Demikian disampaikan Wakil Direktur Utama JKON Umar Ganda seusai RUPST di kantornya, Gedung Jaya, Jakarta, Senin (17/5/2010).
"Dari yang kami usulkan sudah disetujui Rp 14 per saham. Juli awal akan dibagikan," ujarnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pendapatan perseroan sampai akhir Desember 2009 tercatat Rp 2,669 triliun atau naik tipis dibandingkan periode yang sama tahun lalu, Rp 2,337 triliun. Laba kotor juga naik dari Rp 350,104 miliar menjadi Rp 395,413 miliar di akhir tahun. Laba usaha perseroan juga tercatat sampai Rp 190,943 miliar.
Hingga triwulan I-2010 perseroan mencatat pendapatan Rp 517 miliar. Kontrak didapat dari jasa konstruksi, dengan nilai lebih dari Rp 200 miliar. Sisanya dikontribusikan oleh lini bisnis trading dan jasa cetak beton.
"Laba kami pun mencapai Rp 13,2 miliar di triwulan I-2010," katanya.
Hingga akhir tahun ditargetkan perseroan dapat mencetak laba Rp 146,122 miliar, dengan pendapatan mencapai Rp 3,1 triliun.
"Kontrak kami di tahun ini di luar back log sekitar Rp 2,8-3 triliun. Triwulan I-2010 sendiri sudah mencapai Rp 2,9 triliun. Kontrak baru Rp 1,5 triliun. Back log-nya Rp 1,4 triliun. Beton mengkontribusi Rp 90 miliar, trading Rp 50 miliar dan mekanikal Rp 170 miliar. Sisanya kontribusi dari join operation, termasuk konstruksi," paparnya.
Belanja modal pun mencapai Rp 130 miliar, yang bersumber dari dana kas internal JKON.
"Kami akan menambah kapasitas peralatan dan perlengkapan mencapai 50% dari capex, Terminal aspal curah, 25% dan 25% lagi untuk beton pra cetak," ujarnya.
"Kami juga membatalkan agendan RUPSLB, untuk meminta ijin buy back saham. Pembatalan sudah disampaikan ke Bapepam 30 April kemarin. Dana memang dibutuhkan untuk investasi," imbuhnya.
Â
Â
(wep/dro)











































