ENRG Berharap Harga Gas Blok Kangean Dinaikkan

ENRG Berharap Harga Gas Blok Kangean Dinaikkan

- detikFinance
Selasa, 11 Mei 2010 16:30 WIB
Jakarta - PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) menginginkan kenaikan harga jual gas untuk lapangan Terang Sirasunbatur, untuk Blok Kangean, saat produksinya meningkat hingga 300 juta kaki kubik (mmscfd). Hingga kini, harga jual gas sekitar US$ 4,1-5 per mmbtu.

"Kita ingin harganya lebih tinggi dari sekarang. Tapi masih menunggu keputusan BP Migas," kata  Direktur Utama perseroan Imam Agustino, dalam jumpa pers usai Penandatanganan kerja sama sewa FPSO dengan PT Berlian Laju Tanker Tbk (BLTA) di Hotel Dharmawangsa, Jalan Brawijaya, Jakarta, Selasa (11/5/2010).

Menurut Investor Relation ENRG, Herwin Hidayat, perseroan siap memulai produksi gas di lapangan Terang Sirasunbatur pada triwulan IV-2011, dengan kapasitas produksi sebesar 300 juta kaki kubik (mmscfd). Perseroan pun tidak terlalu cemas dengan jalur distribusi gas yang mereka akan produksi. Pasalnya telah ada jalur pipa gas milik Pertamina (Trans Java Pipeline) yang telah terpasang, dan telah mengaliri gas milik perseroan sebanyak 35 juta kaki kubik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saat ini berproduksi, 300 juta kaki kubik, kita sudah ada pipa pertamina yang sudah kita sewa. Selama ini, pipa hanya menampung produksi gas kita sebesar 35 juta kaki kubik. Padahal kapasitasnya sampai 600 juta kaki kubik," katanya.
 
Trans Java Pipeline sendiri disewa oleh perseroan dengan harga US$ 50 sen per mmbtu.

Dari rencana produksi gas di lapangan  Terang Sirasunbatur sebesar 300 juta kaki kubik, 100% sudah siap diserap oleh konsumen. Di antaranya PLN (Persero) sebanyak 130 juta kaki kubik, dan Petrokimia 65 juta kaki kubik.

"Semua sudah akan diserap. 70% di antaranya oleh PLN dan Petrokimia," ungkapnya.

"Sisanya, sudah ada beberapa pembeli seperti Indogas dan Pentagas, itu anak usaha Pertamina. Masing-masing 20 dan 100 juta kaki kubik," tegas Direktur Keuangan ENRG, Didit Ratam.

ENRG juga mendapat fasilitas floating, production, storage dan offloading (FPSO) dari PT Berlian Laju Tanker Tbk untuk lapangan Pagerungan Utara (North Pagurungan), Blok Kangean. Nilai kontrak penyewaan FPSO ini sejumlah US$ 81 juta

"Investasi untuk penyewaan FPSO sekitar US$ 81 juta," katanya.

Ia menambahkan, ENGR melalui anak usahanya, Kangean Energy Indonesia Limited (KEI) hari ini melakukan penandatanganan kerja sama dengan BLTA untuk mengelola minyak dengan rata-rata produksi 5 ribu-7 ribu barrel per hari. Masa kontrak yang disepakati selama empat tahun dan mulai beroperasian pada November 2010.

"Target mulainya bareng dengan produksi minyak offshore, di Oktober-November 2010," jelasnya.

Sumber pendanaan didapat dari  Opex (Operational Expenditure), dengan perkiraan produksi sebanyak 5 ribu-7 ribu barel per hari. "Jadi tidak mempengaruhi capex kita. Diambil dari produksi 5 ribu barel per hari. Itu kan continue," paparnya.

ENGR melalui anak usaha KEI, memiliki 50% working interest di Blok Kangean PSC. Sisanya dimiliki setara merata oleh Mitsubishi Corporation dan Japan Protreleum Exploration Co. Ltd.

Lanjutnya, fasilitas FPSO tersebut juga dapat menyimpan minyak sampai dengan 400 ribu barel minyak.

Hingga saat ini perseroan telah mengoperasikan dua lapangan di Blok Kangean. Masing-masing adalah lapangan Pagurungan dengan kapasitas produksi 35 juta kaki kubik gas per tahun, dan lapangan Sepanjang dengan produksi, 30 juta barel minyak per tahun.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads