Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.730,288 dan langsung menguat cukup tinggi ke level 2.763,881, naik 34 poin dari penutupan kemarin di level 2.729,484.
Pergerakan IHSG hari ini cukup fluktuatif. Setelah menguat cukup tinggi di awal perdagangan, IHSG kemudian berbalik arah ke zona negatif hingga sempat menyentuh level 2.660,119, anjlok 69 poin. Penurunan ini terjadi secara bersamaan pada bursa-bursa regional Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sentimen positif ini sempat membuat koreksi IHSG mengikis. Namun kelihatannya, penguatan bursa-bursa Eropa masih rapuh dan mulai mengendur.
Akibatnya, indeks-indeks di Asia kembali didera tekanan jual, termasuk IHSG yang langsung melorot kembali mendekati 1,5%. Seluruh indeks saham sektoral terkoreksi cukup tajam antara 1-2% lantaran saham-saham unggulan tak mampu mengangkat harga.
Tekanan jual dipicu oleh aksi jual massif investor-investor asing yang membuat investor domestik ikutan melakukan aksi jual guna menghindari kerugian yang lebih besar.
Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 1,942 triliun dengan aksi beli sebesar Rp 1,013 triliun. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) mencapai Rp 929,041 miliar.
Tekanan jual terutama dipicu oleh aksi jual investor asing yang mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 457 miliar.
Pada perdagangan Kamis (20/5/2010), IHSG ditutup anjlok 35,235 poin (1,29%) ke level 2.694,249. Indeks LQ 45 juga turun 7,739 poin (1,47%) ke level 516,731.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 139.794 kali pada volume 5,534 miliar lembar saham senilai Rp 4,872 triliun. Sebanyak 58 saham naik, 171 saham turun dan 54 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia seluruhnya melemah
- Indeks Shanghai turun 31,87 poin (1,23%) ke level 2.555,94.
- Indeks Hang Seng turun tipis 33,15 poin (0,17%) ke level 19.545,83.
- Indeks Nikkei 225 turun 156,53 poin (1,54%) ke level 10.030,31.
- Indeks Strait Times turun 22,91 poin (0,83%) ke level 2.751,63.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Merck (MERK) turun Rp 3.000 ke Rp 70.000, Astra International (ASII) turun Rp 1.150 ke Rp 38.450, Astra Agro (AALI) turun Rp 800 ke Rp 18.900, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 700 ke Rp 34.100, Unilever (UNVR) turun Rp 600 ke Rp 14.250, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 500 ke Rp 16.550. (dro/qom)











































