Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.739,927 dan kemudian menguat tajam hingga sempat menyentuh level 2.860,050, melejit 121 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level 2.739,333.
Kepastian kucuran dana US$ 1 triliun dari IMF dan Uni Eropa guna mengatasi krisis utang Yunani, Portugal, Spanyol dan sebagainya memberikan sentimen positif di seluruh bursa global.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini dipenuhi aksi beli massif yang memicu seluruh harga saham-saham unggulan menguat tajam. Indeks saham sektoral seluruhnya menguat dipimpin oleh indeks saham pertambangan yang naik lebih dari 5%.
Sedangkan indeks saham perkebunan, konsumsi, properti, infrastruktur, aneka industri, keuangan dan sebagainya, naik antara 3-5%. IHSG pun melejit tajam lebih dari 4%, rekor kenaikan tertinggi tahun ini.
Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,707 triliun, sedangkan aksi beli asing sebesar Rp 1,580 triliun. Nilai penjualan bersih asing (foreign net sell) hanya sebesar Rp 126,556 miliar.
Pada perdagangan Senin (10/5/2010), IHSG ditutup naik tajam 111,094 poin (4,05%) ke level 2.850,427. Indeks LQ 45 juga naik tajam 24,049 poin (4,57%) ke level 549,419.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 138.912 kali pada volume 6,763 miliar lembar saham senilai Rp 6,241 triliun. Sebanyak 214 saham naik, 36 saham turun dan 45 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia seluruhnya menguat tinggi seiring dengan pembukaan bursa-bursa Eropa yang naik 5-7%.
- Indeks Shanghai naik 10,37 poin (0,39%) ke level 2.698,76.
- Indeks Hang Seng melesat 506,35 poin (2,54%) ke level 20.426,64.
- Indeks Nikkei 225 menguat 166,11 poin (1,60%) ke level 10.530,70.
- Indeks Strait Times melejit 64,42 poin (2,28%) ke level 2.885,53.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 2.400 ke Rp 42.600, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 1.850 ke Rp 36.150, United Tractors (UNTR) naik Rp 1.700 ke Rp 18.650, Indocement (INTP) naik Rp 1.100 ke Rp 15.850, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 700 ke Rp 17.900.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Merck (MERK) turun Rp 2.500 ke Rp 72.000, BTPN turun Rp 200 ke Rp 7.200, Inovisi (INVS) turun Rp 80 ke Rp 1.050, BFI Finance (BFIN) turun Rp 75 ke Rp 2.225, Tri Polyta (TPIA) turun Rp 50 ke Rp 2.150.
Â
Â
(dro/qom)











































