Bangun 2 Pabrik Baru, Astra Agro Investasi Rp 200 Miliar

Bangun 2 Pabrik Baru, Astra Agro Investasi Rp 200 Miliar

- detikFinance
Selasa, 18 Mei 2010 18:09 WIB
Bangun 2 Pabrik Baru, Astra Agro Investasi Rp 200 Miliar
Jakarta - PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan membangun dua pabrik kelapa sawit (PKS) baru di wilayah Kalimantan dan Sulawesi untuk meningkatkan produksi Crude Palm Oil (CPO) di tahun 2010. Investasi yang telah disiapkan mencapai Rp 200 miliar. Satu pabrik telah selesai dibangun di Kalimantan Timur, dengan kapasitas 45 ton per jam.

Demikian disampaikan Wakil Presiden Direktur AALI Tonny Hermawan Koerhidayat, dalam paparan publik usai RUPS di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (18/5/2010).

"Bangun tiga PKS. Dananya nggak banyak lah, Rp 80-100 miliar per pabrik. Satu sudah, dua lagi di tahun ini," ujar Tonny.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, dana diambil kas internal dari total belanja modal perseroan di tahun 2010, yang mencapai Rp 1,2 triliun. Kapasitas pabrik yang akan dibangun, rencananya akan berkapasitas 30-45 ton TBS per jam.

"Kami fokus di areal lahan yang terakhir tertanam, Kalimantan dan Sulawesi. Hingga nantinya produksi perseroan mencapai 1.060 ton TBS per jam," jelas Presiden Direktur AALI, Widya Wiryawan.

Selain bangun dua pabrik ini, perseroan juga akan membangun 3-4 tangki penimbun CPO di areal dekat pelabuhan. Investasi yang disiapkan mencapai Rp 8 miliar per tangki.

"Tangki akan banyak di Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat. Jadi ini untuk menjaga harga, saat harga tidak baik, kita timbun saja," papar Tonny.

Lanjutnya, "kapasitas tangki ini akan berkapasitas dua kali produksi. Produksi kita 80 ribu ton per ha. Saat ini tangki yang ada, baru 1 1/2 produksi, atau 120 ribu ton per ha," papar Tonny.

Widya menambahkan, perseroan akan melakukan replanting atas beberapa kebun sawit yang dimiliki. Targetnya 4 ribu ha yang akan ditanam kembali.

"Kami akan pilih yang usai tanam 25 tahun di wilayah Riau, Sulawesi dan Aceh. Tapi tidak semua yang 25 tahun kita babat. Hanya yang produksinya di bawah 13 ton per ha, kita consider untuk replanting," imbuhnya.



(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads