Visa Inc., MasterCard Inc dan Discover Financial Services anjlok lebih dari 3.7% seiring kekhawatiran terhadap pembatasan industri kartu kredit yang berpotensi negatif bagi pendapatan perusahaan. Intel Corp. dan Cisco System Inc juga memimpin penurunan atas saham berbasis teknologi. Standards & Poor's 500 (-1.4%) ke 1,120.8. Dow Jones Industrial Average (-1.1%) ke 10,510.95.
Regional Pagi: Bursa saham Asia melemah setelah Jerman melakukan pembatasan short selling yang memicu anjloknya harga minyak dan euro. Nippon Sheet Glass Co., yang memperoleh 42% pendapatannya dari Eropa, turun sebesar 6.4% di Tokyo seiring penguatan yen yang memangkas prospek pendapatan sejumlah eksportir Jepang. LG Display Co (-4.5%) di Seoul. Woodside Petroleum Ltd., (-1.4%) di Sydney setelah melemahnya minyak untuk 7 hari berturut-turut. Nikkei (-1.4%) 10,102 S&P/ASX 200 (-1%) 4,425 Kospi (-2.16%) 1,607 STI (-1.28%) 2,808
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kontrak acuan telah meningkat dua dolar di awal sesi, namun membuat sebuah putaran U di belakang penurunan di Wall Street dan euro, yang jatuh pada Selasa ke terendah baru empat tahun. Kontrak tersebut jatuh ke terendah 68,91 dolar. Kontrak New York kontrak telah ditutup melemah selama enam sesi berturut-turut dan memiliki merosot sekitar 17 dolar sejauh bulan ini. Minyak mentah Brent North Sea, London, untuk penyerahan Juli turun 67 sen menjadi mantap pada 74,43 dolar.
Economic & Industrial News
Economic: Ekonomi RI masih tertinggal dari emerging Asia
Perekonomian Indonesia diperkirakan masih akan tertinggal dari negara-negara emerging Asia dalam jangka sepuluh tahun ke depan, meski memiliki potensi pertumbuhan ekonomi minimal 6% paskakrisis. Indonesia masih dihadapkan pada banyak tantangan, baik yang bersifat struktural dan fiskal dari dalam negeri maupun faktor eksternal seperti efek implementasi perjanjian perdagangan bebas (FTA) Asean dengan China.
Economic: Pemerintah Cari Lagi Rp 1 Triliun dari Jualan Sukuk
Pemerintah akan kembali melakukan lelang 5 seri sukuk (Surat Berharga Syariah Negara/SBSN) pada 25 Mei 2010. Dari lelang ini, pemerintah menargetkan mendapatkan Rp 1 triliun, ungkap Kepala Biro Humas Kementerian Keuangan. Kelima seri sukuk ini akan diterbitkan dengan menggunakan akad Ijarah Sale & Lease Back yang telah mendapatkan Pernyataan Kesesuaian Syariah dari Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor B-373/DSN-MUI/X/2009 tanggal 20 Oktober 2009.
Adapun rincian kelima seri sukuk yang akan dilelang adalah:
IFR0003 dengan tingkat kupon 9,25%, jatuh tempo 15 September 2015
IFR0005 dengan tingkat kupon 9%, jatuh tempo 15 Januari 2017
IFR0006 dengan tingkat kupon 10,25%, jatuh tempo 15 Maret 2030
IFR0007 dengan tingkat kupon 10,25%, jatuh tempo 15 Januari 2025
IFR0008 dengan tingkat kupon 8,8%, jatuh tempo 15 Maret 2020.
Economic: Anggaran 2011 Siap Dibahas
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah mengesahkan Peraturan Presiden No.29/2010 sebagai dasar hukum rencana kerja pemerintah (RKP) 2011 pada 14 Mei lalu. Dengan disahkannya Perpres No.29/2010 itu, pemerintah dapat mengajukan rancangan RKP 2011 ke DPR sebagai bahan pembahasan serta penyusunan pagu sementara untuk nota keuangan dan RAPBN 2011. Menurut rencana, pembahasan RKP 2011 di DPR, dalam rangka pembicaraan pendahuluan RAPBN 2011, akan dimulai besok.
Economic: AIFTA Dinilai Tak Rugikan Indonesia
Menarik diri dari kerja sama perdagangan bebas Asean India (Asean India Free Trade Agreement / AIFTA) dinilai hanya akan merugikan Indonesia, karena pada saat yang bersamaan negara pesaing akan menikmati preferensi dari kerja sama itu.
Economic: RI Dinilai Jauh Dari Krisis
Dana Moneter Internasional (IMF) yakin Indonesia tidak akan terkena dampak krisis utang Yunani dan Eropa. Pertumbuhan ekonomi juga diprediksi tetap terjaga, meskipun pengawasan terhadap kondisi di Eropa perlu terus dilakukan. Indonesia punya surplus neraca transaksi berjalannya, jadi bisa melalui krisis (Yunani dan Eropa) tanpa perlu khawatir pertumbuhan ekonomi akan menurun, ungkap Senior Resident Representative IMF di Indonesia, belum lama ini. Menurutnya, kondisi makro ekonomi Indonesia sudah kuat dan tidak memliki persoalan utang publik seperti di Yunani. Makro Ekonomi yang kuat ini masih menjadi daya tarik bagi kalangan investor untuk menanamkan dananya di Tanah Air.
Cement: Penjualan Semen Domestik Melonjak 12%
Realisasi penjualan semen domestik pada April 2010 meningkat 12% menjadi 3,192 juta ton, dibanding bulan sama 2009 sebesar 2,85 juta ton. Konsumsi semen dalam negeri dapat terangkat, menyusul membaiknya perekonomian domestik yang ditandai makin rendahnya inflasi dan suku bunga kredit.
Euro: Fitch Peringatkan Peringkat Yunani Bisa Jadi "Junk"
Fitch Ratings, Selasa memperingatkan, pihaknya masih mungkin menurunkan peringkat kredit Yunani ke status "junk" (sampah) meskipun baru-baru ini disetujui dana talangan Uni Eropa dan IMF 110 miliar euro bagi negara sarat utang itu. Sementara paket penyelamatan menghapus risiko jangka pendek dari "default" (gagal), mengembalikan keuangan publik berkelanjutan akan menjadi "tantangan" dengan utang akan meningkat menjadi 150 persen dari produk domestik bruto pada 2013 sebelum menjadi stabil, kata Fitch.
Corporate news
AALI: Juni Bayar Dividen Final Rp732 Miliar
PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) akan membayar dividen final Rp465 per saham mulai Juni 2010. Dana yang disiapkan oleh perseroan mencapai Rp732,25 miliar. Perseroan telah mendapat persetujuan pemegang saham terkait pembagian dividen.
INCO: INCO Targetkan Produksi Hingga 76 Ribu Metrik Ton
PT International Nickel Indonesia Tbk (INCO) menargetkan untuk meningkatkan produksi nikel hingga mencapai 76 ribu metrik ton pada 2010 ini. Target ini naik tipis dibanding 2009 lalu yang mencapai produksi 67 ribu metrik ton. Peningakatan yang ini juga dibarengin kenaikan harga rata-rata penjualan nikel di kuartal pertama 2010 yang mencapai Rp 14.000 per metrik ton. Dimana 2009 lalu harga rata-rata penjualan nikel INCO hanya Rp 13.000 per metrik ton.
KLBF: Masih Jajaki Emisi Obligasi
PT Kalber Farma Tbk (KLBF) menjajaki penerbitan obligasi untuk pembiayaan akuisisinya. Kalbe pun berencana akan terus melebarkan sayap bisnisnya di kawasan Asia Tenggara. Direktur Kalbe Vidjongtius mengungkapkan pihaknya memang tengah sibuk bernegosiasi dengan beberapa produsen farmasi dan produsen makanan terkait dengan niat akuisisinya tahun ini. Kalbe telah melakukan penjajakan sedikitnya dengan enam perusahaan.
HITS: Humpuss Terlilit Utang Rp 622,08 Miliar
PT Humpuss Intermoda Transportasi Tbk (HITS) tercatat menunggak biaya sewa kapal hingga US$ 68,36 juta atau setara dengan Rp 622,08 miliar. Tunggakan utang itu berasal dari tiga perkara yang hingga saat ini belum mendapat keputusan hukum, ungkap Presiden Direktur Humpuss Antonius W. Sumarlin.
CPIN: Belanja Modal Charoen US$ 70 Juta
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) mengalokasikan dana untuk belanja modal sebesar US$ 70 juta tahun ini untuk meningkatkan produksi, atau sekitar Rp 636,61 miliar dengan asumsi Rp 9094 per dolar AS. Sebanyak 40% adna itu dialokasikan untuk membangun dan merawat pabrik baru itu.
INDY: Wiwoho dan Lasmono Kuasai 73,12% Saham Indika
Wiwoho Basuki Tjokronegoro dan Agus Lasmono, melalui PT Indika Mitra Energi (IME), kini menguasai 73,12% saham PT IndikaEnergi Tbk (INDY). Mereka telah menuntaskan pembelian 17,12% saham PT Tunas Bhakti Manunggal (TBM) senilai Rp2,14 triliun melalui pasar negosiasi di BEI.
DILD: Laba DILD Meroket 28 Kali Lipat
PT Intiland Development Tbk (DILD) mecatat laba bersih sepanjang 1Q10 sebesar Rp85,09 miliar atau naik 28 kali lipat dibanding periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp2,9 miliar. Lonjakan laba bersih Intiland dipicu oleh peningkatan kinerja penjualan residensial maupun jasa sewa perkantoran.
CTRS: Targetkan Penjualan Apartement Rp125 Miliar
Perusahaan properti PT Ciputra Surya Tbk (CTRS), anak usaha CTRA, memproyeksikan penjualan 504 unit apartement pada 2010 senilai Rp114,9-125 miliar.Kenaikan penjualan tersebut seiring meningkatnya harga apartement Universitas Ciputra (UC) Surabaya.
ELTY: Bakrieland Targetkan Pendapatan Naik 25%
PT Bakrieland Development Tbk menargetkan pendapatan sepanjang tahun ini akan mencapai Rp 1,31 triliun atau naik 25% disbanding tahun 2009, dengan asumsi tingkat bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) masih lebih rendah dibanding tahun lalu. Apabila dalam semester I-2010 ternyata krisis di Eropa tidak mengganggu bisnis properti di Indonesia dan target pendapatan Bakrieland ternyata terlampaui, maka manajemen tinggal melaksanakan revisi target tahun 2010.
BBCA: Booking BCA Finance Naik
PT BCA Finance membukukan pembiayaan baru (booking) senilai Rp3 T pada triwulan I/2010 terkait dengan pertumbuhan otomotif. Nominal booking sampai 1Q10 mencapai Rp3 T atau naik cukup tinggi dari pencapaian periode yang sama pada tahun lalu, ungkap Presdir BCA Finance. ia mengatakan strategi pengembangan jaringan bisnis akan tetap dilakukan guna merealisasikan target pembiayaan baru hingga Rp13 T sepanjang tahun ini.
JSMR: Butuh Investasi Rp25 Triliun
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) membutuhkan dana investasi sekitar Rp25 triliun dalam 3 tahun ke depan, untuk merealisasikan proyek jalan tol baru mencakup 7 ruas sepanjang 250 km serta membiayai akusisi 3 ruas tol. dari total investasi itu, sekitar Rp21 triliun diperlukan untuk merealisasikan proyek tol ruas Gempol-Pasuruan, Semarang-Solo, JOR II W2 Ulujami-Kebon Jeruk, JORR II Cengkareng-Kinciran, JORR IIKinciran-Serpong, Bogor Ring Road, serta ruas Surabaya-Mojokerto. Sedangkan sisanya Rp4 triliun untuk membaiyai akuisisi 3 ruas tol baru.
TLKM: Incar 24,4 Juta Pelanggan
Pada 2009, Telkomsel Area II, yang mencakup Jabotabek dan Jawa Barat, berhasil membukukan 20,1 juta pelanggan. Tahun ini, anak perusahaan PT Telkom Indonesia Tbk tersebut optimistis mampu merengkuh 24,4 juta pelanggan.
BPFI: Ekspansi Cabang Rp2,4 Triliun
PT Batavia Prosperindo Finance Tbk (BPFI) berencana menambah 3 cabang baru di Sulawesi tahun ini. Rencana tersebut bakal memakan belanja modal hingga Rp2,4 triliun.
SMSM: Penjualan Komponen Otomotif Melonjak 19,2%
Penjualan komponen otomotif PT Selamat Sampurna Tbk (SMSM) sepanjang 1Q10 meningkat 19,2% menjadi Rp372 miliar dibanding periode yang sama 2009 sebanyak Rp312 miliar. Meningkatnya penjualan ini didapat setelah pasar komponen otomotif di luar negeri mulai pulih pascakrisis 2009.
Corporate News
- AALI: Juni Bayar Dividen Final Rp732 Miliar
- INCO: INCO Targetkan Produksi Hingga 76 Ribu Metrik Ton
- KLBF: Masih Jajaki Emisi Obligasi
- HITS: Humpuss Terlilit Utang Rp 622,08 Miliar
- CPIN: Belanja Modal Charoen US$ 70 Juta
- INDY: Wiwoho dan Lasmono Kuasai 73,12% Saham Indika
- DILD: Laba DILD Meroket 28 Kali Lipat
- CTRS: Targetkan Penjualan Apartement Rp125 Miliar
- ELTY: Bakrieland Targetkan Pendapatan Naik 25%
- BBCA: Booking BCA Finance Naik
- JSMR: Butuh Investasi Rp25 Triliun
- TLKM: Incar 24,4 Juta Pelanggan
- BPFI: Ekspansi Cabang Rp2,4 Triliun
- SMSM: Penjualan Komponen Otomotif Melonjak 19,2%
Rumor
PT Medco Energy Tbk (MEDC) dikabarkan bakal meningkatkan kepemilikan saham PT Donggi-Senoro di Sulawesi Tengah. Rumor di kalangan pelaku pasar menyebut, Medco disebut-sebut akan mendapatkan tambahan saham di PT Donggi-Senoro LNG (DSL) dari Mitsubishi Corp Jepang bila proyek hilir migas Donggi-Senoro disetujui pemerintah dalam waktu dekat. Mitsubishi saat ini menguasai 51% saham DSL. Sisanya dibagi 20% untuk Medco dan 29% PT Pertamina.
Para bandar bakal mengerek saham PT Ciputra Property Tbk (CTRP) ke level Rp 500 seiring kabar perseroan bakal membagikan dividen dalam waktu dekat. Selain itu, rencana aksi korporasi PT Ciputra Development Tbk (CTRA) yang akan memecah nilai nominal saham dan penunjukan Ciputra Property dalam mengerjakan proyek-proyek besar turut dimanfaatkan investor untuk memburu saham CTRP.
Technical Picks
- KLBF (1960) – Buy on Weakness
- CPIN (2725) – Buy on Weakness
- BDMN (5300) – Sell
- BBRI (8500) – Sell.
(qom/qom)











































