Regional Pagi: Bursa saham Asia menguat untuk hari kedua, melanjutkan rally global setelah pengambil kebijakan Eropa menyampaikan rencana bailout untuk Yunani, kemarin. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (+1.7%) di Tokyo. Macquarie Group Ltd (+1%) di Sydney. Sony Corp., (+3.7%) di Tokyo setelah melaporkan rugi yang lebih rendah dari prediksi. Nikkei 225 (+0.5%) 10,579 S&P/ASX 200 (+0.3%) 4,611 KOSPI (+0.41%) 1,684 STI (+0.3%) 2888
Commodity: Minyak mentah menguat di hari kedua setelah rencana peminjaman hampir $1 triliun oleh pembuat kebijakan Eropa untuk mengakhiri krisis utang negara sehingga menyebabkan kenaikan tajam pada saham global dan memberikan signal permintaan energi diperkuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic & Industrial News
Economic: PDB 1Q10 Tumbuh 5,7%
Laju pertumbuhan ekonomi 1Q10 sebesar 5,7%, dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, diyakini sebagai awal yang bagus untuk mencapai target pertumbuhan tahun ini. Menteri Keuangan mengatakan realisasi pertumbuhan ekonomi cenderung meningkat pada kuartal berikutnya. Untuk pertumbuhan ekonomi pada 2Q10, Sri Mulyani menyebutkan pemerintah telah menyiapkan berbagai antisipasi yang sudah ada di dalam kerangka kerja APBN 2010.
Economic: RI Raih Pinjaman SFD Senilai USD189,3 Juta
Pemerintah Indonesia kembali akan memperoldeh pinjaman sekurangnya USD189,3 juta dari Saudi Fund for Development (SFD). Pinjaman tersebut disebutkan, untuk empat proyek yang akan dibahas lebih lanjut pada Juni mendatang.
Europe: Surplus Perdagangan Jerman Naik
Surplus perdagangan Jerman pada Maret lalu meningkat seiring membaiknya ekspor, meski euro melemah dibanding nilai tukar mata uang utama lainnya. Maret lalu, surplus perdagangan di negara dengan perekonomian terbesar di Eropa itu naik menjadi 17,2 miliar euro (USD22,2 miliar). Angka itu naik dibanding bulan sebelumnya hanya surplus 12,7 miliar euro.
Economic: Kredibilitas Pengganti Sri Mulyani Akan Tentukan Rating Indonesia
Kredibilitas sosok pengganti Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati akan menjadi faktor yang sangat memengaruhi Indonesia untuk dapat masuk dalam peringkat investasi (investment grade). Executive Director Emerging Asia Research JP Morgan, memperkirakan lembaga pemeringkat internasional akan sangat memperhatikan perkembangan pergantian menteri keuangan, setelah Sri Mulyani mengundurkan diri dan akan resmi menjabat direktur pelaksana Bank Dunia mulai awal bulan depan.
Economic: Penerbitan Obligasi Valas Akan Dikurangi
Pemerintah akan mengurangi porsi pembiayaan dari penerbitan obligasi berdenominasi valuta asing pada 2010, baik samurai bond maupun sukuk global, dengan menetapkan target yang sama atau bahkan lebih rendah dibandingkan dengan realisasi penerbitan obligasi tahun lalu. Direktur Jenderal Pengelolaan Utang mengatakan kemungkinan penarikan pendanaan dari pasar global pada paruh kedua tahun ini akan ditekan serendah mungkin.
Corporate news
INTA: Bidik Rights Issue Rp500 M
PT Intraco Penta Tbk (INTA) menjajaki penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue pada kuartal ketiga atau keempat tahun ini. Dana yang diincar dari penerbitan saham baru berkisar Rp300-500 miliar,yang akan digunakan untuk membiayai akuisisi tiga kuasa pertambangan (KP) di Kalimantan dan Sulawesi.
TGKA: Bagi Dividen Rp35,8 Miliar
Pemegang saham PT Tigaraksa Satria Tbk, emiten distributor menyetujui pembagian dividen sebesar Rp35,8 miliar kepada pemegang sahamnya. Investor juga menyetujui pengangkatan direksi baru perusahaan, Adhi B. Supit. Dividen itu didapatkan dari laba bersih tahun lalu yang dibukukan Tigaraksa sebesar Rp49,59 miliar tahun lalu. Jumlah itu menurun sebesar 55,2% dari perolehan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp110,72 miliar.
SMCB: Proyek Holcim di Nusakambangan Dievaluasi
Pemerintah akan melakukan evaluasi perjanjian kegiatan pertambangan batu kapur PT Holcim Indonesia Tbk di Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Evaluasi ini dilakukan karena ada masalah yang ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan dan Inspektorat Jenderal Kementerian Hukum dan HAM. emuan BPK dan Inspektorat Jenderal itu di antaranya, belum adanya jaminan reklamasi yang harus dilakukan Holcim dalam perjanjian tersebut. Lalu, pemerintah juga melihat penghitungan ganti rugi dalam proses pertambangan perlu dievaluasi.
ISAT: Jumlah Pelanggan Naik 17,6%
Sepanjang kuartal I-2010, PT Indosat Tbk (ISAT) berhasil memacu pertumbuhan pelanggannya sebesar 17,6% menjadi 39,1 juta pelanggan, dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 33,3 juta. Pertumbuhan tersebut telah mendongkrak pendapatan operasional konsolidasi perseroan tumbuh sebesar 2,6% atau mencapai Rp 4,73 triliun. Besarnya pertumbuhan jumlah pelanggan itu membuat perolehan laba bersih Indosat selama kuartal I-2010 naik menjadi Rp 285,9 miliar dari Rp 119,5 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
CTRP: Siapkan Capex Rp800 Miliar
PT Ciputra Property Tbk (CTRP) menyiapkan belanja modal/capex tahun ini sebesar Rp800 miliar. Perseroan akan membiayai capex tersebut dari kas internal. CTRP akan menggunakan sebagian besar (95%) dana capex untuk pembangunan Ciputra World Jakarta. Sisanya dipakai untuk renovasi Ciputra Surabaya dan Ciputra Semarang.
CPRO: Dapat Pinaman BNI Rp170 Miliar
PT Central Proteinaprima Tbk (CPRO) mendapat komitmen pinjaman dari PT BNI senilai Rp170 miliar. Dana tersebut seluruhnya digunakan untuk operasional anak usaha perseroan, yaitu PT Aruna Wijaya Sakti (AWS). Sekitar 75% dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan operasional pembibitan plasma udang. Sedangkan 25% untuk pembelian peralatan dan perbaikan tambak AWS.
BMRI: Riswinandi Calon Kuat Wadirut Bank Mandiri
Direktur PT Bank Mandiri Tbk, Riswinandi, menjadi calon kuat untuk menduduki posisi wakil direktur di bank milik pemerintah itu, menggantikan I wayan Agus Mertayasa. Riswinandi diajukan oleh Kementerian BUMN bersama dengan calon direksi lainnya, yaitu Pahala N.Mansyuri Sunarso serta Fransisca Nelwan Mok.
Corporate News
- INTA: Bidik Rights Issue Rp500 M
- TGKA: Bagi Dividen Rp35,8 Miliar
- SMCB: Proyek Holcim di Nusakambangan Dievaluasi
- ISAT: Jumlah Pelanggan Naik 17,6%
- CTRP: Siapkan Capex Rp800 Miliar
- CPRO: Dapat Pinaman BNI Rp170 Miliar
- BMRI: Riswinandi Calon Kuat Wadirut Bank Mandiri
Rumor
Saham PT Bhakti Investama (BHIT) kabarnya bakal dikerek ke level Rp400-500 untuk jangka pendek maupun menengah. Proyeksi kenaikan harga sahame tersebut terkait rencana BHIT yang bakal menerbitkan obligasi konversi pada harga Rp412,5 dalam waktu dekat. Selain itu, rencana perseroan membagikan saham bonus ikut memcau kenaikan BHIT. Total saham yang diperdagangkan sebanyak 84,43 juta lembar senilai Rp25,38 miliar.
Konsorsium broker diberitakan bakal mengerek saham PT Royal Oak Development Asia Tbk (RODA) menembus level Rp100.Proyeksi kenaikan harga saham RODA juga terkait kabar perseroan yang tengah mengkaji untuk masuk ke dalam bisnis pertambangan. Selain itu, kemungkinan perseroan menambah modal dengan menerbitkan saham baru (right issue) turut menopang kemungkinan naiknya harga saham RODA.
Technical Picks
- ELTY (230) – Trading Buy
- DOID (1020) – Trading Buy
- CPIN (2700) – Trading Buy
- BSDE (720) – Trading Buy.
(qom/qom)











































