Jumlah Pelanggan Indosat Naik 17,6%

Jumlah Pelanggan Indosat Naik 17,6%

- detikFinance
Senin, 10 Mei 2010 19:18 WIB
Jakarta - Sepanjang kuartal I-2010, PT Indosat Tbk (ISAT) berhasil memacu pertumbuhan pelanggannya sebesar 17,6% menjadi 39,1 juta pelanggan, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 33,3 juta. Pertumbuhan tersebut telah mendongkrak pendapatan operasional konsolidasi perseroan tumbuh sebesar 2,6% atau mencapai Rp 4,73 triliun.

Besarnya pertumbuhan jumlah pelanggan itu  membuat perolehan laba bersih Indosat selama kuartal I-2010 naik menjadi Rp 285,9 miliar dari Rp 119,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu. "Dari perolehan laba bersih itu, 75% berasal dari bisnis seluler," kata Direktur Utama PT Indosat Tbk Harry Sasongko dalam siaran pers, Senin (10/5/2010).

Harry yakin kinerja Indosat akan lebih membaik karena sejumlah program efiensi dan perbaikan kualitas layanan yang dilakukan dalam beberapa waktu terakhir sudah menunjukkan hasil.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Peningkatan kinerja pada kuartal I itu memberikan indikasi awal bahwa berbagai perbaikan melalui pelaksanaan program strategis perusahaan telah menunjukkan dampak positif," katanya.

Untuk jaringan layanan data Indosat baru saja melakukan modernisasi dengan menggandeng vendor dari Swedia, Ericsson.  Melalui program ini secara bertahap Indosat akan mengganti menara pemancar telekomunikasi (BTS) yang digunakan dengan teknologi seperti perangkat radio dengan kemampuan Multi Standard Radio (MSR) yang  memungkinkan satu kabinet Radio Base Station (RBS) untuk memancarkan sinyal multi GSM, WCDMA, LTE (long term evolution).

Dengan teknologi MSR ini, Indosat siap mengadopsi evolusi teknologi dalam layanan telepon seluler dan dengan cepat dapat merealisasikan layanan LTE dan 4G di masa mendatang.

"Modernisasi jaringan akan menghemat biaya operasional karena dapat menghemat konsumsi listrik 50% dan menghemat ruang sampai 67%. Kami sangat bangga dapat menghadirkan akses internet tercepat DC-HSPA+ 42 Mbps per usser sebagai yang pertama di Asia dan kedua di dunia,"  katanya.

Terkait dengan upaya-upaya tersebut lanjut Harry, pihaknya menyiapkan pembelanjaan modal (capex) sebesar US$ 1 miliar hingga US$ 1,2  miliar dan mengalokasi belanja modal sebesar US$ 550 juta sampai US$ 700 juta untuk 2010.

"Belanja modal tetap tumbuh. Namun kami akan lebih hati-hati dalam pengeluarannya agar lebih tepat guna, tepat waktu, dan efisien," kata  Harry.

(dnl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads