Penguatan saham-saham terjadi setelah Uni Eropa dan IMF sepakat menyediakan dana untuk penanganan krisis hingga 750 miliar euro atau sekitar US$ 1.000 miliar. Eropa juga menyatakan akan melakukan apapun untuk mempertahankan euro.
Sesaat setelah pengumuman tersebut, bursa-bursa Asia dan Eropa langsung melesat. Sementara euro pun bangkit dari keterpurukannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini seperti situasi lain ketika Bear Stearns dan Lehman Brothers runtuh, namun rencana penyelamatan itu menunjukkan betapa seriusnya Eropa mencegah hal itu," ujar Alan Lancz, president Alan B. Lancz & Associates seperti dikutip dari Reuters, Selasa (11/5/2010).
Pada perdagangan Senin (10/5/2010), indeks Dow Jones melesat hingga 404,71 poin (3,90%) ke level 10.785,14. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 48,85 poin (4,40%) ke level 1.159,73 dan Nasdaq menguat 109,03 poin (4,81%) ke level 2.374,67.
Ketiga indeks mencetak gain terbesar sejak 23 Maret 2009 ketika AS merilis rencana detail dari rencana untuk membeli aset-aset bermasalah dari bank, usai anjloknya bursa saham.
"Pasar mengatakan kepada kita bahwa ini adalah langkah yang benar," jelas Marc Pado, analis dari Cantor Fitzgerald.
Saham Boeing & Co menjadi salah satu pendorong utama kenaikan Dow Jones, setelah mencetak kenaikan 6,4%. Saham Boeing melonjak setelah Goldman Sachs menaikkan peringkat sahamnya. Kontributor kenaikan Dow Jones lainnya adalah Caterpillar Inc yang melonjak 7,4%. Saham McDonald's Corp juga melonjak 3,8% setelah mencatat kenaikan penjualan selama April.
Perdagangan sangat besar dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 12,49 miliar, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)











































