IHSG Masih Dihantui Krisis Utang Yunani

IHSG Masih Dihantui Krisis Utang Yunani

- detikFinance
Minggu, 16 Mei 2010 17:17 WIB
IHSG Masih Dihantui Krisis Utang Yunani
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam tekanan sentimen negatif krisis utang Yunani pada pekan mendatang. Koreksi tajam bursa Wallstreet dan Eropa di penghujung pekan kemarin bakal menghantui pergerakan bursa global.

Sentimen negatif krisis utang Yunani kembali mencuat tepat di awal bulan Mei 2010. Setelah hampir seluruh bursa global mengalami penguatan hingga mencapai klimaks pada akhir April 2010, mendadak isu utang Yunani memukul jatuh bursa-bursa global.

Pada perdagangan pekan pertama Mei 2010, seluruh bursa-bursa global berada dalam tekanan jual yang sangat hebat, sehingga membuat koreksi yang terlalu dalam. Ketika IMF dan Uni Eropa sepakat mengucurkan dana sebesar US$ 1 triliun pun tak mampu membuat indeks-indeks saham global kembali ke posisinya di akhir April 2010.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Malah, di akhir pekan kemarin kekhawatiran status utang Yunani kembali menghantui bursa-bursa Barat. Pada penghujung pekan kemarin, indeks-indeks wallstreet dan Eropa anjlok cukup tajam antara 1-3%.

Jika diakumulasi, seluruh indeks-indeks bursa utama dunia merosot antara 3-6% terhitung sejak awal Mei 2010.


  • Indeks Dow Jones ditutup di level 10.620,16 di akhir pekan kemarin, turun 3,52% dari akhir April 2010 di level 11.008,61.
  • Indeks FTSE 100 (Inggris) ditutup di level 5.262,90 di akhir pekan kemarin, turun 5,22% dari akhir April 2010 di level 5.553,30.
  • Indeks Nikkei 225 ditutup di level 10.462,51 di akhir pekan kemarin, turun 5,38% dari akhir April 2010 di level 11.057,40.
  • Indeks Strait Times ditutup di level 2.855,21 di akhir pekan kemarin, turun 4,01% dari akhir April 2010 di level 2.974,61.
  • Indeks Hang Seng ditutup di level 20.145,43 di akhir pekan kemarin, turun 4,56% dari akhir April 2010 di level 21.108,59.
  • Indeks Shanghai ditutup di level 2.696,63 di akhir pekan kemarin, turun 6,06% dari akhir April 2010 di level 2.870,61.

Nasib IHSG tak berbeda. Tekanan jual melanda IHSG sejak perdagangan awal Mei 2010. Pada pekan pertama Mei, IHSG mengalami koreksi sebesar 177,919 poin (5,98%) dari level 2.971,252 di akhir April 2010 ke level 2.739,333 di akhir 7 Mei 2010.

Koreksi tajam IHSG di pekan pertama Mei diiringi dengan keluarnya dana asing sebesar Rp 1,774 triliun (netto). Pada periode ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sempat merosot ke kisaran 9.300/US$.

Pada perdagangan pekan kedua Mei 2010 atau pekan kemarin, IHSG mulai pulih dari koreksi. IHSG ditutup di level 2.858,385 pada 14 Mei 2010, naik 119,052 poin (4,34%) dari penutupan 7 Mei 2010 di level 2.793,333.

Dana asing pun kembali masuk meskipun hanya sebesar Rp 956 miliar. Jika diakumulasi, IHSG mengalami koreksi sebesar 112,867 poin (3,79%) dari posisi akhir April 2010 di level 2.971,252 ke level 2.858,385 pada 14 Mei 2010.

Total aksi beli asing selama dua pekan Mei 2010 sebesar Rp 12,252 triliun, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 13,070 triliun. Nilai jual bersih asing (foreign net sell) pada periode yang sama sebesar Rp 818 miliar.

Meskipun IHSG berhasil mengangkat kembali posisinya ke level 2.800-an, namun tekanan sentimen bursa global sepertinya masih akan menghantui pergerakan IHSG pekan depan, terutama mengingat koreksi indeks Dow Jones dan Eropa cukup dalam pada perdagangan akhir pekan kemarin.

Maklum saja, aktivitas investor asing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat mempengaruhi posisi IHSG. Kebanyakan investor domestik masih menggantungkan langkah investasinya pada asing.

Dan seperti biasa, pembukaan indeks Nikkei 225 pada perdagangan 17 Mei 2010 akan menentukan arah bursa-bursa di kawasan Asia. Sebagai bursa yang dibuka paling pertama setiap hari, posisi Nikkei 225 sering dijadikan acuan investasi di kawasan Asia, termasuk pergerakan IHSG.


Β 

(dro/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads