IHSG dibuka turun ke level 2.808,735 dan langsung merosot tajam ke level 2.705,205, anjlok 105 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.810,616.
Pada awal perdagangan, IHSG langsung melorot tajam lantaran adanya tekanan jual hebat pada seluruh saham unggulan tanpa diiringi adanya posisi beli yang memadai, sehingga harga-harga saham langsung terkoreksi tajam. Investor kelihatannya menunggu titik terendah (bottom) koreksi di awal perdagangan tadi pagi, sebelum akhirnya mulai melakukan pembelian selektif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dan tentunya, munculnya daya beli pada sejumlah saham unggulan lainnya berhasil mengurangi besarnya penurunan, meskipun masih berada di zona negatif. Namun pengikisan koreksi lumayan mengangkat IHSG dari titik terendahnya hari ini.
Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual dengan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 236 miliar.
Pada perdagangan Jumat (7/5/2010), IHSG ditutup anjlok 48,883 poin (1,73%) ke level 2.761,733. Indeks LQ 45 juga turun 10,891 poin (2,01%) ke level 530,000.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 48.474 kali pada volume 2,324 miliar lembar saham senilai Rp 2,700 triliun. Sebanyak 34 saham naik, 181 saham turun dan 34 saham stagnan.
Seluruh bursa regional Asia masih turun cukup dalam, namun sudah tampak adanya daya beli yang mengikis laju penurunan di awal perdagangan tadi pagi.
- Indeks Shanghai turun 18,94 poin (0,69%) ke level 2.720,76.
- Indeks Hang Seng turun 100,19 poin (0,50%) ke level 20.033,22.
- Indeks Nikkei 225 merosot 287,28 poin (2,69%) ke level 10.408,31.
- Indeks Strait Times turun 19,81 poin (0,70%) ke level 2.819,84.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Gudang Garam (GGRM) naik Rp 600 ke Rp 28.800, Smart (SMAR) naik Rp 250 ke Rp 3.875, Matahari Dept Store (LPPF) naik Rp 225 ke Rp 2.675, Unilever (UNVR) naik Rp 200 ke Rp 15.100, Matahari Putra Prima (MPPA) naik Rp 90 ke Rp 1.120.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.150 ke Rp 40.750, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 34.850, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 700 ke Rp 17.250, United Tractors (UNTR) turun Rp 550 ke Rp 17.000.
Â
Â
(dro/qom)











































