Wall Street Masih Kena Imbas Jerman

Wall Street Masih Kena Imbas Jerman

- detikFinance
Kamis, 20 Mei 2010 07:07 WIB
Wall Street Masih Kena Imbas Jerman
New York - Saham-saham di bursa Wall Street kembali luruh merespons keputusan Jerman yang secara spesifik melarang perdagangan sejumlah saham dan obligasi. Langkah Jerman itu langsung memicu ketidakpastian di pasar dan kewaspadaan investor.

Jerman melarang investor yang tidak memiliki atau belum meminjam sejumlah saham dan obligasi atau derivatif untuk menjual portofolionya atau disebut naked short selling. Langkah Jerman tersebut juga telah memicu aksi jual saham sektor industri yang memiliki eksposure besar di Eropa.

"Pasar saham AS mengikuti pasar saham Eropa, perdagangan dibawah rata-rata akibat pengumuman larangan short selling dari Jerman, sehingga terus meningkatkan kekhawatiran akan nasib euro dan juga berlanjutnya pemulihan ekonomi," ujar analis Charles Schwab seperti dikutip dari AFP, Kamis (20/5/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada perdagangan Rabu (19/5/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 66,58 poin (0,63%) ke level 10.444,37. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 5,75 poin (0,51%) ke level 1.115,05 dan Nasdaq melemah 18,89 poin (0,82%) ke level 2.298,37.

Saham sektor industri mengalami pukulan paling besar dengan pelemahan mencapai 2%. Saham Caterpillar tercatat turun hampir 3%.

Namun ada sedikit sentimen positif setelah Bank Sentral AS (Federal REserve) menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonominya tahun ini, sebagai sebuah pertanda menguatnya pemulihan ekonomi.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 12,27 miliar lembar saham, di atas rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads