Samudera Indonesia Bidik Pertumbuhan Pendapatan 12%

Samudera Indonesia Bidik Pertumbuhan Pendapatan 12%

- detikFinance
Rabu, 12 Mei 2010 18:49 WIB
Samudera Indonesia Bidik Pertumbuhan Pendapatan 12%
Jakarta - PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) menargetkan pertumbuhan pendapatan 12% di tahun 2010, dibandingkan posisi akhir tahun lalu yang mencapai Rp 4,262 triliun. Untuk memenuhi hal tersebut, perseroan menyiapkan investasi dana Rp 700 miliar untuk mengembangkan core bisnis pelayaran, serta divisi logistic dan terminal peti kemas.

Demikian disampaikan Direktur SMDR Anwarsyah Batubara, disela-sela public expose di Hotel Ritz Calton, SCBD, Jakarta, Rabu (12/5/2010).

"Untuk investasi 2010 sekitar Rp 700 miliar. Yang sudah terpakai diluar ini, Rp 800 miliar. Kami akan menghimpun kekuatan expertise kita kita integrated. Jadi konsumen bisa pilih berdasarkan kebutuhan dan selera," jelasnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Direktur Utama SMDR Masli Mulia, volume angkut jasa pelayaran juga diprediksi akan naik 12% dari posisi tahun lalu 1,5 juta ton. Pelayanan pelayaran domestik pada tahun ini akan ditingkatkan seiring dengan membaiknya pangsa angkutan komoditi, seperti batubara.

"Kami akan lebih intensif ke dalam negeri dengan bekerja sama antar perusahaan pelayanan. Namun kami masih jajaki, karena mencegah kemungkinan kartel," paparnya.

Untuk pasar pelayaran luar negeri, diyakini manajemen juga akan mengalami kenaikan dari US$ 400-500 per 20 kaki menjadi US$ 2000 per 20 kaki. Ini khusus untuk jalur pelayaran dari Asia ke Eropa.

"Dengan naiknya freight trade, maka tekanan untuk rate kita berkurang. Hingga memperbaiki perolehan pendapatan. Banker serve charge juga naik dan ada pembayaran dari pelanggan di April dan Mei ini, katanya.

Khusus jasa terminal peti kemas, perseroan siap menambah satu unit di wilayah Palaran-Samarinda, dengan kapasitas 220 ribu TUEs. "Terminal dan logistic center akan jadi bisnis lain non pelayaran yang berkontribusi kepada pendapatan perseroan," ungkap Direktur SMDR Yudi Riyadi.

"Logistic center kira-kira akan berkontribusi Rp 4-5 miliar. Dan penggudangan, dari distribusi center sudah pebuh (permintaan). Dan untuk CFS Ekspor ataupun impor sudah ada beberapa kontrak, pada semester II akan penuh," imbuhnya.

 

 

(wep/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads