Kekhawatiran Krisis Eropa Pudar, Wall Street Melonjak

Kekhawatiran Krisis Eropa Pudar, Wall Street Melonjak

- detikFinance
Kamis, 13 Mei 2010 08:27 WIB
Kekhawatiran Krisis Eropa Pudar, Wall Street Melonjak
New York - Saham-saham di bursa Wall Street akhirnya kembali mengalami rebound yang cukup signifikan. Saham-saham sektor teknologi dan industri melesat setelah Spanyol mengumumkan rencana penanganan krisisnya.

Spanyol mengumumkan akan segera memangkas gaji PNS sebagai salah satu upaya untuk pengetatan anggaran. Langkah itu diumumkan beberapa hari setelah Uni Eropa mengumumkan paket bailout hingga US$ 1 triliun untuk penanganan krisis.

"Jaminan itu telah mendamaikan investor untuk beberapa saat," ujar Chad Morganlander, manager portofolio dari Stifell, Nicolaus & Co seperti dikutip dari Reuters, Kamis (13/5/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Rabu (12/5/2010), indeks Dow Jones ditutup menguat hingga 148,65 poin (1,38%) ke level 10.896,91. Indeks Standard & Poor's 500 juga menguat 15,88 poin (1,37%) ke level 1,717,67 dan Nasdaq naik 49,71 poin (2,09%) ke level 2.425,02.

Saham-saham teknologi mencatat penguatan terbesar. Saham IBM tercatat naik 4,6% setelah keluarnya proyeksi labanya akan meningkat 2 kali lipat pada 2015. Saham Intel juga naik hingga 3,6% setelah sebelumnya mengumumkan hal yang sama.

Saham Baidu Inc melonjak hingga 9,6% menyusul rencana situs pencari internet China itu untuk melakukan stock split 10:1.

Saham Freeport-McMoRan Copperd and Gold Inc melonjak hingga 3,9%, setelah harga emas melonjak ke titik tertingginya di US$ 1.249,20 per ounce.

Investor juga merespons neraca perdagangan AS. Defisit perdagangan AS tercatat semakin besar pada Maret, lebih tinggi ketimbang rekor Desember 2008. Namun ekspor menunjukkan lonjakan tertinggi sejak tahun 2008.

"Lonjakan ekspor adalah pertanda perdagangan sudah membaik. Defisit perdagangan mungkin melebar selama Maret, namun ini adalah laporan yang positif bagi AS dan outlook pertumbuhan global," ujar Nigel Gault, analis dari IHS Global Insight seperti dikutip dari AFP.

Namun perdagangan berjalan cukup tipis, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 9,3 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads