Cisco mengeluarkan peringatan seputar masih lemahnya pasar tenaga kerja AS, sementara Kohl's mengaku belum yakin proses pemulihan sudah digengggam erat. Komentar itu langsung menyurutkan lagi mood investor yang sebelumnya juga sudah memburuk karena adanya krisis utang di Uni Eropa. Setelah mengeluarkan komentar tersebut, saham Cisco tercatat turun 4,5% dan Kohl's turun 5,8%.
Data lain menunjukkan angka pekerja yang memasukkan klaim pengangguran turun tipis dibandingkan pekan lalu. Data itu gagal mendukung data kenaikan jumlah tenaga kerja sekaligus memberikan bayangan kepada investor bahwa tingkat pengangguran masih tinggi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham sektor ritel memang mengalami tekanan dengan indeks ritel S&P tercatat turun 3%. Investor menantikan data penjualan ritel April yang akan dirilis pada Jumat ini. Investor sejauh ini masih mempertanyakan kekuatan konsumen, yang kini menyumbang dua pertiga aktivitas perekonomian.
Tom Alexander, kepala Alexander Trading mengatakan, saham-saham ritel masih sangat tergantung pada pemulihan dan sensitif terhadap pelemahan ekonomi.
"Itu akan selalu menjadi wilayah ekonomi yang dipertanyakan jika mereka mulai mempertanyakan masalah pemulihan," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Jumat (14/5/2010).
Saham-saham sektor konstruksi juga melorot dengan indeks konstruksi Dow Jones anjlok 4%. Investor mengkhawatirkan prospek sektor tersebut setelah diterapkan pajak.
Namun kemerosotan saham Dow Jones tertahan oleh kenaikan saham Alcoa hingga 2,7% setelah munculnya ekspektasi harga aluminium akan naik jika rencana China menurunkan tarif listrik pada akhirnya bisa memangkas suplai aluminium global.
Perdagangan berjalan tidak terlalu ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange hanya 8,85 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)











































