Regional Pagi: Bursa saham Asia melemah di hari Senin seiring pelemahan euro terhadap yen di tengah kekhawatiran terhadap kebijakan Eropa untuk mengurangi defisit fiskal yang berpotensi menghambat pertumbuhan ekonomi kawasan tersebut. Canon Inc., yang memperoleh 31% pendapatannya dari Eropa, merosot 2.4% di Tokyo. Toyota Motor Corp., (-0.7%).
BHP Billiton Ltd (-3.1%) di Sydney seiring merosotnya harga komoditas. Posco, produsen baja terbesar ketiga di Asia, turun sebesar 1.9% di Seoul. Nikkei 225 (-1.5%) 10,303 S&P/ASX 200 (-0.9%) 4,570 KOSPI (-1.73%) 1,666 STI (-0.5%) 2841
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Euro melemah terendah dalam 18 bulan pada penghematan spekulasi oleh langkah-langkah yang direncanakan oleh negara-negara terhutang termasuk Spanyol dan Yunani. WTI Crude (-0.6%) $ 71.2/barrel Gold (+0.2%) USD 1,236/t oz CPO (-0.6%) RM 2,538/MT Nickel (-5.4%) USD 21,555/MT Tin (-1.4%) USD 17,550/MT.
Economic & Industrial News
Economic: Menkeu: Mei, APBN Surplus Rp 50,9 Triliun
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan APBN 2010 mengalami surplus Rp 50,9 triliun hingga 7 Mei ini. Menurut Menkeu, dari sisi pendapatan negara, hingga Mei pemerintah telah menerima sebesar Rp 292,9 triliun. Itu setara dengan 29,5 persen dari APBNP atau naik lebih tinggi dibandingkan dengan tahun lalu 27,7 persen. Sumber penerimaannya, kata Menkeu, berasal dari pajak sebesar Rp 201,6 triliun. Ini hampir sama dengan kondisi yang sama tahun lalu, yaitu sekitar 30,9 persen dari APBN. Dari jumlah itu, pendapatan pajak penghasilan (PPh) nonmigas sebesar Rp 183,3 triliun, sedangkan PPh migas Rp 18,3 triliun.
Banking: Total Aset BI Hampir Rp 1.000 Triliun
Aset Bank Indonesia (BI) bertambah Rp 51,68 triliun selama tahun 2009. Hal ini terungkap dalam publikasi laporan keuangan BI tahun 2009. Penyumbang terbesar kenaikan aset bank sentral berupa surat berharga. Hingga akhir tahun 2009 lalu, nilai kepemilikan surat berharga BI mencapai Rp 538,37 triliun, naik dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp 499,63 triliun. Sedangkan cadangan emas BI tercatat naik menjadi Rp 24,35 triliun. Naik tipis dari posisi tahun sebelumnya yang senilai Rp 22,23 triliun. Sisi aktiva yang juga mengalami kenaikan adalah kepemilikan surat utang negara (SUN) RI di mana nilai di akhir 2009 sudah mencapai Rp 25,35 triliun. Pos hak tarik khusus juga meningkat drastis. Tahun 2008 lalu, hak tarik khusus BI hanya sebesar Rp 366,06 miliar. Namun, akhir 2009 nilainya melejit naik menjadi Rp 25,87 triliun.
Economic: Indonesia Aman Dari Efek Krisis Eropa
Pemerintah optimistis fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat meskipun dibayang-bayangi krisis Eropa karena didukung oleh APBN yang sehat. Menkeu kepada pers seusai rapat mengenai perkembangan ekonomi makro mengatakan kewaspadaan yang tinggi terhadap situasi krisis yang merebak di Eropa tetap mendesak dilakukan walaupun kondisi APBN cukup baik sampai dengan Mei ini.
Europe: Eropa Perlu Loncatan Besar
Bank Central Eropa (European Central Bank/ECB) menyatakan perlunya langkah radikal untuk memangkas defisit negara-negara 'Benua Biru' dan menghukum keras negara yang tidak patuh. Dewan Eksekutif ECB Juerger Stark merujuk pada dana bailout 750 miliar euro (sekitar US$ 1 triliun) yang disetujui Zona Eropa dan IMF pada pekan lalu. Dana tersebut dipersiapkan untuk mengakhiri krisis kepercayaan atas euro yang dipicu krisis utang Yunani.
Presiden ECB Jean-Claude Trichet bahkan perpendapat, kondisi pasar finansial saat ini merupakan yang terburuk sejak Perang Dunia II, atau malah Perang Dunia I. Namun, ia menegaskan, kemerosotan euro lebih merupakan tanggung jawab pemerintah negara-negara Eropa, ketimbang pasar. Ia juga mengingatkan perlunya pengawasan yang lebih baik terhadap pelaksanaa Pakta Stabilitas dan Pertumbuhan Uni Eropa (UE). Pakta tersebut meminta negara-negara UE membatasi defisit mereka maksimal 3% dari produk domestik bruto (PDB).
Economic: Ekonomi Global Diprediksi Tumbuh 3,4%
Pertumbuhan ekonomi global selama 2010 diproyeksikan naik menjadi 3,4% dari minus 2,9% selama 2009, dan akan melambat menjadi 3,2% pada 2011. Ekonomi global mampu keluar dari puncak resesi pada awal 2009, sedangkan pemulihan yang mulai berlangsung sejak pertengahan tahun lalu masih berlanjut sampai saat ini.
Corporate news
BMRI: Dividen Bank Mandiri 35%
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Mustafa Abubakar mensinyalkan jika PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) bakal memberikan dividen sebesar 35 persen dari laba bersih yang dicatatkannya pada tahun 2009. Dimana Bank Mandiri membukukan laba setelah pajak sebesar Rp7,2 triliun atau tumbuh 34,7 persen secara year on year (yoy) pada tahun 2009.
BBNI: Jadwal Pembagian Dividen
Berikut ini adalah jadwal pembagian dividen PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) untuk tahun buku 2009:
Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi : 8 Juni 2010
Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi : 9 Juni 2010
Cum dividen di pasar tunai : 11 Juni 2010
Ex dividen di pasar tunai : 14 Juni 2010
Recording date : 11 Juni 2010
Payment date : 25 Juni 2010.
BBCA: Catat Pemegang Kartu Kredit Dekati 2,1 Juta
Jumlah pemegang kartu kredit PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) terus meningkat. Sampai dengan Maret 2010, jumlah kartu kredit BCA mendekati 2,1 juta kartu. Oleh karena itu, perseroan menerima penghargaan Net Promoter Customer Loyalty Award 2010 untuk pertama kalinya yang diselenggarakan di Indonesia oleh Octovate Consulting Group.
BNGA: CIMB Tambah Saham di CIMB Niaga
CIMB Group Holdings Berhad ("CIMB Group") mengumumkan penandatanganan Perjanjian Penjualan dan Pembelian Saham atau Share Sale and Purchase Agreement (SSPA) bersyarat dengan Khazanah Nasional Berhad (“Khazanah) menyangkut pembelian 17,10 persen saham PT Bank CIMB Niaga Tbk (“CIMB Niaga”) dari Khazanah. Khazanah berencana menjual lagi 2,57 persen saham CIMB Niaga kepada CIMB Group. Apabila Khazanah telah menjual seluruh sahamnya, maka saham CIMB Niaga yang dimiliki CIMB Group akan meningkat menjadi 97,93 persen dari kepemilikannya saat ini, yaitu 78,26 persen.
TLKM: Esia-Flexi Segera Bersinergi
Rencana penggabungan Flexi, unit usaha PT Telekomunikasi Indonesia Tbk, dengan Esia milik PT Bakrie Telecom Tbk kian mengerucut. Pemerintah menilai pemisahan Flexi dari Telkom akan meningkatkan kemampuan bisnis Telkom secara keseluruhan.
MPPA: Penjualan 1Q10 Naik Sebesar 13,3% Jadi Rp 3,3 Triliun
PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) berhasil membukukan penjualan bruto 1Q10 sebesar Rp 3,3 triliun, atau naik 13,3%. Pencapaian ini dilengkapi dengan pertumbuhan yang positif dari tingkat keuntungan dimana laba operasi naik sebesar 40% menjadi Rp 59,7 milar, dan laba sebelum pajak melonjak 96% mencapai Rp 44 miliar dari tahun lalu. Pencapaian penjualan ini didukung oleh pertumbuhan berkelanjutan dari dua unit bisnis yaitu Matahari Department Store (MDS) yang membukukan kenaikan penjualan sebesar 18,1% menjadi Rp 1,5 triliun didukung oleh pertumbuhan penjualan comparable store sebesar 17,3%. Pada saat yang sama, Matahari Food Business (MFB) membukukan penjualan sebesar Rp 1,7 triliun juga didukung oleh penjualan comparable store sebesar 5,4%.
PTPP: Siapkan Dana Rp1,2 Triliun
PT PP Tbk (PTPP) menyiapkan pendanaan Rp1,2 triliun untuk investasi jalan tol Waru-Tanjung Perak di Surabaya. Perseroan masih uji tuntas untuk mengembangkan proyek tersebut bersama konsorsium PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Margaraya Jawa Tol (MJT), anak usaha PT Duta Graha Indah Tbk (DGIK).
JRPT: Jaya Property Segera Tuntaskan Akuisisi
PT Jaya Real Property Tbk (JRPT) menargetkan akuisisi PT Primainti Permata selesai akhir bulan ini. Selain mengalokasikan dana senilai Rp 600 juta untuk akuisisi keseluruhan saham Primaint, pengembang properti ini juga akan menyuntikkan pinjaman sebesar Rp 40 miliar sebagai penyertaan modal Primainti. Rencana akuisisi tersebut telah mendapat persetujuan dari RUPST pekan lalu.
MLPL: Siap Lunasi Utang
PT Multipolar Tbk, induk usaha PT Matahari Putra Prima Tbk, menyiapkan dana senilai US$75 juta dari dana hasil penawaran umum terbatas untuk melunasi utang kepada Credit Suisse Singapura. Direktur Multipolar mengatakan perseroan telah menyiapkan dana pelunasan utang yang setara dengan Rp682,50 M (asumsi US$1=Rp9.100), yang diminta lebih awal pada 21 Juni.
LPLI: Laba Bersih Mencapai Rp115,9 Triliun
Perusahaan multimedia PT Star Pacific Tbk (LPLI) mencatatkan laba bersih 1Q10 sebesar Rp115,9 miliar atau naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu yang rugi Rp14,56 miliar. Sementara itu, pendapatan usaha perseroan pada Januari-Maret 2010 tercatat Rp15,7 miliar. Angka ini turun Rp6,11 miliar dibanding realisasi periode yang sama tahun lalu sebesar Rp21,81 miliar.
MAYA: Rights Issue Rp500 M
PT Bank Mayapada Internasional Tbk berencana menambah modal disetor sebesar Rp500 M melalui penawaran umum terbatas (rights issue) pada kuartal ketiga tahun ini guna menopang ekspansi usaha lembaga keuangan ini.
INDY: Raih Kontrak US$1,5 Miliar
PT Indika Energy Tbk (INDY) memperoleh kontrak sebesar US$1,5 miliar atau sekitar Rp13,5 triliun untuk beberapa tahun ke depan. Perolehan kontrak tersebut merupakan gabungan dengan dua anak usaha Indika, PT Tripatra Engineers and Contractors dan PT Petrosea Tbk (PTRO).
AQUA: Mesti Siapkan Dana Tender Offer Rp334,5 Miliar
PT Aqua Golden Mississippi Tbk (AQUA) mesti mengalokasikan dana sebesar Rp334,5 miliar untuk membeli kembali sisa saham publik (tender offer) di perseroan. Saat ini, pemegang saham Aqua adalah PT Tirta Investama. Tirta memiliki 94,35% saham sebanyak 12,4 juta lembar. Sisanya dimiliki oleh publik sebesar 5,65% atau setara 743.383.
ELTY: Berencana akuisisi BKSL
ELTY berencana untuk mengakuisisi BKSL. Menurut sumber Kontan, saham yang akan dibeli antara 14%-20%. BKSL dibidik lantaran masih memiliki 1900 ha lahan kosong. Untuk melancarkan aksinya, ELTY akan rights issue senilai lebih dari Rp 1 triliun .
Trading News, March 2010
Corporate News
- BMRI: Dividen Bank Mandiri 35%
- BBNI: Jadwal Pembagian Dividen
- BBCA: Catat Pemegang Kartu Kredit Dekati 2,1 Juta
- BNGA: CIMB Tambah Saham di CIMB Niaga
- TLKM: Esia-Flexi Segera Bersinergi
- MPPA: Penjualan 1Q10 Naik Sebesar 13,3% Jadi Rp 3,3 Triliun
- PTPP: Siapkan Dana Rp1,2 Triliun
- JRPT: Jaya Property Segera Tuntaskan Akuisisi
- MLPL: Siap Lunasi Utang
- LPLI: Laba Bersih Mencapai Rp115,9 Triliun
- MAYA: Rights Issue Rp500 M
- INDY: Raih Kontrak US$1,5 Miliar
- AQUA: Mesti Siapkan Dana Tender Offer Rp334,5 Miliar
- ELTY: Berencana akuisisi BKSL.
Rumor
Saham PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) berpeluang menembus level Rp200-225 untuk jangka pendek. Potensi penguatan saham ASRI tersebut terkait kabar perseroan yang akan menambah asetnya diproperti dengan mengakusisi sejumlah perusahaan properti yang bergerak di bidang perkantoran dan perhotelan. Konon, perseroan sudah menggandeng mitra strategis untuk mendukung terealisasinya akuisisi tersebut.
Para bandar disebut-sebut bakal memburu saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) dalam waktu dekat terkait kabar perseroan yang ingin fokus pada bisnis pengembangan sumber daya alam. Setelah memiliki 11,21% saham PT Gozco Plantations Tbk (GZCO), perseroan dikabarkan bakal meningkatkan kepemilikan saham pada perusahaan perkebunan tersebut. Perseroan juga disebut-sebut ingin menambah kepemilikan saham PT Star Energy yang bergerak di sektor energi.
Corporate Action
Hari ini (17/5), cum dividen BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) Rp 78 per saham Ex date (18 Mei 2010)
Technical Picks
- MTDL (115) – Trading Buy
- PTBA (18200) – Sell
- UNTR (18350) – Sell
- BKSL (144) – Trading Buy.
(qom/qom)











































