IHSG dibuka turun ke level 2.808,735 dan langsung merosot tajam hingga sempat menyentuh ke level 2.705,205, anjlok 105 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.810,616.
Penurunan tajam IHSG di awal perdagangan terutama disebabkan adanya aksi jual massif tanpa diiringi posisi beli yang memadai, sehingga harga-harga saham langsung mengalami koreksi cukup dalam. Tidak ada saham unggulan yang selamat dari koreksi di awal perdagangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, pada perdagangan sesi II IHSG kembali terkoreksi semakin dalam, terutama setelah melihat pembukaan bursa-bursa Eropa yang masih melanjutkan koreksi dengan rata-rata lebih dari 1%.
Investor asing pun terus melakukan penarikan dana tunai yang menjadi salah satu pemicu aksi jual di lantai bursa. Kekhawatiran tentang situasi perekonomian global membuat investor asing memilih memegang dana tunai ketimbang memegang portofolio efek.
Aksi jual asing ini lantas menimbulkan kepanikan investor lokal yang kemudian ikutan memberikan tekanan jual.
Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 2,181 triliun, sedangkan aksi beli asing sebesar Rp 1,507 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 674,801 miliar.
Pada perdagangan Jumat (7/5/2010), IHSG ditutup anjlok 71,283 poin (2,53%) ke level 2.739,333. Indeks LQ 45 juga turun 15,521 poin (2,86%) ke level 525,370.
Sementara nilai tukar rupiah melemah ke level 9.215 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.190 per dolar AS. Rupiah hari ini sempat merosot hingga 9.370 per dolar AS.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 93.160 kali pada volume 4,350 miliar lembar saham senilai Rp 5,670 triliun. Sebanyak 33 saham naik, 206 saham turun dan 45 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia turun semakin dalam pada perdagangan siang, seiring dengan pembukaan bursa-bursa Eropa yang didominasi koreksi di atas 1%.
- Indeks Shanghai turun 51,32 poin (1,87%) ke level 2.688,38.
- Indeks Hang Seng turun 213,12 poin (1,06%) ke level 19.920,29.
- Indeks Nikkei 225 merosot 331,10 poin (3,10%) ke level 10.364,59.
- Indeks Strait Times turun 14,72 poin (0,52%) ke level 2.824,93.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 850 ke Rp 14.400, Smart (SMAR) naik Rp 250 ke Rp 3.875, Matahari Dept Store (LPPF) naik Rp 225 ke Rp 2.675, Goodyear (GDYR) naik Rp 100 ke Rp 13.800, Adira (ADMF) naik Rp 50 ke Rp 9.050.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.700 ke Rp 34.300, Astra International (ASII) turun Rp 1.700 ke Rp 40.200, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 750 ke Rp 17.200, Astra Agro (AALI) turun Rp 750 ke Rp 20.200, United Tractors (UNTR) turun Rp 600 ke Rp 16.950.
Â
Â
(dro/qom)











































