IHSG dibuka naik tipis ke level 2.812,990 dan langsung menguat ke level 2.848,669, naik 36 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.812,891.
Mengawali perdagangan, IHSG langsung melejit cukup tinggi. Aksi beli di tengah posisi penawaran jual yang bervolume tipis membuat harga-harga saham menanjak tinggi dalam waktu singkat dipimpin oleh saham-saham sektor konsumsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, begitu harga-harga saham sudah cukup tinggi, kubu penjual pun mulai menebalkan posisi penawaran jualnya yang kemudian membuat laju kenaikan IHSG terhambat. Peningkatan volume jual juga dipicu oleh pergerakan bursa-bursa regional Asia yang akhirnya didominasi pelemahan. IHSG pun tak mampu melanjutkan kenaikan lebih tinggi lagi.
Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi beli dengan pembelian bersih (foreign net buy) tipis sebesar Rp 61 miliar.
Pada perdagangan Rabu (12/5/2010) sesi I, IHSG ditutup naik 10,137 poin (0,36%) ke level 2.823,028. Indeks LQ 45 naik 2,382 poin (0,44%) ke level 543,251.
Perdagangan berjalan lambat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 48.044 kali pada volume 1,752 miliar lembar saham senilai Rp 1,432 triliun. Sebanyak 88 saham naik, 91 saham turun dan 67 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia terjebak di teritori negatif setelah bergerak ragu-ragu pagi tadi.
- Indeks Shanghai turun 24,91 poin (0,94%) ke level 2.622,67.
- Indeks Hang Seng turun 106,09 poin (0,53%) ke level 20.040,42.
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 2,04 poin (0,02%) ke level 10.413,14.
- Indeks Strait Times turun 6,74 poin (0,23%) ke level 2.850,96.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 600 ke Rp 42.100, Indocement (INTP) turun Rp 150 ke Rp 15.200, Astra Agro (AALI) turun Rp 100 ke Rp 21/300, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 50 ke Rp 18.150. (dro/dnl)











































