Euro Masih Terpuruk, IHSG Terhempas 41 Poin

Euro Masih Terpuruk, IHSG Terhempas 41 Poin

- detikFinance
Kamis, 20 Mei 2010 12:07 WIB
Euro Masih Terpuruk, IHSG Terhempas 41 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 41 poin seiring dengan koreksi dadakan bursa-bursa regional Asia. Pelemahan euro terhadap dolar AS diperkirakan bakal membuat bursa-bursa Eropa kembali terkoreksi siang nanti.

IHSG dibuka naik tipis ke level 2.730,288 dan langsung menguat cukup tinggi ke level 2.763,881, naik 34 poin dari penutupan kemain di level 2.729,484.

Penguatan IHSG tadi pagi berjalan seiring dengan sentimen positif terpilihnya Agus Martowardojo sebagai Menteri Keuangan yang baru serta tren penguatan bursa-bursa regional Asia yang sebagian besar menguat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun di tengah perdagangan, mendadak aksi jual massif mendera lantai bursa. IHSG pun sontak berbalik arah ke zona negatif hingga sempat menyentuh level 2.666,173, anjlok 63 poin.

Tekanan jual terutama dipicu oleh aksi jual investor asing yang mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 457 miliar.

Aksi jual asing diperkirakan terjadi lantaran nilai tukar Euro terhadap dolar AS kembali mengalami koreksi pada perdagangan hari ini. Penurunan nilai tukar Euro terhadap dolar AS yang mengindikasikan adanya dana asing keluar dari Eropa, diprediksi akan membuat indeks-indeks saham Eropa kembali terkoreksi pada pembukaan siang nanti.

Oleh sebab itu, pelaku pasar global memutuskan melakukan aksi jual guna mengantisipasi terjadinya penurunan harga lebih dalam pada perdagangan siang. Tekanan jual juga melanda seluruh indeks-indeks saham Asia.

Tekanan jual IHSG terutama terjadi pada saham-saham komoditas dan konsumsi. Saham-saham sektor perkebunan dan pertambangan serta saham konsumsi memimpin kejatuhan IHSG. Sejumlah saham perbankan juga mengalami koreksi cukup tajam.

Investor asing banyak melakukan aksi jual pada saham Bank Mandiri (BMRI) menyusul Direktur Utamanya Agus Martowardojo dipastikan akan mundur lantaran ditunjuk menjadi Menteri Keuangan yang baru.

Untungnya, pelaku pasar domestik langsung melakukan aksi beli selektif sehingga lumayan mengikis koreksi IHSG. Sebenarnya, IHSG telah menunjukkan tanda-tanda rebound lantaran pasar sudah dalam kondisi oversold. Namun sentimen global menghambat upaya pembalikan tersebut.

Pada perdagangan Kamis (20/5/2010) sesi I, IHSG ditutup anjlok 41,751 poin (1,52%) ke level 2.687,733. Indeks LQ 45 juga turun 8,896 poin (1,69%) ke level 515,574.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 78.665 kali pada volume 3,167 miliar lembar saham senilai Rp 2,376 triliun. Sebanyak 26 saham naik, 190 saham turun dan 41 saham stagnan.

Bursa-bursa regional seluruhnya melemah

  • Indeks Shanghai turun 10,92 poin (0,42%) ke level 2.576,89.
  • Indeks Hang Seng turun 99,97 poin (0,51%) ke level 19.479,01.
  • Indeks Nikkei 225 turun 100,79 poin (0,99%) ke level 10.086,05.
  • Indeks Strait Times 14,02 poin (0,51%) ke level 2.760,52.

Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Bank Mega (MEGA) naik Rp 400 ke Rp 2.500, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 350 ke Rp 31.150, Rukun Raharja (RAJA) naik Rp 60 ke Rp 810, BRI (BBRI) naik Rp 50 ke Rp 8.150.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.350 ke Rp 38.250, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 950 ke Rp 33.850, Astra Agro (AALI) turun Rp 700 ke Rp 19.000, Unilever (UNVR) turun Rp 400 ke Rp 14.450, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 400 ke Rp 16.650.

 

 
(dro/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads