Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Selasa, 18 Mei 2010 09:11 WIB
Jakarta - Dow Jones: Saham AS menguat, setelah Dow Jones Industrial Average membalik penurunan sebesar 184 poin, dan optimisme yang menyebabkan euro rebound dari level terendah dalam 4 tahun. Sprint Nextel Corp naik 3% membuat perusahaan telekomunikasi tersebut naik terbesar di antara sector lainnya. GLG Partners naik 50% setelah Man Group Plc menyetujui untuk membeli perusahaan hedge fund tersebut sebesar US$1.6 miliar. Pactiv Corp naik 19% setelah salah satu sumber mengatakan bahwa perusahaan akan membeli pembuat tas dari sampah. Indeks Standard & Poor's 500 (+0.1%) ke 1,136.94 , Dow Jones Industrial Average (+0.1%) ke 10,625.83.

Regional Pagi Bursa saham Asia bergerak fluktuatif setelah rebound euro dari 4 tahun terendah, yang berhasil mengangkat sejumlah eksportir dan menurunkan kekhawatiran collapse-nya mata uang Eropa tersebut. Transurban Group memimpin pelemahan di Sydney. Fanuc Ltd (+2.2%). Sony Corp (+0.6%) di Tokyo. Transurban Group turun setelah laporan mengatakan pemegang saham telah menjual sahamnya di operator jalan tol itu. Nikkei 225 (+ 0.8%) 10,312 S&P/ASX 200 (+0.2%) 4,477 KOSPI (-0.10%) 1,649 STI (-0.3%) 2825

Commodity: Harga minyak mentah menguat untuk pertama kali setelah dollar AS melemah terhadap euro, meningkatkan daya tarik komoditas sebagai alternatif investasi. Minyak mentah menguat setelah euro rebound dikarenakan oleh optimisme pasar tentang krisis utang di kawasan Eropa. Sebuah laporan Departemen Energi AS besok mungkin akan menunjukkan bahwa peningkatan operasi kilang minyak dan persediaan bensin menurun, menurut median dari 8 analis dalam survey Bloomberg news. WTI Crude (+0.5%) $ 70.4/ barrel Gold (+0.2%) USD 1226/ t oz CPO (-0.5%) RM 2526 / MT Nickel (-4.0%) USD 20700 / MT Tin (-2.1%) USD 17175 / MT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Economic & Industrial News

Economic: IMF: RI belum perlu cabut insentif fiskal
Dana Moneter Internasional (IMF) menilai belum saatnya Indonesia menerapkan kebijakan exit strategy melalui penarikan stimulus fiskal. Milan Zavadjil, Senior Resident Representative IMF di Indonesia, menuturkan pemulihan ekonomi tengah mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satunya ditunjukkan dari pemulihan kinerja ekspor yang telah terlihat sejak Desember 2009 dengan level setara dengan periode sebelum krisis. Pemulihan ekspor RI yang terlihat hingga kuartal I 2010 berbasis pada komoditas minyak dan manufaktur serta ada pertumbuhan pada tujuan ekspor ke China dan Asean. Kedua kawasan ini mencakup sekitar 33% dari total ekspor RI.

Economic: Bapepam Kaji Penurunan Persentase Penjamin Emisi
Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) sedang mengkaji rencana menurunkan persentase dari nilai kontrak penjamin emisi menjadi 15-20 persen. Dalam draft aturan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD), persentase yang diusulkan kali pertama sebesar 30 persen.

Economic: Triwulan II, Pertumbuhan Ekonomi Bisa 6%
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II-2010 bisa mencapai enam persen. Potensi pertumbuhan ini antara lain didukung oleh belanja pemerintah yang bisa cukup kuat. Masih sangat mungkin (tumbuh enam persen) ungkap Sri Mulyani. Menurut Sri Mulyani, faktor-faktor yang dianggap masih cukup kuat untuk mendukung pertumbuhan ekonomi pada triwulan II-2010 adalah konsumsi pemerintah yang semakin baik. Pendukung lain adalah konsumsi rumah tangga dan ekspor yang diperkirakan masih terus tumbuh dalam tiga bulan ke depan.

