Mengawali perdagangan preopening, IHSG sempat menghijau mengikuti bursa Wall Street yang melonjak tajam. Namun setelah pembukaan perdagangan, IHSG terus menerus tertekan oleh besarnya arus profit taking. IHSG hari ini sempat menyentuh titik terendahnya di 2.808,568.
Pada perdagangan Selasa (11/5/2010), IHSG akhirnya ditutup melemah 37,536 poin (1,32%) ke level 2.812,891. Indeks LQ 45 juga melemah 8,550 poin (1,56%) ke level 540,869.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa regional juga akhirnya melemah setelah kemarin melonjak tajam. Euforia di pasar finansial Asia memudar pasca pengumuman penanganan krisis di Eropa senilai US$ 1.000 miliar.
- Indeks Hang Seng tercatat turun 280,13 poin (1,37%) ke level 20.146,51.
- Indeks Nikkei-225 melemah 119,60 poin (1,14%) ke level 10.411,10.
- Indeks Straits Times melemah 12,90 poin (0,45%) ke level 2.867,58.
- Indeks Shanghai melemah 51,18 poin (1,90%) ke level 2.647,57.
Perdagangan berjalan sangat ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 135.339 kali pada volume 5.715 juta lembar saham senilai Rp 5,515 triliun. Sebanyak 67 saham naik, 138 saham turun dan 59 saham stagnan.
Saham-saham yang masih berhasil naik harganya antara lain Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 300 menjadi Rp 36.450, Astra International (ASII) naik Rp 100 menjadi Rp 42.700, Adaro (ADRO) naik Rp 50 menjadi Rp 2.050, PTBA naik Rp 300 menjadi Rp 18.200.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya antara lain BRI (BBRI) turun Rp 200 menjadi Rp 8.400, Telkom (TLKM) turun Rp 150 menjadi Rp 7.650, PGN (PGAS) turun Rp 100 menjadi Rp 3.800, United Tractor (UNTR) turun Rp 250 menjadi Rp 18.400, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 250 menjadi Rp 5.200, Semen Gresik (SMGR) turun Rp 150 menjadi Rp 8.000, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 menjadi Rp 2.425.
(qom/qom)











































