Pada perdagangan Rabu (19/5/2010), IHSG jatuh jatuh 104,702 poin (3,69%) ke level 2.729,48. Indeks LQ 45 turun 22,524 poin (4,12%) ke level 524,470.
Pelemahan bursa-bursa global masih akan menghantui pergerakan IHSG pada Kamis (20/5/2010) ini. Namun investor juga merasa pelemahan IHSG kemarin sudah terlalu dalam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini merupakan paket yang baik. Agus Martowardoyo sangat mengerti sektor mikro ekonomi dan perbankan walaupun memang dari sisi makro ekonomi dan fiskal mungkin tidak terlalu kuat," ujar Kepala Ekonom Danareksa Research Institute, Purbaya Yudhisadewa.
Bursa Wall Street kemarin masih melemah merespons keputusan Jerman yang secara spesifik melarang perdagangan sejumlah saham dan obligasi. Langkah Jerman itu langsung memicu ketidakpastian di pasar dan kewaspadaan investor.
Pada perdagangan Rabu (19/5/2010), indeks Dow Jones ditutup melemah 66,58 poin (0,63%) ke level 10.444,37. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 5,75 poin (0,51%) ke level 1.115,05 dan Nasdaq melemah 18,89 poin (0,82%) ke level 2.298,37.
Bursa Tokyo juga masih mengalami koreksi meski tipis. Indeks Nikkei-225 dibuka melemah 58,79 poin (0,57%) ke level 10.118,05.
Berikut rekomendasi saham untuk hari ini:
OSK Nusadana Securities Indonesia:
Setelah terkoreksi cukup tajam pada perdagangan kemarin IHSG hari ini diperkirakan konsolidasi cenderung naik dengan menguji level resistance di 2,790.290, sementara support diperkirakan sekitar 2,759.56
Daily risk saat ini sekitar level 25.53 % sehigga secara teknikal IHSG cukup kondusif untuk naik. Lebih lanjut indikator MACD Optimized yang belum sempat golden cross kemarin, memberi peluang untuk bottom reversal di support trendline.
Pada indikator W%R Optimized juga terlihat potensi koreksi IHSG yang makin terbatas.
Panin Sekuritas:
IHSG anjlok -3,7% pada perdagangan kemarin didorong oleh melemahnya bursa regional. Kami melihat dalam beberapa waktu mendatang indeks masih akan tertekan oleh pengaruh dari krisis hutang Eropa. Sebagai salah satu kawasan ekonomi terbesar di dunia, krisis di Eropa dikhawatirkan akan berdampak terhadap negara-negara lain. Sementara hari ini kami perkirakan tekanan jual masih akan berlanjut seiring dengan minimnya sentimen positif. Dari dalam negeri, investor juga masih menunggu penunjukkan Menkeu yang baru. Kisaran support-resistance 2.680-2.760.
(qom/qom)











































