Demikian seperti dirangkum detikFinance dari laporan keuangan 9 emiten tersebut, Rabu (12/5/2010).
Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 9 emiten yang bergerak di sektor pembiayaan, yakni PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF), PT BFI Finance Tbk (BFIN), PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI), PT Clipan Finance Indonesia Tbk (CFIN), PT Indo Citra Finance Tbk (INCF), PT Mandala finance Tbk (MFIN), PT Trust Finance Indonesia Tbk (TRUS), PT Verena Oto Finance Tbk (VRNA), dan WOM Finance Tbk (WOMF).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Angka tersebut tidak memperhitungkan pembiayaan yang berasal dari pihak yang memiliki hubungan istimewa, melainkan murni pinjaman bank ke sektor pembiayaan melalui 9 emiten pembiayaan.
Secara individual, pinjaman bank yang diterima 5 emiten pembiayaan masih mengalami kenaikan, sedangkan 4 emiten lainnya mengalami penyusutan kucuran kredit bank.
Pinjaman ADMF meningkat menjadi Rp 200 miliar dari sebelumnya Rp 83,333 miliar. CFIN juga naik menjadi Rp 389,624 miliar dari sebelumnya Rp 332,293 miliar. Pinjaman bank INCF naik menjadi Rp 6,659 miliar dari sebelumnya Rp 5,611 miliar.
Pinjaman yang diterima MFIN juga meningkat menjadi Rp 1,647 triliun dari sebelumnya Rp 1,599 triliun. Hal senada dialami oleh VRNA yang pinjaman banknya meningkat menjadi Rp 463,500 miliar dari sebelumnya Rp 416,058 miliar.
Namun pinjaman yang diterima 4 emiten lainnya menurun. Pinjaman yang diterima WOMF menurun menjadi Rp 153,565 miliar dari sebelumnya Rp 716,316 miliar. Pinjaman bank yang diterima TRUS juga menurun menjadi Rp 56,515 miliar dari sebelumnya Rp 70,877 miliar.
Kucuran bank ke BPFI juga menurun tipis menjadi Rp 96,286 miliar dari sebelumnya Rp 107,753 miliar. Penurunan paling tajam dialami oleh BFIN yang hanya mencatat kucuran kredit bank sebesar Rp 622,117 miliar dari sebelumnya mencapai Rp 1,587 triliun.
Kendati demikian, 7 emiten tersebut masih mencatat kenaikan posisi piutang pembiayaan bersih (tidak termasuk piutang yang didanai oleh pihak yang memiliki hubungan istimewa), yang berarti masih mencatat pembiayaan baru di sepanjang triwulan I-2010.
Total posisi piutang pembiayaan bersih 9 emiten tersebut sebesar Rp 10,438 triliun di triwulan I-2010, meningkat 9,70% dari sebelumnya Rp 9,515 triliun.
Hanya WOMF dan BFIN yang mencatat penurunan posisi piutang pembiayaan bersih. WOMF mencatat piutang pembiayaan bersih sebesar Rp 2,174 triliun, menurun dari sebelumnya Rp 2,705 triliun. Hal serupa dialami BFIN yang mencatat penurunan piutang pembiayaan bersih menjadi Rp 1,944 triliun dari sebelumnya Rp 2,239 triliun.
Tak hanya itu, pendapatan 2 emiten tersebut ikutan menurun di triwulan I-2010. Pendapatan WOMF menurun menjadi Rp 332,798 miliar dari sebelumnya Rp 355,155 miliar, sedangkan pendapatan BFIN menurun menjadi 215,088 miliar dari sebelumnya Rp 239,577 miliar.
Pendapatan ADMF juga menurun menjadi Rp 827,564 miliar dari sebelumnya Rp 909,531 miliar. Penurunan pendapatan 3 emiten tersebut menjadi pemicu utama turunnya pendapatan 9 emiten pembiayaan di BEI.
Total nilai pendapatan 9 emiten pembiayaan tersebut di triwulan I-2010 sebesar Rp 1,847 triliun, menurun 5,23% dari sebelumnya Rp 1,949 triliun.
Namun dari sisi laba bersih, sebanyak 8 emiten pembiayaan mengalami kenaikan laba bersih, kecuali INCF yang mencatat rugi sebesar Rp 282,775 miliar di triwulan I-2010 dari sebelumnya Rp rugi 245,188 miliar.
Total nilai laba bersih 9 emiten pembiayaan tersebut tercatat sebesar Rp 267,454 miliar di triwulan I-2010, naik 27,54% dari sebelumnya Rp 209,690 miliar. (dro/dnl)











































