IHSG Kehilangan 38 Poin

IHSG Kehilangan 38 Poin

- detikFinance
Senin, 17 Mei 2010 16:10 WIB
IHSG Kehilangan 38 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya berhasil ditutup di atas level 2.800, meskipun masih terkoreksi cukup dalam. Sentimen negatif bursa global menyeret IHSG jatuh ke zona negatif sejak awal perdagangan.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.857,989 dan kemudian melorot tajam hingga sempat menyentuh level 2.780,394, anjlok 76 poin dari penutupan akhir pekan lalu di level 2.858,385.

Sejak awal perdagangan, IHSG terjebak dalam besaran koreksi yang cukup dalam. Tidak terlihat tanda-tanda terjadinya pemulihan sepanjang perdagangan hari ini. Tidak ada daya beli yang memadai untuk mengangkat level IHSG dari keterpurukannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hampir saham unggulan didera tekanan jual dan terkoreksi tajam dalam volume dan nilai transaksi yang tidak besar. Ini menunjukkan bahwa para pembeli masih melakukan pemantauan lebih lanjut sebelum mengambil langkah investasi.

Sepertinya para pembeli masih menunggu titik terendah dari sentimen krisis utang Yunani yang mengguncang Eropa dan mata uang Euro. Harga minyak mentah pun terpuruk di bawah level US$ 70/barel.

Jika tidak ada tanda-tanda upaya mengangkat kembali harga minyak, sepertinya koreksi bursa global bakal berkelanjutan lantaran harga-harga komoditas bakal terkena imbasnya, setidaknya sepanjang pekan ini.

Harga-harga saham komoditas di Bursa Efek Indonesia (BEI) pun langsung merespons anjloknya harga minyak mentah. Indeks saham pertambangan dan perkebunan memimpin laju penurunan IHSG hari ini.

Bursa-bursa Eropa siang ini juga masih dibuka melemah. Bursa-bursa regional Asia pun seluruhnya melemah cukup dalam. Bursa Shanghai mengalami koreksi terdalam mencapai 5%.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 2,364 triliun, sedangkan aksi beli asing sebesar Rp 1,992 triliun. Nilai jual bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 371,810 miliar.

Pada perdagangan Senin (17/5/2010), IHSG ditutup turun 38,915 poin (1,36%%) ke level 2.819,470. Indeks LQ 45 turun 8,147 poin (1,47%) ke level 542,851.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 9.140 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.110 per dolar AS.

Perdagangan berjalan lesu dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar hanya 69.928 kali pada volume 3,793 miliar lembar saham senilai Rp 4,478 triliun. Sebanyak 34 saham naik, 191 saham turun dan 52 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya mengalami koreksi:

  • Indeks Shanghai anjlok 136,70 poin (5,07%) ke level 2.559,93.
  • Indeks Hang Seng turun tajam 430,23 poin (2,14%) ke level 19.715,20.
  • Indeks Nikkei 225 turun 226,75 poin (2,17%) ke level 10.235,76.
  • Indeks Strait Times turun 22,36 poin (0,78%) ke level 2.832,85.


Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Unggul Indah Cahaya (UNIC) naik Rp 300 ke Rp 2.450, Alfa Mart (AMRT) naik Rp 230 ke Rp 1.230, Samudera Indonesia (SMDR) naik Rp 200 ke Rp 3.500, BCA (BBCA) naik Rp 100 ke Rp 5.350, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 50 ke Rp 14.400.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 950 ke Rp 20.150, Astra International (ASII) turun Rp 700 ke Rp 41.900, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 650 ke Rp 13.550, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 15.400, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 350 ke Rp 17.850.

 

 
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads