Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Kamis, 20 Mei 2010 09:09 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Saham US kembali melemah setelah Jerman melarang untuk berinvestasi di saham bearish dan banyaknya penyitaan hipotek memicu investor keluar dari bursa saham. Boeing Co, United Technologies Corp dan 3M Co meluncur lebih dari 1 persen untuk memimpin penurunan di Dow Jones Industrial Average. American Apparel Inc juga anjlok sebesar 41% setelah mengatakan bahwa memungkinkan untuk melanggar perjanjian hutang.

Saham melakukan rebound seiring dengan penguatan euro terhadap dolar AS dalam 4 tahun dan Federal Reserve mengatakan untuk tidak terburu-buru untuk menjual saham hipotek. Standards & Poor's 500 (-0.5%) ke 1,115.05. Dow Jones Industrial Average (-0.6%) ke 10,444.37. 

Regional Pagi: Bursa saham Asia bergerak mix di tengah kekhawatiran bahwa krisis utang Eropa akan memukul pemulihan ekonomi dunia. Sementara, sejumlah perusahaan komoditas menguat. Nintendo Co., (-1.5%) di Osaka.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Toyota Motor Corp (-2.1%) seiring laporan surat kabar Tokyo Shimbun bahwa perusahaan akan elakukan recall Passo di Jepang untuk memastikan masalah mesin. BHP Billiton Ltd., (+0.7%) di Sydney setelah menguatnya harga-harga komoditas. Nikkei (-0.7%) 10,116 S&P/ASX 200 (+0.4%) 4,404 Kospi (-0.18%) 1627 STI (+0.31%) 2,783

Commodity: Minyak mentah menguat untuk hari kedua di New York setelah euro rebound dari 4 tahun terendah terhadap dolar AS atas spekulasi Bank Sentral Eropa akan mengumumkan langkah lanjut untuk menghentikan krisis utang di kawasan itu.

Minyak mentah naik untuk pertama kali dalam seminggu setelah Dewan Pemerintah ECB, Axel Weber mengatakan bahwa kawasan Eropa harus memperkuat aturan fiskal. Persediaan minyak mentah di AS meningkat di bawah ekspektasi menurut laporan informasi Administrasi Energi. (bloomberg/aw). WTI Crude (+0.5%) $70.2/barrel Gold 100 oz (+0.3%) USD 1198/t oz CPO (+1.3%) RM 2492 / MT Nickel (-3.8%) USD 21300 / MT Tin (-0.3%) USD 17450 /MT.

Economic & Industrial News

Economic: Agus Martowardojo Bankir BUMN Kedua yang Jadi Menkeu

Agus Martowardojo telah ditunjuk sebagai menteri keuangan menggantikan Sri Mulyani. Agus menjadi menkeu ke-27. Dia tercatat sebagai bankir kedua dari bank BUMN yang bisa menempati posisi menkeu. Presiden SBY menyampaikan penunjukan terhadap Agus Martowardojo dalam jumpa pers di kediamannya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Rabu (19/5/2010) malam. Selain menunjuk Agus, SBY juga menunjuk Anny Ratnawati sebagai wakil menkeu.

Agus yang memiliki nama lengkap Agus Dermawan Wintarto Martowardojo, dilahirkan di Amsterdam, Belanda, 24 Januari 1956. Selama ini, Agus dikenal sebagai bankir yang profesional. Agus adalah seorang bankir yang sejak Mei 2005 menjabat sebagai Direktur Utama Bank Mandiri, menggantikan ECW Neloe yang terlibat dugaan kasus korupsi. Pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Mandiri beberapa hari yang lalu, Agus kembali dipercaya untuk menjadi orang nomor satu di bank pelat merah itu.

Europe: Yunani Lunasi Utang Jatuh Tempo € 8,5 Miliar

Yunani menepati janjinya. Hari ini (19/5), Yunani menggunakan dana pinjaman darurat yang diperolehnya dari Uni Eropa dan International Monetary Fund (IMF) untuk membayar utang yang jatuh tempo senilai € 8,5 miliar. Untuk memulihkan perekonomiannya, pemerintah Yunani akan menelan pil pahit termasuk memangkas upah pekerja di sektor publik dan menaikkan pajak.

Economic: RI Berpeluang Tarik Investasi langsung

Indonesia berpeluang menarik arus investasi langsung asing (foreign direct investment/FDI) yang urung masuk ke Thailand karena kisruh politik yang tengah terjadi di negara itu. Menurut Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, peluang investasi asing langsung yang perlu dimanfaatkan adalah di luar sektor yang selama ini mendominasi seperti telekomunikasi dan transportasi, yaitu sektor ekonomi kelautan.

Economic: Kerugian Akibat Produk Palsu Rp37 T

Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) memperkirakan dampak dari pemalsuan produk dari 12 sektor industri menyebabkan kerugian Rp37 T. Angka itu dihasilkan dari kesimpulan sementara penelitian yang dilakukan oleh Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM-FEUI) sejak Maret tahun ini.

Euro: Spanyol, Potensial Jadi "Yunani" berikutnya

Spanyol menjadi salah satu calon potensial pemohon paket bantuan zona euro senilai 750 miliar euro yang disetujui awal bulan ini untuk membantu anggota Uni Eropa yang terlilit utang, kata seorang menteri Jerman, Rabu. "Spanyol berada dalam situasi yang sangat sulit, karena itu berpotnsi kepepet oleh paket bantuan utang,"

kata Menteri Dalam Negeri Thomas de Maziere, yang dianggap dekat dengan Kanselir Angela Merkel. De Maiziere, yang berbicara kepada kelompok koresponden Eropa di Berlin, menggantikan Menteri Keuangan Wolfgang Schaeuble awal bulan ini ketika para menteri keuangan zona euro memperbincangkan paket penyelamatan. "Spanyol bisa menjadi korban berikutnya untuk mencari bantuan" kata anggota parlemen Thomas Silberhorn, seorang anggota Demokrat Kristen Merkel dan komisi parlemen urusan Eropa.

Economic: Impor Bahan Obat Capai US$0,5 M

Tingkat ketergantungan Indonesia terhadap bahan baku farmasi impor hingga kini masih sangat tinggi yaitu US$0,5 M, sehingga mempengaruhi obat di Tanah Air. Saat ini hampir 96% bahan baku obat diimpor, sisanya bersumber dari pasar dalam negeri.

Corporate news

JSMR: Gandeng PP Bangun Perumahan dan Pusat Bisnis

Tak hanya sibuk menggarap proyek jalan tol, Jasa Marga kini juga tengah mematangkan rencana untuk membangun proyek properti. Dengan menggandeng PT PP, perusahaan tersebut akan membangun sejumlah proyek properti di Jawa Timur. selain dengan PT PP, rencananya Jasa Marga juga akan menggandeng mitra lain.

BBTN: Bagi Dividen 45% Laba Bersih

Rapat Umum Pemegang saham Tahunan (RUPST) PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) menyetujui pembagian dividen sebesar Rp 220,95 miliar. Nilai ini setara dengan Rp 15 per saham. Porsi dividen mencapai 45% dari laba bersih tahun 2009 yang sebesar Rp 491 miliar. Direktur Utama BTN Iqbal Latanro mengatakan, porsi pembagian dividen dari BTN secara persentase lebih tinggi dari bank pelat merah lain karena laba mereka masih kecil.

UNVR: Ganti Pemasok CPO

PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) telah memutuskan pengganti PT SMART Tbk sebagai pemasok minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO). Presiden Direktur Unilever, Maurits Lalisang, mengatakan pihaknya akan menyelesaikan kontrak dengan SMART. Maurits menambahkan, SMART sebelumnya menyuplai 5% dari 65% CPO Indonesia kepada Unilever global. Per April 2010, Unilever tidak memperpanjang kontrak pembelian CPO dari PT SMART Tbk. Tidak berapa lama, PT Nestle juga memutus kontrak pembelian CPO dari Sinar Mas.

INDY: Incar Proyek PKT US$700 Juta

PT Indika Energy Tbk (INDY) melalui anak perusahaan, PT Tripatra Engineer and Contractors, tengah berasing dengan tiga perusahaan lain mendapatkan proyek konstruksi pabrik PT Pupuk Kaltim (PKT) senilai US$700 juta atau sekitar Rp6,4 triliun. Pengumuman tender pelaksana konstruksi PKT V tersebut dijadwalkan 1H10.

SSIA: Surya Semesta tekan kerugian

PT Surya Semesta Internusa Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang realestat dan konstruksi pada kuartal I/2010 berhasil menurunkan rugi bersih sebesar 73,33% menjadi Rp4 miliar dari rugi bersih pada periode yang sama tahun lalu Rp15 miliar.

SMMT: Grup Rajawali Tender Offer 29,12% Saham

Grup Rajawali melalui PT Mutiara Timur Pratama memulai penawaran tender (tender offer) sebanyak 29,12% saham, PT Eatertainment International Tbk (SMMT), perusahaan yang mengelola makanan cepat saji, Papa Ron Pizza. Mutiara siap membeli 23,29 juta saham Eatertainment milik publik. Harga penawaran tender ditetapkan sebesar Rp230 per saham atau lebih tinggi dibandingkan harga akusisi 70,88% saham Eatertainment pada harga Rp225 dan 224,67 per saham. PT Semesta Indovest bertindak sebagai broker pelaksana.

MKPI: Berca tambah kepemilikan

Berca Group melalui PT Karuna Paramita Propertindo memperbesar porsi kepemilikannya di PT Metropolitan Kentjana Tbk dengan membeli 4,7% saham perseroan sejumlah 44,56 juta lembar senilai total Rp102,6 miliar.

ASGR: Astra Graphia bidik pendapatan Rp1,5 triliun

PT Astra Graphia Tbk, anak usaha PT Astra International Tbk, menargetkan kenaikan pendapatan minimal menjadi sebesar Rp1,46 triliun tahun ini. Jumlah itu meningkat sebesar 10% dibandingkan dengan perolehan tahun lalu sebesar Rp1,33 triliun.

UNVR: Unilever siap belanjakan Rp4 triliun

PT Unilever Indonesia Tbk menyiapkan 350 juta euro atau sekitar Rp4 triliun untuk mendanai belanja modal dan ekspansi dalam 3 tahun ke depan. Sementara itu, perseroan yang memproduksi kosmetik dan barang keperluan rumah tangga ini juga kembali memperpanjang rekor pembagian seluruh laba bersihnya pada tahun lalu senilai Rp3 triliun atau Rp399 per saham sebagai dividen untuk pemegang saham.

BBTN: Incar Laba Rp775 M

PT Bank Tabungan Negara (BTN) Tbk pada tahun ini membidik laba Rp775 M. Dirut BTN optimistis target laba pada tahun ini akan lebih besar dari proyeksi semula, karena 3 bulan pertama tahun ini keuntungan bersih yang dibukukan perseroan sudah mencapai Rp200 M.

EXCL: XL Gandeng Motricity

Operator telekomunikasi PT XL Axiata Tbk (XL) dan Motricity, penyedia jasa layanan mobile internet, hari ini mengumumkan kerja sama kemitraan untuk memberi solusi lengkap internet bergerak lebih dari 32 juta pelanggan XL.

KARK: Siapkan Investasi Rp4,5 Triliun

PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) menganggarkan dana investasi Rp4,5 triliun hingga 2010 untuk mengakuisisi tambang batubara dan nikel serta membangun pembangkit listrik. Sumber dana investasi berasal dari penerbitan saham baru (right issue) senilai Rp1,8 triliun pada Juni 2010.

PNBN: Keluarga Gunawan Jual Saham Panin US$1,4 Miliar

Keluarga Gunawan dikabarkan bakal menjual sahamnya di PT Bank Pan Indonesia Tbk. Pemilik saham terbesar (46%) Bank Panin itu diperkirakan memperoleh dana segar US$1,4 miliar atau setara Rp12,6 triliun. Kandidat utama pembelisaham tersebut adalah Australia and New Zealand Banking Group Limited (ANZ), yang kini memiliki 38,5% saham Bank Panin.

INCO: Otoritas Modal Hentikan Penambahan Konsesi Lahan INCO

Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulawesi Selatan meminta pemerintah pusat menghentikan usulan penambahan lahan konsesi PT International Nickel Indonesia (PT INCO Tbk) di daerah Sorowako, Kabupaten Luwu Timur, Sulsel. Kepala BKPMD Sulsel, Irman Yasin Limpo di Makassar, Kamis, menilai lahan konsesi INCO sudah perlu dibatasi karena penguasaan lahan konsesi yang ada saat ini belum sepenuhnya di manfaatkan secara optimal.

AQUA: Pemeriksaan Rampung, Aqua Segera Tender Offer

PT Aqua Golden Mississippi Tbk diperkirakan segera merealisasikan penawaran tender (tender offer) seiring rencana untuk menjadi perusahaan tertutup (go private). Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK), Fuad Rahmany, mengatakan pemeriksaan di Biro Pemeriksaan dan Penyidikan sudah rampung.

Corporate News


  • JSMR: Gandeng PP Bangun Perumahan dan Pusat Bisnis
  • BBTN: Bagi Dividen 45% Laba Bersih
  • UNVR: Ganti Pemasok CPO
  • INDY: Incar Proyek PKT US$700 Juta
  • SSIA: Surya Semesta tekan kerugian
  • SMMT: Grup Rajawali Tender Offer 29,12% Saham
  • MKPI: Berca tambah kepemilikan
  • ASGR: Astra Graphia bidik pendapatan Rp1,5 triliun
  • UNVR: Unilever siap belanjakan Rp4 triliun
  • BBTN: Incar Laba Rp775 M
  • EXCL: XL Gandeng Motricity
  • KARK: Siapkan Investasi Rp4,5 Triliun
  • PNBN: Keluarga Gunawan Jual Saham Panin US$1,4 Miliar
  • INCO: Otoritas Modal Hentikan Penambahan Konsesi Lahan INCO
  • AQUA: Pemeriksaan Rampung, Aqua Segera Tender Offer

Corporate Action

Hari ini (20/5), cum dividen Goodyear Indonesia Tbk (GDYR) Rp 225 per saham Ex dividen (21 Mei 2010)

Technical Picks


  • AALI (19700) – Spec Buy
  • LSIP (8350) – Buy on Weakness
  • ADRO (1950) – Buy on Weakness
  • ANTM (1980) – Spec Buy.
 

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads