IHSG dibuka naik tipis ke level 2.820,476 dan langsung menguat ke level 2.832,918, naik 13 poin dari penutupan kemarin di level 2.819,470.
Penguatan IHSG hari ini terutama ditopang oleh penguatan saham-saham perbankan yang berhadapan langsung dengan koreksi saham-saham sektor perkebunan dan pertambangan serta konsumsi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku pasar sepertinya masih menunggu perkembangan situasi utang Yunani sebelum melakukan aksi beli massif, meskipun sebenarnya harga-harga saham sudah terkoreksi cukup dalam sepanjang Mei 2010.
Hal senada juga terjadi di bursa-bursa regional Asia yang hampir seluruhnya bergerak ragu-ragu dalam rentang tipis.
Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi beli dengan pembelian bersih (foreign net buy) tipis sebesar Rp 42 miliar.
Pada perdagangan Selasa (18/5/2010) sesi I, IHSG ditutup naik 8,655 poin (0,30%) ke level 2.828,125. Indeks LQ 45 naik 2,658 poin (0,48%) ke level 545,509.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 54.428 kali pada volume 2,300 miliar lembar saham senilai Rp 2,589 triliun. Sebanyak 79 saham naik, 89 saham turun dan 83 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan dalam rentang tipis.
- Indeks Shanghai turun 20,74 poin (0,81%) ke level 2.539,20.
- Indeks Hang Seng naik 70,65 poin (0,36%) ke level 19.785,85.
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 49,12 poin (0,48%) ke level 10.284,88.
- Indeks Strait Times turun tipis 3,03 poin (0,11%) ke level 2.830,66.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 36.900, Astra International (ASII) turun Rp 250 ke Rp 41.650, Unggul Indah (UNIC) turun Rp 200 ke Rp 2.250, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 200 ke Rp 13.350, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 100 ke Rp 31.050. (dro/dnl)











































