Bank Windu Kentjana Rights Issue Rp 202,926 Miliar

Bank Windu Kentjana Rights Issue Rp 202,926 Miliar

- detikFinance
Selasa, 11 Mei 2010 10:52 WIB
Bank Windu Kentjana Rights Issue Rp 202,926 Miliar
Jakarta - PT Bank Windu Kentjana International Tbk (MCOR) berencana menggelar penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias rights issue sebesar Rp 202,926 miliar. Harga rights issue ditetapkan sebesar Rp 200 per saham.

Demikian disampaikan dalam prospektus rights issue MCOR, Selasa (11/5/2010).

Rencananya, MCOR akan menerbitkan 1.014.630.713 saham baru di harga Rp 200 per saham. Total dana yang akan diperoleh perseroan sebesar Rp 202,926 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dana tersebut akan digunakan untuk meningkatkan kredit perseroan sebesar Rp 121,755 miliar (60%), menambah jaringan operasional yaitu 9 kantor cabang, 8 kantor cabang pembantu dan 4 kantor kas senilai Rp 71,024 miliar (35%) dan pengembangan sistem IT sebesar Rp 10,146 miliar (5%).

PT Danpac Sekuritas ditunjuk menjadi pembeli siaga (standby buyer) aksi rights issue ini. Namun 3 pemegang saham perseroan, yakni Komisaris Utama PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) Johnny Wiraatmadja yang memiliki 1.316.400.689 saham (48,01%), PT Mitra Wadah Kencana yang memiliki 556.706.008 saham (20,30%0 dan PT Blue Cross Indonesia yang memiliki 408.806.993 saham (14,91%), ketiganya telah memastikan akan mengeksekusi haknya dalam rights issue tersebut.

Oleh sebab itu, jumlah saham yang dapat diserap Danpac jika tidak ada pemegang saham yang mengeksekusi haknya maksimal sebanyak 170.322.648 saham baru atau totalnya senilai Rp 34,064 miliar.

Rasio rights issue ini sebesar 37:37 yang berarti setiap pemegang 37 saham lama berhak membeli 37 saham baru. Pemegang saham yang tidak mengeksekusi haknya akan terdilusi sebesar 27%.

Pernyataan efektif Bapepam-LK dijadwalkan keluar pada 11 Juni 2010. Perseroan akan menggelar RUPS Luar Biasa pada 11 Juni 2010. Cum right di pasar reguler dan negosiasi pada 18 Juni 2010, sedangakn di pasar tunai pada 23 Juni 2010.

Ex rights di pasar reguler dan negosiasi ditetapkan pada 21 Juni 2010, sedangkan di pasar tunai pada 24 Juni 2010. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) dijadwalkan pada 25 Juni 2010.

 

 
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads