Hal ini disampaikan Managing Director MLPL Harijono Suwarno seusai RUPSLB di Hotel Sultan Jakarta, Jumat (14/5/2010).
MLPL telah menggelar penerbitan saham baru dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak 6.031.252.940 saham yang telah mendapat restu pemegang saham. Dengan harga rights issue sebesar Rp 125 per saham, total saham baru yang diserap dua perusahaan tersebut sekitar Rp 600 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Yang melakukan penyerapan terbesar adalah Grandhill Asia Limited dan Cyport Limited," ujar Harijono.
Ia menambahkan, harga pelaksanaan eksekusi saham baru dalam Penawawan Umum Terbatas (PUT) tersebut masih sebesar Rp 125 per saham. Jika seluruh saham tersebut terserap, maka perseroan akan memperoleh dana sebesar Rp 753,9 miliar.
"Dana akan digunakan perseroan untuk ekspansi pada layanan jasa IT perbankan," jelasnya.
Sayangnya dirinya tidak menjelaskan berapa persen penyerapaan dari masing-masing Grandhill Asia Limited dan Cyport Limited tersebut. Penambahan saham dalam rights issue, nantinya akan dicatat sebagai saham seri C, dengan mengambil saham yang ada di dalam portepel seri B.
Dari jumlah saham yang dikeluarkan dalam portepel seri B sebesar 21,94 miliar saham, sebanyak 6,31 miliar saham rencananya akan ditawarkan kepada publik. Jika mengacu pada harga penawaran awal, maka perseroan akan mendapat dana Rp 753,9 miliar.
Rights issue sendiri ditawarkan dengan mekanisme HMETD, dengan perbandingan 9:23. Artinya, pemegang saham yang memiliki 9 lembar saham, mereka berhak atas 23 lembar saham baru. Ini berlaku berdasarkan Daftar Pemegang Saham (DPS) yang tercatat pada 23 Maret 2010.
Β
Β
(wsh/ang)











































