150 Nasabah Optima Belum Laporkan Dana ke KSEI

150 Nasabah Optima Belum Laporkan Dana ke KSEI

- detikFinance
Senin, 10 Mei 2010 19:03 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) heran masih adanya 150 nasabah PT Optima Kharya Capital Securities (OKCS), yang belum melaporkan dananya ke KSEI. Padahal BEI telah mengamanatkan manajemen Optima untuk menghubungi para nasabahnya untuk melapor.

Menurut Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Urip Budhi Prasetyo, pihaknya masih menunggu laporan sisa kepemilikan nasabah di OKCS. Ia justru menduga, pemilik rekening tersebut memiliki utang kepada perusahaan, hingga enggan melaporkan rekeningnya ke KSEI.

"Saya juga bingung kenapa. Apa mungkin mereka punya utang. Sisanya sekitar 150 (rekening) yang belum lapor," jelas Urip saat ditemui detikFinance di gedung BEI, SCBD, Jakarta, Senin (10/5/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pihaknya pun mengharapkan sampai akhir bulan ini, seluruh daftar pemilik rekening nasabah OKCS sudah ada di tangan KSEI. Jika tidak, pencairan dana nasabah akan terus terkatung-katung.

"Akhir bulan ini mudah-mudahan sudah semua. Sampai saat ini kan sudah lapor 250. Nanti kalau belum juga akan lama seperti Sarijaya," ungkapnya.

Ia menambahkan, BEI terus memproses dugaan penggelapan dana nasabah oleh manajemen PT Optima Kharya Capital Management (OKCM). Namun lebih lanjut, langkah ini berada di bawah komando Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK).

"Kalau itu terus kita periksa. Itu wilayah Bapepam," papar Urip.

Sebelumnya, Bapepam-LK memang menemukan 150 rekening bermasalah, saat tim internal melakukan verifikasi data nasabah PT Optima Kharya Capital Securities. Data dalam rekening-rekening ini dinilai tidak sinkron dengan nilai efek nasabah.

Namun Kepala Biro Transaksi Lembaga Efek Bapepam-LK, Nurhaida  belum bisa menjelaskan, berapa total nominal dari sisa dana nasabah OKCS yang bermasalah. Pasalnya, proses pemeriksaan terus berjalan dan belum final. Diperkirakan masih ada lagi beberapa rekening yang diindikasi bermasalah.

"Kami masih menunggu klaim nasabah untuk dicocokkan dengan BOFIS dan C-BEST," jelas Nurhaida waktu itu.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads