Demikian disampaikan oleh CEO CIMB Group Dato' Sri Nazir Razak dalam jumpa pers usai RUPS CIMB Group di Sime Derby Convention Center, Kuala Lumpur, Jumat (7/10/2010).
"Kita berniat untuk melakukan secondary offering di Indonesia segera. Namun sekarang tinggal tergantung Bapepam saja dalam mengeluarkan aturan," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Masyarakat Indonesia mempunyai kesempatan selain memiliki saham CIMB Niaga, juga CIMB Group. Tapi kami masih tunggu aturan Bapepam. Begitu aturan keluar, kami akan jadi perusahaan asing pertama yang listing di Indonesia," janjinya.
Saat ini nilai kapitalisasi pasar CIMB Group mencapai US$ 15 miliar di Malaysia. Melalui dual listing ini, perseroan menargetkan nilai kapitalisasi yang lebih tinggi.
Seperti diketahui, CIMB Group merupakan induk usaha dari Bank CIMB Niaga yang juga sudah mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia.
"Jadi kalau ditanya kapan (dual listing), pokoknya kita tunggu Bapepam," tegasnya.
(dnl/qom)











































