"Untuk underwriter kami sudah tunjuk Danareksa, Mandiri dan Trimegah," kata Kepala Divisi Keuangan Korporat Direktorat Keuangan PLN Yusuf Hamdani saat dihubungi detikFinance, Minggu (9/5/2010).
Yusuf menjelaskan, rencananya obligasi senilai Rp 3 triliun itu akan diterbitkan paling lambat bulan Juni tahun ini. Saat ini, seluruh persyaratan penerbitan obligasi tersebut sedang diproses oleh Badan Pengawas Pasar Modal Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Obligasi ini akan diterbitkan dengan denominasi mata uang rupiah, dalam 2 bentuk yaitu obligasi konvensional dan sukuk. Dana hasil penerbitan obligasi paling besar akan digunakan untuk mendanai pembangunan transmisi dan distribusi dalam proyek 10.000 MW tahap I. (epi/epi)










































