Akuisisi RIM, Barito Pacific Terbitkan Surat Utang US$ 25 Juta

Akuisisi RIM, Barito Pacific Terbitkan Surat Utang US$ 25 Juta

- detikFinance
Jumat, 07 Mei 2010 15:21 WIB
Akuisisi RIM, Barito Pacific Terbitkan Surat Utang US$ 25 Juta
Jakarta - PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tengah memproses akuisisi 100% saham PT Royal Indo Mandiri (RIM), sebuah perusahaan perkebunan Kelapa Sawit milik Prajogo Pangestu senilai US$ 25 juta. Dananya akan diperoleh dengan menerbitkan surat utang kepada Magna Resources Corp Pte Ltd (MRC) senilai sama.

Demikian berdasarkan pengumuman perseroan, Jumat (7/5/2010).

Transaksi ini merupakan transaksi terafiliasi. Sebab, baik BRPT, MRC maupun RIM merupakan perusahaan milik pengusaha kaya Prajogo Pangestu dan Agus Salim Pangestu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mekanisme akuisisi ini adalah BRPT akan mengambil alih 100% saham RIM senilai US$ 25 juta. Untuk pendanaannya, BRPT akan menerbitkan surat utang senilai US$ 25 juta yang akan dibeli sepenuhnya oleh MRC.

Dana hasil penerbitan obligasi BRPT senilai US$ 25 juta akan digunakan untuk mengambil alih obligasi konversi yang diterbitkan RIM kepada Forrestal Holding Ltd senilai US$ 24,4 juta.

Obligasi konversi ini dapat ditukarkan dengan saham PT Grand Utama Mandiri (GUM) dan PT Tintin Boyok Sawit Makmur (TBSM). Kedua perusahaan tersebut merupakan anak usaha RIM.

Kemudian sisa dananya akan digunakan untuk mengambil alih 99% saham RIM yang dimiliki oleh Agus Salim Pangestu serta 1% saham RIM yang dimiliki oleh Reza Andriansyah. Akuisisi 100% saham RIM ini dilakukan melalui PT Griya Idola (GI), anak usaha BRPT.

Dengan skema ini, RIM tidak perlu melepaskan dua anak usahanya, GUM dan TBSM kepada Forrestal saat obligasi konversi RIM jatuh tempo nanti.

Saat ini RIM memiliki lahan seluas 29.000 hektar di Kalimantan Barat dan ditargetkan pada tahun 2010 memiliki lahan seluas 41.000 hektar dengan 14.000 hektar tertanam.

"Kami akan meminta izin dari para pemegang saham saat Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan yang akan diselenggarakan pada 7 Juni mendatang," kata Senior VP Investor Relations Agustino Sudjono.

Agustino mengatakan, BRPT memiliki komitmen yang kuat agar RIM terus berkembang. Dalam blue print bisnis perkebunan BRPT, rencananya pada tahun 2015, RIM akan memiliki lahan 250.000 hektar dengan area tertanam 100.000 hektar.

Selain itu, pada tanggal 5 Mei 2010, BRPT juga menggandeng kerjasama dengan Badan Usaha Milik daerah (BUMD) Jawa Timur dan Madura dalam bidang usaha minyak dan gas bumi pada Madura Offshore PSC.

Dengan investasi tersebut, Barito Pacific memiliki 49% saham pada PT Petrogas Pantai Madura (PPM) yang memiliki investasi di Madura Offshore sebesar 10%.

"Perseroan akan memberikan fasilitas pembiayaan untuk modal kerja kepada PT PPM sampai dengan US$ 8,5 juta," papar

Investasi ini merupakan bagian dari rencana Barito Pacific menjadi perusahaan berbasis sumber daya yang terdiversifikasi. "Saat ini Perseroan juga tengah menjajaki sejumlah peluang investasi lain di sektor minyak dan gas bumi," imbuhnya.

 

 

 
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads