Bakrieland Lepas 3 Menara di Kota Baru Perumnas
PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) dan Perum Perumnas segera meluncurkan Sentra Timur Residences (STR), apartemen kelas menengah yang terdiri dari 11 tower dengan nilai investasi sedikitnya Rp 800 miliar, di kawasan terpadu Kota Baru Perumnas. Pada tahap I, PT Bakrie Pangripta Loka, anak usaha Bakrieland itu dijadwalkan melakukan serah terima 3 tower atau 1.327 unit, dari total 11 menara (4.339 unit), pada 1 Juli.
SMRA: Jadwal Pembagian Dividen
PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) berencana membagikan dividen tunai tahun buku 2009 sebesar Rp 8 per saham. Berikut ini adalah jadwal pembagian dividen tunai tersebut:
Cum dividen di Pasar reguler dan Negosiasi : 27 Mei 2010
Ex dividen di Pasar Reguler dan Negosiasi : 31 Mei 2010
cum dividen di Pasar Tunai : 2 Juni 2010
Ex dividen di Pasar Tunai : 3 Juni 2010
Recording date : 2 Juni 2010
Payment date : 15 Juni 2010.
Corporate News
- ADHI: Adhi Realty Bukukan Penjualan 20%
- ELSA: Incar Kontrak Baru Senilai US$186 Juta
- PJAA: Bagi Dividen Rp 63,99 Miliar
- UNTR: Incar 5.500 Alat Berat
- MEGA: Bank Mega Syariah Targetkan Laba Rp65,7 M
- TURI: Bagi Dividen Rp 88 Per Saham
- BHIT: Cetak Laba Rp153 Miliar
- BBNI: Gandeng United Tractors Salurkan Kredit
- SMAR: Keberatan Dianggap Kartel Minyak Goreng
- BMTR: Global Mediacom Akusisi MNC Sky Vision
- ELTY: Bakrieland Lepas 3 Menara di Kota Baru Perumnas
- SMRA: Jadwal Pembagian Dividen
Rumor
Saham PT Energy Mega Persada Tbk (ENRG) bakal dikerek ke level Rp200-250 per saham, seiring kabar perseroan telah mneyediakan dana untuk finalisasi blok Masela di Sulawesi pada Juni 2010. Di sisi lain, perburuan terhadap saham-saham Grup Bakrie turut menopang pergerakan ENRG.
PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK) kabarnya mendapatkan suntikan dana dari bank lokal untuk mengembangkan konstruksi di Surabaya, Jawa Timur. Bank lokal tersebut kabarnya akan mendanai DGIK untuk proyek infrastruktur pemerintah yang menelan dana triliunan rupiah. DGIK konon akan dibawa ke level RpRp15-200 per saham untuk jangka pendek, apalagi perseroan akan menaikan kepemilikan saham pada proyek jalan tol Waru-Wonokromo-Tanjung Perak menjadi 25%.
Technical Picks
- ASII (41900) – Spec Buy
- AALI (20950) – Spec Buy
- BUMI (2350) – Spec Buy
- UNTR (17550) – Spec Buy.
Earning Watch
- ELSA: Laba Bersih Tumbuh 25% pada 1Q10
- BSDE: Laba Bersih Naik 55% pada 1Q10
- PNBN: Laba bersih Bank Panin melonjak 221%.
(qom/qom)











































