Menurut Wakil Presiden Direktur Petrus Halim, perseroan sedang melakukan tahap due diligence rencana right issue dan juga akuisis KP Batubara dan Nikel. Jika rencana akuisisi telah disepakati, perseroan akan menerbitkan saham baru.
"Proposal (KP) setiap hari ada saja. Namun kami masih di tahap due diligence. Nantinya kita akan issue Rp 300-500 miliar untuk pendanaan akuisisi tersebut," ujarnya dalam paparan publik di Hotel Intercontinental Mid Plaza, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (10/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tergantung. Kita pilih-pilih lokasi. Yang jelas harus dekat dengan infrastruktur seperti air. Kalau kalori bisa di sekitar 5.000, asal jalurnya baik. Tidak terganggu. Kalau kalori 7.000 tapi sulit buat apa," katanya.
Perseroan tetap membuka diri untuk pinjaman perbankan, jika total investasi untuk akuisisi tersebut ternyata masih kurang. Namun, dirinya masih belum bisa menyebut berapa komitmen pembiayaan yang disediakan pihak perbankan.
"Kalau bank bisa saja. Tapi komitmen pasti belum ada. Baru oral (lisan). Ada beberapa, utamanya dari bank Asing. Mereka seperti semut melihat gula. Berbondong-bondong, karena Batubara merupakan bisnis yang baik," paparnya.
Sementara sepanjang triwulan I-2010, perseroan mencatat pendapatan sebesar Rp 350 miliar atau setara dengan 90% dari yang ditargetkan semula. Laba bersih pun selama tiga bulan pertama 2010, sekitar Rp 13 miliar.
"Kami bangga dengan pencapaian ini. Memang lebih baik lagi di quarter III dan IV. Dan sepanjang 2010, kami menargetkan pendapatan Intraco menjadi Rp 1,5 trilun atau naik 50% dari tahun lalu. Bottom line juga akan mencapai Rp 71 miliar. Lebih baik dari 2009 yang Rp 37 miliar," imbuhnya.
Â
Â
(wep/dro)











