Economic: Dana Asing Rp 20 Triliun Keluar dari SBI, Cadangan Devisa Tergerus
Aliran modal keluar atau capital outflow milik asing di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) mencapai Rp 20 triliun selama pekan lalu. Hal tersebut mengakibatkan cadangan devisa RI turun.

Economic: DPR Minta Ikut Belanjakan Anggaran
DPR meminta ikut berperan dalam membelanjakan anggaran negara, dengan usulan setiap anggota mendapatkan dana Rp10 miliar per tahun. Dana itu akan digunakan mendanai kegiatan pembangunan di daerah pemilihan mereka masing-masing. Dengan total anggota DPR yang mencapai 560 orang, maka dana yang perlu dialokasikan untuk hal itu mencapai Rp5,6 triliun setiap tahunnya.

Corporate news

BMRI: Kredit valas Mandiri tumbuh US$200 juta
PT Bank Mandiri Tbk mulai meningkatkan kembali kredit valuta asing (valas) selama tahun ini sudah tumbuh US$ 200 juta menjadi US$ 3,3 miliar seiring dengan meningkatnya kegiatan dalam pembiayaan perdagangan internasional dan pertambangan. Direktur Bank Mandiri Pahala N. Mansyuri menjelaskan tren pasar kredit valuta asing (valas) pada saat ini sudah mulai positif di mana sampai April 2010 khususnya pembiayaan perdagangan internasional sudah meningkat US$200 juta menjadi sekitar US$3,3 miliar. Pada akhir tahun lalu, posisi kredit valas berada di angka US$3,1 miliar dan kondisi pada awal tahun ini mulai terjadi tren kenaikan yang cukup positif sehingga keseluruhan sampai akhir tahun ditargetkan bisa mencapai proyeksi pertumbuhan 15%-18%.

CTRA: Ciputra Development Siapkan Capex Rp 1,5 Triliun
PT Ciputra Development Tbk menganggarkan dana sebesar Rp 1,5 triliun untuk belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2010. Sumber pendanaan berasal dari kas internal. Posisi kas saat ini Rp 2 triliun, ungkap Sekretaris Perusahaan Ciputra Development. Menurutnya, sekitar Rp 200 miliar dari capex akan digunakan untuk modal kerja (working capital) dan sisanya untuk anak perusahaan. Dana Rp 200 miliar akan digunakan untuk proyek baru yang akan datang. Sementara itu, sebesar Rp 800 miliar dialokasikan untuk Ciputra World, Jakarta dan Rp 500 miliar guna Ciputra World, Surabaya.

INDY: Anak Usaha Lepas Saham 17,117%
PT Indika Energy Tbk (INDY) yang turut andil dalam restrukturisasi internal pemegang saham, PT Tunas Bhakti Manunggal (TBM) telah menjual seluruh sahamnya sebesar 17,117 persen kepada pemegang saham terbesarnya yakni PT Indika Mitra Energi (IME).

BUMI: Bumi Mineral Bidik US$ 600 Juta
PT Bumi Resources Mineral, subholding PT Bumi Resources Tbk yang membidangi usaha pertambangan nonbatu bara, siap menawarkan sekitar 25%-30% sahamnya ke publik pada September untuk meraup dana US$600 juta. Seorang eksekutif yang mengetahui informasi itu mengatakan Bumi telah menunjuk JPMorgan dan Merryl Lynch untuk membantu valuasi subholding bisnis yang belum beroperasi itu. Menurut keduanya, valuasi 100% saham Bumi Mineral mencapai US$2 miliar.

PTRO: Petrosea Siapkan Penawaran Kedua
PT Petrosea Tbk (PTRO), anak usaha PT Indika Energy Tbk, menjajaki penawaran kedua (secondary offering) paling lambat paruh 2011. Direktur Keuangan perusahaan Hanifa Indradjaya menyatakan selain untuk memenuhi ketentuan otoritas pasar modal, aksi korporasi tersebut juga dimaksudkan untuk menggali sumber dana baru guna membiayai ekspansi bisnis. Namun, perusahaan belum menetapkan target dananya.

TOTL: Total Incar Tender Rp 3,4 Triliun
PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mengincar tender baru dengan estimasi kontrak senilai Rp 3,4 triliun. Sekitar 70% dari tender tersebut berasal dari proyek-proyek swasta. Dari angka tersebut, sektor perkantoran memiliki nilai paling besar yakni Rp 1,1 triliun.

BBTN: Kupon Obligasi BTN Ditetapkan 10,25%
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) menetapkan kupon obligasi XIV/2010 perseroan yang bertenor 10 tahun sebesar 10,25%. Seorang pelaku pasar yang terlibat dalam penetapan besaran kupon itu mengatakan jumlah permintaan efek utang yang masuk ke penjamin emisi mencapai Rp 3,3 triliun, memungkinkan perseroan menaikkan jumlah penerbitan obligasi dari target awal Rp 1,5 triliun.

ELSA: Lepas 25% Saham Tristar
PT Elnusa Tbk (ELSA) melepas 25% saham di Elnusa Tristar Ramba Limited (ETRL) yang mengelola Blok Ramba di Sumatera Selatan kepada Euroroch Group Limited. Total transaksi saham tersebut sebesar US$1 juta atau sekitar Rp920 juta.

BBNI: Akan Cairkan Kredit ke JSMR Rp 1 Triliun
PT Bank Negara Indonesia (BNI) akan mencairkan kredit sekitar Rp 1 triliun kepada PT Jasa Marga Tbk tahun ini. Kredit tersebut bakal digunakan untuk pembangunan proyek jalan tol. Pencairan kredit tersebut merupakan realisasi dari kerja sama penyaluran kredit sindikasi sebelumnya. Pencairan kredit dilakukan secara bertahap,sesuai perkembangan penyelesaian proyek jalan tol Jasa Marga.

LPGI: Jadwal Pembagian Dividen
PT Lippo General Insurance Tbk (LPGI) akan membagikan dividen tunai sebesar Rp 30 per saham, berikut ini adalah jadwal pembagian dividen tersebut:

  • Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi : 8 Juli 2010
  • Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi : 9 Juli 2010
  • Cum dividen di pasar tunai : 13 Juli 2010
  • Ex dividen di pasar tunai : 14 Juli 2010
  • Recording date : 13 Juli 2010
  • Payment date : 26 Juli 2010
UNSP: Restrukturisasi Kontrak P&G
UNSP menargetkan akuisisi aset Grup Domba Mas selesai akhir bulan ini. UNSP optimis akan segera menguasai bisnis olekimia milik Domba Mas. Oleh karena itu UNSP akan merestrukturisasi kontrak penjualan hasil produksi olekimia Domba Mas dengan Procter & Gamble (P&G). Nilai kontrak penjualan olekimia Domba Mas kepada P&G bisa mencapai US$4 miliar

BMRI: CAR Bank Mandiri Menyusut
Rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) PT Bank Mandiri Tbk akan menyusut sekitar 1,1%-1,2% karena dipakai untuk mebayar sisa tanggungan dividen sebesar Rp2,1 triliun. Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri menyetujui pembagian dividen sebesar Rp2,5 triliun atau sebesar 35% dari total perolehan laba ditahan pada 2009 sebesar Rp7,2 triliun.

JKON: Target Kontrak Baru Rp 3 Triliun
PT Jaya Konstruksi Manggala Pratama Tbk (JKON) memproyeksikan pertumbuhan kontrak baru tahun ini mencapai Rp2,8-3 triliun. Peningkatan nilai kontrak tersebut diharapkan dapat menaikan laba bersih perseroan sebesar 15% dari realisasi 2009 sebesar Rp125,9 miliar.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads