Demikian disampaikan Wakil Presiden Direktur AALI Tonny Hermawan Koerhidayat, dalam paparan publik usai RUPS di Hotel Gran Melia, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (18/5/2010).
"Bangun tiga PKS. Dananya nggak banyak lah, Rp 80-100 miliar per pabrik. Satu sudah, dua lagi di tahun ini," ujar Tonny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami fokus di areal lahan yang terakhir tertanam, Kalimantan dan Sulawesi. Hingga nantinya produksi perseroan mencapai 1.060 ton TBS per jam," jelas Presiden Direktur AALI, Widya Wiryawan.
Selain bangun dua pabrik ini, perseroan juga akan membangun 3-4 tangki penimbun CPO di areal dekat pelabuhan. Investasi yang disiapkan mencapai Rp 8 miliar per tangki.
"Tangki akan banyak di Kalimantan Tengah dan Sulawesi Barat. Jadi ini untuk menjaga harga, saat harga tidak baik, kita timbun saja," papar Tonny.
Lanjutnya, "kapasitas tangki ini akan berkapasitas dua kali produksi. Produksi kita 80 ribu ton per ha. Saat ini tangki yang ada, baru 1 1/2 produksi, atau 120 ribu ton per ha," papar Tonny.
Widya menambahkan, perseroan akan melakukan replanting atas beberapa kebun sawit yang dimiliki. Targetnya 4 ribu ha yang akan ditanam kembali.
"Kami akan pilih yang usai tanam 25 tahun di wilayah Riau, Sulawesi dan Aceh. Tapi tidak semua yang 25 tahun kita babat. Hanya yang produksinya di bawah 13 ton per ha, kita consider untuk replanting," imbuhnya.
(wep/dro)











































