Bapepam Yakin Koreksi Tajam IHSG Hanya Sementara

Bapepam Yakin Koreksi Tajam IHSG Hanya Sementara

- detikFinance
Jumat, 07 Mei 2010 15:41 WIB
Bapepam Yakin Koreksi Tajam IHSG Hanya Sementara
Jakarta - Pelemahan tajam IHSG dalam dua hari terakhir dinilai Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) hanya bersifat temporer atau sementara karena terseret sentimen negatif krisis di Yunani semata.

"Ini bukan jangka panjang, koreksi saja karena ada Greek dan Eropa," ujar Ketua Bapepam-LK Fuad Rahmany, saat ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (7/5/2010).

Menurutnya, pelemahan indeks lumrah terjadi, namun tidak sebesar dampak krisis di tahun 2008. "Kita kan baru saja selesai resesi global, resesi besar di sejarah dunia. Proses recovery ada naik-turun kan," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lanjutnya, "letupan kecil masih terjadi, bukan letupan besar. Semuanya hanya koreksi terhadap pertumbuhan indeks. Tidak akan  lama," paparnya.

Namun kekhawatiran anjloknya IHSG yang terus berlanjut, seperti dipercaya sejumlah analis pasar saham. Salah satunya Pardomuan Sihombing, analis dari PT Paramitra Alfa Sekuritas. Menurutnya, penurunan IHSG diperkirakan akan terus berlanjut.

Aksi ini didorong oleh kejatuhan bursa dunia dan regional yang terjadi, seperti bursa Wall Street dilanda kepanikan dengan anjloknya indeks Dow Jones anjlok hingga 1.000 poin. Kepanikan investor asing (foreign) terhadap indeks domestik juga dipicu oleh pesimisne pemulihan ekonomi di Eropa, khususnya Yunani.

"Kalau melihat rasionya, ada indikasi penurunan semakin besar," ujar Pardomuan saat dihubungi detikFinance.

Ia menambahkan, investor masih menunggu bagaimana negara-negara di Eropa dapat membantu pemulihan krisis yang ada di Yunani. Jika tidak, diprediksi pemulihan Yunani akan berlangsung lebih lama dari yang direncanakan.

"Yunani lebih parah dari Subprime (Morgate). Kalau Subprime bisa dibailout hingga suku bunga bisa turun. Kalau di Yunani, stimuluis moneter yang kena. Kalau mau diturunin, samoai berapa lagi? Kita lihat bagaimana negara-negara bisa bantu Yunani, karena jika mencetak uang juga tidak efektif. Rata-rata kan mereka pakai mata uang Euro," jelasnya.

Sementara Menteri BUMN Mustafa Abubakar mengatakan, pihaknya akan tetap meneruskan rencana IPO sejumlah BUMN pada tahun ini meski pasar finansial kini sedang bergejolak.

"Saya melihat belum ada satu upaya khusus yang perlu dilakukan oleh kementerian BUMN atau BUMN yang bersangkutan untuk meminimalisasi resiko-resiko itu di pasar," kata Mustafa.

Mustafa mengakui mundurnya Sri Mulyani dari posisinya sebagai Menkeu memang telah membuat shock pasar modal. Untuk itu ia berharap agar kondisi umum pasar modal di dalam negeri akan segera kembali dalam keadaan normal.

"Karena ini shock pemberitaan sangat terasa secara nasional dan itu adalah hal wajar. Jadi ini segera kembali alam keadaan normal," imbuhnya.

Seperti diketahui, pada tahun ini BUMN yang berniat IPO adalah Garuda Indonesia dan Krakatau Steel (KS) akan melakukan IPO.

 

 

 
(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads