"Free cash kita aja Rp 1,5 triliun. Untuk tahun ini, capex Rp 800 miliar. Sebagian besar untuk Ciputra World. Sisanya, sekitar 2%, untuk renovasi Hotel Ciputra di Jakarta dan Semarang," kata Direktur & Corporate Secretary CTRP, Arthadinata Djangkar, seusai press confrence penandatangan kontrak dengan main contractor Ciputra World di Jalan DR Satrio, Jakarta, Senin (10/5/2010).
Menurutnya, pembangunan superblok Ciputra World di area seluas 5,5 ha ditargetkan akan rampung pada akhir tahun 2012. Disana nantinya akan berdiri bangunan 52 lantai dan diperuntukkan untuk prime market.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada Mei 2012 kami targetkan mal sudah dapat dioperasikan. Apartemen My Home rampung pada pertengahan 2012. Sedangkan untuk Raffles Hotel and Residences kami perkirakan pada akhir 2012," jelasnya.
Total investasi keseluruhan proyek diperkirakan mencapai Rp 3 triliun di luar biaya akuisisi lahan. Dan Rp 5 triliun jika lahan di area DR. Satrio diperhitungkan.
Pendanaan proyek Ciputra World ini akan didapatkan dari kas internal, dari penjualan awal (pre selling). Perseroan juga membuka opsi untuk pinjaman perbankan, dan akan terealisasi pada akhir 2011.
"Sampai saat ini, dana kita cukup. Tapi opsi itu tetap ada. Ada yang menawarkan ke kita," ucapnya.
Saat ini, perseroan telah menghabiskan sekitar Rp 600 miliar untuk pengerjaan tahap awal pendirian pondasi dan konstruksi sub-structure. Perseroan, melalui anak usaha PT Ciputra Adigraha, telah menunjuk tiga kontraktor utama untuk proyek Ciputra World yaitu PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON), PT Tatamulia Nusantara Indah, dan PT Nusantara Raya Cipta dengan total nilai kontrak sebesar Rp 1,055 triliun.
Proses pembangunan proyek ini sekarang dalam tahap penyelesaian struktur bagian bawah termasuk basement yang digarap oleh JKON dengan nilai kontrak sebesar Rp 170 miliar.
Ia mengungkapkan, perseroan berencana akan menjual sekitar 25 unit apartemen My Home di proyek tersebut pada semester II-2010, dengan nilai berkisar Rp 80 miliar.
Hingga akhir 2008, perseroan telah menjual sebanyak 58 unit senilai Rp 150 miliar. Setelah enam bulan pre selling, perseroan menghentikan langkahnya akibat krisis global yang melanda.
"Kami menunggu saat yang tepat untuk menjual lagi. Pada 2008 harga jual awal sekitar Rp 17,5 juta per meter persegi. Tahun ini harganya kami harap bisa mencapai Rp 25 juta per meter. Dari penjualan 25 unit apartemen tahun ini," paparnya.
Â
Â
(wep/dro)











































