IHSG Menapak Hati-hati

Rekomendasi Saham

IHSG Menapak Hati-hati

- detikFinance
Senin, 10 Mei 2010 07:20 WIB
IHSG Menapak Hati-hati
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu mengalami guncangan yang sangat besar. IHSG bahkan akhirnya harus menutup pekan di bawah level psikologis 2.800.

Kejatuhan bursa-bursa utama dunia, plus 'kejutan' dari pengunduran diri Sri Mulyani sebagai Menkeu cukup kuat menyeret IHSG terus menerus tertekan di teritori negatif. IHSG bahkan tak pernah berakhir di teritori positif sepanjang pekan lalu.

"IHSG pada penutupan Jumat lalu kembali melemah melanjutkan penurunan besar yang terjadi sehari sebelumnya. Tercatat 3 hari perdagangan berturut-turut, investor asing melakukan net selling besar-besaran," jelas Purwoko Sartono, analis dari Panin Sekuritas.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, hal ini merupakan imbas dari krisis Yunani yang dikhawatirkan merambat ke negara lain seperti Portugal, Spanyol, dan Italia. Selain itu berita mundurnya Sri Mulyani pada pekan lalu menjadi berita terpanas dan secara langsung berpengaruh terhadap pasar finansial.

"Nilai tukar Rupiah melemah, imbal hasil obligasi dan CDS bergerak naik merefleksikan meningkatnya resiko Indonesia dimata investor asing," jelasnya.

Pergerakan IHSG sepanjang pekan lalu adalah:

  • Senin (3/5/2010), IHSG turun 10,357 poin (0,34%) ke level 2.960,895.
  • Selasa (4/5/2010), IHSG melemah 1,880 poin (0,06%) ke level 2.959,015.
  • Rabu (5/5/2010), IHSG merosot 112,776 poin (3,81%) ke level 2.846,239.
  • Kamis (6/5/2010), IHSG turun 35,623 poin (1,25%) ke level 2.810,616.
  • Jumat (7/5/2010), IHSG anjlok 71,283 poin (2,53%) ke level 2.739,333.

Sentimen negatif masih menaungi bursa Indonesia yakni dari berlanjutnya pelemahan di Wall Street. Namun sebagian bursa regional yang sudah pulih membuat IHSG akan mulai melakukan perlawanan. IHSG pada perdagangan Senin (10/5/2010) diprediksi bergerak fluktuatif dengan kecenderungan melemah.

Investor akan terus mencermati gerak bursa regional lain, termasuk data PDB yang akan dirilis Badan Pusat Statistik hari ini. Investor juga akan mencermati perkembangan dari pemilihan menteri keuangan baru.

Bursa Wall Street akhir pekan lalu masih bergerak melemah, seiring berlanjutnya sentimen negatif dari krisis utang Yunani. Pada perdagangan Jumat (7/5/2010), indeks Dow Jones ditutup merosot 139,89 poin (1,33%) ke level 10.380,43. Indeks Standard & Poor's 500 juga merosot 17,27 poin (1,53%) ke level 1.110,88 dan Nasdaq merosot 54 poin (2,33%) ke level 2.265,64.

Namun Bursa Tokyo sudah mulai pulih. Pada perdagangan Senin, indeks Nikkei-225 dibuka naik tipis 34,46 poin (0,33%) ke level 10.399,05. Pasar finansial Asia juga mulai stabil setelah IMF menyepakati pinjaman 30 miliar euro untuk Yunani.

Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:

Panin Sekuritas:

Awal pekan ini kami melihat indeks masih akan melanjutkan penurunannya. Belum ada sinyal akan terjadinya pembalikan arah seiring belum adanya sentimen positif baik dari eksternal maupun internal dalam negeri. Meski demikian, kami juga melihat peluang untuk melakukan buy on weakness pada saham-saham bluechip. Faktor sentimen seperti mundurnya Menkeu, diyakini hanya sementara. Disisi lain perlu diingat fundamental ekonomi Indonesia masih cukup baik dan stabil. Kami proyeksikan kisaran support-resistance 2.702-2.780.

OSK Nusadana Securities Indonesia:


IHSG hari ini akan memasuki fase penentuan, apakah mampu bertahan diatas level 2,700 atau tidak. Strong support IHSG jangka panjang akan diuji pada level 2,696.05 dengan batas toleransi koreksi ke level 2,677.41. Dan jika level ini tidak dapat dipertahankan maka IHSG berpotensi ke seperti 2,619.12

Namun jika kita perhatikan lebih lanjut pada pada indikator MACD DEMA Optimized, IHSG saat ini makin mendekati support trendline pada indikator seiring dengan daily risk saat ini sekitar level 28.81 % serta adanya kemungkinan DJIA akan segera mengakhiri negative divergence-nya .

Dan jika mampu bottom reversal maka resistance terdekat sekitar level Q (2,771.89) yang sekaligus indikator MACD DEMA cenderung untuk golden cross.

Beberapa saham pilihan hari ini adalah :


  • BBCA  (4,925) ; S : 4,650, R : 5,250 , Buy on Weakness
  • BMRI (5,150) ; S : 4,900, R : 5,300, Buy on Weakness
  • INCO (4,225) ; S : 3,850, R : 4,850, Buy on Weaknes
  • LSIP (8,700) ; S : 8,500, R : 9,150, Buy on Weakness
  • PGAS (3,800) ; S : 3,600, R : 4,100. Buy on Weakness.

eTrading Securities:

Pada perdagangan minggu lalu IHSG sempat menguat hingga menyentuh level tertinggi di 2996 yang juga merupakan level resistance trendline dan pada minggu lalu juga terdapat beberapa yang membawa IHSG dalam koreksi seperti potensi diturunkannya peringkat hutang portugal, krisis yunani dan juga koreksi hebat yang terjadi di dow jones yang menyebabkan terjadinya koreksi hingga mencapai 991 point sebelum akhirnya ditutup pada saat melemah 347.8 point. Pada minggu ini IHSG berada pada support 1 pada level 2689 dan support 2 pada 2643. Jika kita lihat dari stochastic yang masih dalam trend menurun dan belum menunjukan reversal dan dari RSI yang telah meninggalkan area bullish dan memasuki area bearish walaupun belum berada di area oversold, maka IHSG pada hari ini berada pada kisaran 2689 – 2776.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads